HTC One M8, re-View

 

0004

Introduction

 

Tahun lalu, HTC berhasil tampil berbeda dengan HTC One M7 nya. Menerima banyak apresiasi pujian dari media, dan penghargaan dari banyak asosiasi. Bahkan terakhir dinobatkan menjadi Best Smartphone oleh lembaga GSMA yang menaungi 220 operator di seluruh dunia, di acara MWC Barcelona 2014.

 

Tetapi semua pencapaian itu bukan tanpa banyak halangan. Tingkat kesulitan pembuatan devicenya, menjadikan HTC One M7 tidak bisa segera di dapat dimana-mana. Posisinya yang sedang dirundung banyak masalah internal, marketing yang kurang greget, menjadikannya smartphone yang dianggap terbaik ini, tetapi bukan menjadi smartphone yang paling laku.

 

Sebenarnya HTC mencatat, HTC One M7 ini menjadi device yang paling banyak terjual dibanding device HTC yang lain, dan merasa “formula” HTC One M7 ini sudah pada track yang benar. Untuk itu HTC berbenah dengan penerus HTC One M7, yang akhirnya terungkap dengan sebutan All New HTC One M8, atau lebih sering disingkat HTC One M8.

 

Sebelum device itu diperkenalkan, bocoran yang terjadi bisa dikatakan luar biasa. Dari sekedar gambar, foto, buku manual bahkan video yang dengan gampang didapat di internet. Hal ini sulit dihindari ketika HTC berusaha memperbaiki kekurang-siapannya ketika device di launching. Kalau dahulