AHA Touch , the review.

 

 

 

 

 

AHA-Touch

AHA Touch

Baru saja device ini diuncurkan, milis ramai dengan perdebatan tentang pro dan kontra kehadirannya.

Keseruan ini membuat saya merasa tertarik untuk mencobanya, dan kini menuangkannya dalam tulisan ala saya dan dari sudut pandang saya.

Aha Touch menjadi handset android CDMA ber RUIM pertama yang hadir di Indonesia dan hadir dengan angka bandrol yang menurut saya sangat murah.

Harga 1.5 Jt, untuk memiliki handset android di tahun ini, bisa menjadi istimewa, karena sebelumnya handset android senantiasa masuk ke harga ranah premium sebuah smartphone, tetapi hal ini akan segera menjadi biasa karena m0ulai banyak device android dijual dengan harga hanya 1 koma.

Tapi mundur hanya 1 tahun yang lalu atau hanya ½ tahun yang lalu, hal ini sepertinya mustahil, mendapatkan device android dengan kelengkapan standard yang harus dimiliki handset android seperti accelerometer, kompas digital, koneksi 3G, GPS , sensor cahaya, proximity sensor dan layar kapasitif dengan harga yang tidak premium.

Berbasis handset besutan pabrikan besar China, Huawei, yang distribusinya mendunia dan banyak kita kenal dari nama modemnya sejak lama, AHA Touch ini dikenal sebagai seri IDEOS C8150. Ideos sendiri akan banyak kita temui model lainnya, dipakai sebagai type brand dari Huawei untuk perangkat androidnya.

Datang dengan dus berukuran kompak, layaknya dus-dus smartphone jaman sekarang, kiblat bentuk dusnya lebih ke arah dus HTC atau iPhone, berbeda dengan kebanyakan hape-hape China murah yang dusnya cenderung gepeng dan kadang berpita:-)

the_box

Dari bagian samping dus, kita bisa lihat AHA Touch ini memiliki beberapa varian warna, hitam, hijau, biru, kuning dan merah magenta. Dalam jajaran smartphone, biasanya handset yang banyak pilihan warna, ditujukan untuk anak2 muda dan berkategori entry level.

Handset nya sendiri ukurannya termasuk mini, dengan tinggi hanya sekitar 10,4 cm dan berlayar touch screen kapasitif dengan diagonal 2,8 inci. Hal yang bagus menurut saya, menghadirkan handset murah tapi teknologi layar sentuhnya sudah kapasitif, karena biasanya handset2 murah layarnya kebanyakan resistif. Sepertinya sistem operasi android dibuat dengan “keharusan” memiliki layar tipe kapasitif untuk dioperasikan dengan lancar.

Onyx2aha(Gbr, ukuran BB Onyx dan AHA Touch)

Hanya sebagai referensi, layar sentuh resistif biasa kita temui pada PDA atau smartphone jaman dulu yang biasanya menggunakan pena stylus untuk mentutul layar. Sedangkan layar kapasitif mengacu pada touch screen yang baru bereaksi karena sentuhan jari, dan tidak bereaksi dengan pena stylus atau ujung kuku.

Kebanyakan handset smartphone android CDMA tidak memiliki rongga sim card, yang di istilahkan di CDMA handset sebagai RUIM, karena berkiblat ke sistem CDMA Amerika yang inject. AHA Touch sendiri datang dengan rongga RUIM Card, ber-frekwensi CDMA 800 Mhz.

Saya pikir tujuannya memakai RUIM Card salah satunya untuk memudahkan migrasi dari nomer existing esia ke nomer AHA yang akan membuat nomer existing kita tetap sama, tetapi bisa menikmati layanan internet yang disediakan AHA yang sudah support EVDO atau kita biasa kenal sebagai 3G.

Kebetulan handset yang ada di tangan saya berwarna penutup batere nya hijau. Warnanya mengingatkan saya kepada mobil Mazda 2 Hatchback yang menentang aru,s muncul dengan warna mobil hijau. Walau warna ukuran nya adalah selera, cukup cantik menurut saya, I Like it, seperti jargon nya AHA.

Dibelakang penutup batere yang hijau itu, tempat diletakkan RUIM Card dan slot memori micro SD yang bisa menampung sampai 32Giga. Bawaan paket sudah diberikan sebuah kartu AHA yang jika diisi pulsa 25rb rupiah akan diberikan internet gratis dengan kecepatan up to 3,1 Mbps, sementara untuk micro SD nya silahkan beli sendiri 🙂 .

theGreen0011

Internal memory yang hanya 256MB RAM dan 512 Nand, memastikan device tidak memiliki tempat yang diijinkan untuk dipakai sebagai storage untuk foto, lagu dll, bahkan pada handset android type memory internal tanpa reserve storage, dimastikan kehadiran micro SD adalah kebutuhan, jika tidak ada memory card maka kita tidak bisa mengunduh software dari market dan tidak bisa menjepret foto.

Dibagian depan hard key button yang tersedia seperti biasa adalah tombol terima dan tutup telepon dengan bagian tengah adalah joystick 4 arah dengan execute key bundar ditengah. Kalau diperhatikan ada lingkaran cahaya bundar berwarna putih mengelilingi tombol ini. Diatas baris atasnya terdapat 4 icon touch screen dengan heptic feedback, khasnya android, tombol sentuh back, menu , home dan search. Cukup impresif mengingat tombol sentuh seperti itu biasanya ada di device2 premium seperti Nexus One dan Desire HD.

Ketika device dinyalakan impresi khas AHA bergambar orang2 celangap dengan expresi kaget girang seperti habis berteriak “Aha” seolah menemukan sesuatu yang baru.

Biasanya proses booting ini banyak dipakai di handset2 android untuk memberikan impresi pertama kepada pemakai apakah device didalamnya canggih apa tidak dengan menampilkan animasi , Nexus One dengan gambar X nya yang bergerak khas seperti percikan api 4 warna, Cyanogen dengan lambang robot biru dengan lingkaran asap bergerak , atau motorola droid dengan mata merah robot yang bergerak memindai. Maybe next handset nya AHA bisa memakai cara impresi pertama kali yang bisa kelihatan lebih canggih daripada sekedar gambar diam orang celangap 🙂

Prosesornya yang memakai Qualcomm MSM7225-1 yang kalau di cek running di 528 MHz, cukup lumayan memberikan tenaga untuk device AHA Touch ini berjalan lancar. Layarnya masih beresolusi 320×240 tapi cukup halus dan masih nyaman untuk membaca-baca web. Hanya touch screen nya yang walaupun sudah kapasitif, tidak memiliki multi touch, jadi pinch to zoom atau menggerakan jari melebar untuk membesarkan tampilan web atau gambar tidak bisa dilakukan, masih harus menggunakan penekanan pada tombol zoom in dan zoom out.

Layarnya yang cukup kecil, pasti membuat banyak orang “kram” jarinya untuk mengetik, apalagi penggemar bb yang biasa memakai tombol keyboard hardware kini ketemu touch screen dan kecil2 pula. Dibutuhkan jam terbang memang untuk menguasai mengetik cepat dengan touchscreen yang kecil2. Tapi jika sudah terbiasa bukan hambatan berarti. Bisa dimulai dengan merotasi unit menjadi landscape supaya tampilan keyboard menjadi lebih besar2, setelah lancar dan tahu selahnya, baru belajar mengetik dengan posisi potrait. Kadangkala mengetik dengan satu tangan dan satu jari bisa lebih mudah untuk handset yang kecil, tanpa memaksakan memakai 2 jempol.

Yang menarik dari AHA, walaupun handset android nya datang komplit denga ijin google , yang berarti bisa memiliki Market android , Maps Goggle dan Gmail, AHA memberikan sentuhan 4 program lain khusus device ini.

Pertama AHA Vibe

CAP201102151757

Ini adalah cara baru mendengarkan lagu di handset secara resmi dengan mendownloadnya. Mirip seperti iTunes di apple, tapi lebih sederhana . Sepertinya Bakrie telekom bekerjasama dengan bbrp perusahaan Record, dan membagi royalti melalui setiap lagu atau album yang diunduh.

Bedanya lagi, lagu yang terdiri dari lagu Indonesia dan barat ini lebih banyak adalah sewaan, jadi seperti rental. Misal setelah satu bulan, lagu yang kita download tidak bisa diputar lagi. DRM atau proteksi nya mengharuskan lagu yang kita download hanya bisa diputar di device dimana lagu itu di download.

Dalam paket AHA Touch, AHA Vibe ini diberikan Cuma-Cuma selama 30 hari untuk mendownload lagu secara bebas.

Seberapa cepat sebuah lagu di download? Cekidot video ini

AHA Touch download speed

Kedua AHA Shop

CAP201102210836

AHA Shop sama seperti market android, tempat mendownload dan membeli aplikasi, hanya ini adalah market yang dikembangkan oleh team AHA sendiri. Sementara ini isinya masih minim, mungkin tujuannya nanti menampung para developer lokal untuk memasarkan aplikasi buatannya dengan lebih mudah. Biasanya market lain dibuat ketika device tidak mendapat ijin google untuk menyertakan ijin permisi yang dikenal dengan “with Google”, sehingga harus mengembangkan market sendiri untuk androidnya. Tapi kali ini AHA Shop menjadi pelengkap.

Agak harus diperhatikan ide membuat market sendiri, karena menjadi pelengkap yang asik butuh banyak usaha, sedangkan market dari android google sendiri sangat besar, dengan jumlah aplikasi yang masif di 200.000 aplikasi. Jika tidak terjaga, maka market yang dibuat akan jarang dilirik.

Ketiga AHA Games

CAP201102152210

Kalau saya lihat ini serupa AHA Shop tapi kali ini khusus games. Hanya bedanya games yang saya lihat memang tidak terdapat di market android biasa. Memang seringkali beberapa developer termasuk yang besar, memasarkan aplikasinya secara langsung tidak melalui android market. Pembayaran Games bisa dilakukan dengan memotong pulsa. Saya sempat cek Games berjudu Spore dihargai 5500 rupiah, cukup murah.

Keempat AHA Mail

under-construction

Ini sepertinya akan jadi alternatif email untuk pengguna layanan AHA. Tapi sementara ini AHA Mail masih under construction waktu saya coba.

Strategi yang terlihat bagus juga diterapkan dalam device AHA Touch, dimana didalamnya sudah terinstall beberapa aplikasi yang sebenarnya tidak terdapat dalam core android muni, diantaranya:

Astro File Manager

Aplikasi ini krusial, seperti file explorer di windows, tapi percaya atau tidak, tidak pernah terdapat di native ROM android. Mudah sebenarnya untuk mendapatkannya, tinggal di download di Market secara free. Tetapi untuk bisa mendapatkan aplikasi ini berarti user harus login dulu ke gmail, yang baru mengijinkan market terbuka, (dan serunya banyak orang ternyata tidak punya account gmail, kebanyakan punyanya yahoo), dan kalaupun punya, sudah lupa passwordnya, padahal account gmail menjadi pilar utama untuk android berfungsi dengan segala kelebihannya, terutama fasilitas cloud.

Dr.Web for android

Ini seperti internet security atau anti virus, cocok untuk orang yang paranoid 🙂

ixMAT Scanner

Scanner QR-Code dan barcode, dimana salah satu kelebihan android adalah penggunaan kamera sebagai scanner. Sayangnya kamera 3 mega pixelnya AHA Touch adalah fix focus, bukan auto fokus, sehingga aplikasi scanner baru bisa bekerja kalau lambang QR-Code nya besar.

Viva News

Aplikasi kecil untuk portal berita, saudaranya TV One.

Secara keseluruhan kita mendengar AHA Touch ini didengung-dengungkan sebagai perangkat mifi. Memang karena mengusung android 2.2, berarti memiliki previlage untuk menjadikan handset sebagai HotSpot modem wifi untuk digunakan oleh device lain.

AHA Touch ketika bertindak sebagai hotspot modem bisa diakses oleh 5 device berbeda berbarengan. Mengenai speed , semua tergantung dari jaringan provider nya, dan biasanya kondisi lokasi memiliki peran cukup besar.

Secara speed AHA termasuk sangat acceptable di daerah saya, pengujian dilakukan di 3 tempat berbeda, dan hasilnya, semua speed nya acceptable.

Sudah lama saya tidak lagi bisa mendengungkan seperti awal2 android ada, bahwa android bisa dipakai menonton youtube tanpa buffer. Karena akhir2 ini, device2 terbaru android yang berlayar resolusi tinggi mengurangi kompresi untuk video2 yotube, sedangkan speed internet GSM kebanyakan makin berkurang kinerjanya.

Eh ternyata di AHA Touch saya mendapat kenangan nonton youtube tanpa buffer lagi 🙂 Tapi memang semua juga bergantung dengan tempat dan waktu, adakalanya jam2 tertentu sepertinya pemakai jaringan AHA lebih aktif, saat seperti itu kadang kita mendapat buffer sedikit, tapi acceptable lah.

Kinerja yang sama bagusnya ditunjukkan juga ketika AHA Touch dijadikan modem dan kita membuka youtube di PC, sama, bisa tanpa buffering. Kecepatan yang terukur di program speed net berkisar 65kBps – 190kBps.

ahatouch_i_speed

Kinerja yang baik juga bisa dilakukan ketika AHA Touch ini kita rempug dengan beberapa handset, dicoba ketika sedang konek ke laptop, HTC desire HD saya disambungkan juga ke AHA Touch ditambah Motorola Charm, dan AHA Touch nya sendiri tetap jalan menerima Gtalk, push email milis, dan masih tetap bisa nonton youtube di aha touch:-)

Lebih iseng lagi sambil dipake Jailbreak iPad, AHA Touch tetap bisa streaming youtube, good work.

Dari hasil pengukuran, kira2 dari saat batere penuh dan dijadikan sebagai Mifi, AHA Touch sanggup bertahan sampai akhirnya harus mati tanpa dicharge adalah 4 jam an. Untuk pengisian batere, unit ini juga cukup cepat, beberapa saat saja di charge bisa segera mengisi batere 1200mAh bawaannya untuk siap digunakan kembali.

Pernah unit ini dicoba sambil di charge dan dijadikan modem untuk PC dan Notebook bersamaan,  ketika saya harus bergadang bikin presentasi selama 9 Jam penuh, dipakai ambil gambar, download youtube, download game changer nya Steve Jobs 4 seri, AHA Touch bisa bekerja fine-fine saja, tidak panas berlebihan , tidak restart.

Saya kira memang ada perbedaan signifikan antara paket AHA yang kita pakai, apakah itu paket paling murah di 80rb atau 110rb atau 200 rb. Paket yang saya coba diatas adalah paket yang paling kencang.

Anak saya sehari-hari di modemnya memiliki paket 110rb AHA, kemudian di upgrade speednya dengan menginjek  10rb rupiah, untuk peningkatan speed selama sehari, dan dipakai untuk video calling ke Belanda via skype. Hasilnya cukup bagus, tetap ada lag tapi cukup minimal, sehingga pembicaran dan gerakan tidak terlalu patah-patah.

Satu hal yang agak kurang di AHA menurut saya adalahs sedikitnya IP yang disediakan untuk situs2 download, seperti Rapidshare, Megaupload, Hotfile dll, dimana kalau kita tidak punya account premium situs2 tersebut, hampir bisa dipastikan kita tidak bisa mendownload, karena IP yang sama sedang dipergunakan oleh orang lain. Jadi kalau kegemaran kita adalah download dari situs2 tersebut dan tetap tidak ingin punya account download berbayar premium, speedy sepertinya yang masih bisa melayani.

Tapi kalau kegemaran kita adalah streaming, browsing, main game youtube bahkan upload file, AHA bisa menjadi partner yang sangat cocok.

Sekarang saya merasa kasihan dengan AHA Touch saya, karena koneksinya yang bagus, hampir sepanjang hari wireless tether nya berjalan, karena Desire HD saya banyak nemplok kesana daripada jalan dengan GSM nya.

Membandingakanny dengan mifi sungguhan, saya rasa lebih menarik beli AHA Touch ini, karena harga Mifi GSM kabarnya di 1.2-1.3 jt , sedangkan mifi CDMA dari AHA sendiri dibanderol 999rb. Cukup worth it menambah 500 ribu dan mendapatkan sebuah handphone degan layar sentuh dan dipersenjatai android.

Memasukkan aplikasi AHA Vibe, menjadikan juga device ini dianggap sebagai pemutar musik. Suara yang dihasilkan speakernya cukup lantang. Suara yang dihasilkan melalui handsfree bawaanya terlalu datar, tetapi ketika kita memakai headset lain yang bagus, misal philips, nike atau sennheiser maka terasa suaranya cukup bertenaga dan layak didengar.

Tinggal melengkapi program dengan Music Box untuk mendownload lagu dengan “bebas” dan ber-macam2 aplikasi musik lain, yang dirasa cocok untuk menjadikanyna pemutar musik yang handal, termasuk aplikasi yang sanggup memberikan cover album dan lirik untuk setiap lagu yang kita putar.

Download dan Upload yang kencang, membuat saya senang menaruh aplikasi TubeMate di unit AHA Touch untuk mengunduh movie trailer dari youtube. Melengkapinya dengan TuneIn Radio membuat kita bebas memutar radio dari belahan dunia mana saja secara streaming, melengkapi radio FM yang sudah tersedia.

paper_toss_

Untuk mereka yang gemar bermain game, walau sekarang game-game android marak bermunculan game-game bagus, mau tidak mau kebebasan membuat standard device android, terpaksa tidak bisa mengakomodir semua game cocok dimainkan di semua device.

Beberapa games yang dibuat untuk device dengan spesifikasi lebih tinggi terpaksa tidak bisa dimainkan di device ini, misal angry birds, walaupun ini bukan harga mati, karena pihak Rovio sebagai pembuatnya mengatakan ke depan akan membuat versi yang lebih cocok. Bagusnya masih ada ribuan games terdapat di market android dan sebagian besar free, jadi banyak game2 bagus juga jalan di device ini, misal yang saya coba Glow Hockey , tetris dan Spore, juga paper toss. Bahkan untuk game fruit ninja, dimana kerjaan kita adalah menebas jadi 2 buah-buahan yang terbang dengan melakukan swipe pada layar, ketidakberadaan multi touch membuat saya jadi jagoan di game ini, karena swipe jari saya bisa menghabiskan banyak buah sekaligus dan dihitung combo:-) hal yang sulit dilakukan pada device yang layarnya multitouch 4 buah seperti DHD.

Bagusnya juga , android market sekarang mulai memperkenalkan sistem filter otomatis, jadi dia akan mendeteksi handset yang sdg login ke android market jenis apa, kalau tidak kompatibel, maka aplikasi2 yang tidak cocok dijalankan di unit tersebut tidak akan ditampilkan, tapi kelihatannya filter juga belum 100% akurat, karena angry birds seasons masih muncul di market AHA Touch.

Setelah cerita semua yang jalan diatas, saya mau cerita juga apa yang ternyata tidak jalan di unit ini.

Pertama Flash.

Walaupun android 2.2 froyo waktu keluar membawa satu keunggulan, yaitu kemampuan adobe flash untuk membuka dan menjalankan format flash yang terdapat di web2 tertentu, bahkan game2 facebook, tetapi semua itu juga bergantung kepada jenis prosesor yang digunakan. Nah prosesor di AHA Touch termasuk di dalamnya, sehingga flash tidak bisa diinstal disini. Tetapi AHA Touch juga tidak sendiri, banyak tablet2 android yang hadir dengan froyo, juga handset android yang lebih mahal, sama tidak kompatibel dengan fitur flash ini. Kalau diminta memberi jawaban diplomatis, saya akan bilang iPhone4 yang 8 juta saja tidak support flash, mengapa mengharapkan device yg harganya hanya 1/5 nya bisa jalan? 😀

Kedua Quadrant.

Quadrant ini sebenarnya hanya program benchmark, untuk mengetahui seberapa cepat handset android kita berlari. Sepertinya ada inkompatibilitas dengan handset AHA Touch, sehingga kalau dijalankan akan keluar “ This device does not support stencil buffers, a full benchmark cannot be executed”. Jadi saya tidak bisa melaporkan seberapa cepat device ini nilai quadrant nya.

Tapi program benchmark bukan quadrant saja, masih ada yang lain seperti Linpack, dan ini jalan di AHA Touch, dan memberikan score MFLOPS: 3.729.

Sebagai perbandingan di situs linpack, device tercepat saat ini dipegang HTC Vision dengan nilai linpack 79.313, tetapi score tersebut bukan berasal dari device yang out of the box, karena devicenya sudah di hack dan dioprek bahkan bisa running di speed 1.516Mhz.

Ketiga GPS

Mungkin saya mendapat device testing yang bermasalah. Betapapun saya coba , saya tidak pernah berhasil mendapatkan GPS yang fix position. Kalaupun disambungkan dengan wifi membantu, tetapi itu bukan fix gps position, hanya triangulasi posisi wifi saja.

Atau bisa jadi ini diakibatkan ROM yang belum bagus, sama pernah dialami juga oleh Samsung Galaxy S, yang rom nya membuat device canggih itu sulit mendapatkan fix posisi gps. Google Nexus One juga pernah mengalaminya ketika kita memakai ROM custom dari Cyanogen, tapi kemudian ada trick untuk mengakalinya dengan bantuan aplikasi GPS Status. Trick yang sama saya cobakan kepada AHA Touch, tetapi tetap tidak berhasil.

Kalau ini masalahnya, mungkin dengan adanya nanti updateROM atau patch, masalah sulitnya fix GPS ini bisa diatasi.

CAP201102210835(Gbr, Posisi GPS yg sebenarnya adalah yang berlogo bintang, sedang posisi yang terpampang ada di posisi icon segitiga biru)

Konklusi.

Akhirnya OS android terasa bisa dinikmati oleh berbagai level. Kalau pemain serius yang techie, bisa mencoba berbagai handset kelas atas yang canggih, sekarang sebagian kalangan menengah ke bawah juga bisa mendapatkan gadget yg kurang lebih mirip, dengan harga yang sesuai budget.

Untuk device dengan entry level seperti AHA Touch, yang bisa menjadi mifi yang bagus, tahan di abuse, berharga murah dan diperkuat android froyo, tidak akan banyak device yang selevel harganya tetapi bisa memiliki cukup banyak kelebihan. Mereka yang memang memiliki nomer CDMA esia dan membawa lebih dari 1 handset, patut mempertimbangkannya, karena device cdma lain yang dianggap bagus, biasanya juga berkelas 1 juta keatas dan hanya bisa telepon plus sms.

Menggantikannya dengan AHA Touch, selain bisa multimanfaat menjadikannya sebagai perangkat mifi, aplikasi2 bagus yang banyak di android membuatnya akan lebih perkasa.

Saya sering mendengar orang yang memakai CDMA kelabakan ketika harus ganti handphone, kebingungan memindahkan kontak address dan SMS yang dianggapnya penting. Nah android di AHA Touch bisa menjadi penyelamat disini, selain kontak kita dengan mudah tersync secara cloud degan goggle, masalah backup dan restore SMS menjadi hal sepele, tinggal pilih, menjadikannya senantiasa terbackup menjadi email di gmail, atau membackupnya ke kartu memory dan membuat copynya tersimpan di dropbox di cloud. Asik kan…

0005(Gbr, contoh hasil foto kamera AHA Touch)

CAP201102151755(Gbr, AHA Touch Rooted dengan mudah:-)

Salam,

Lucky Sebastian

Leave a Reply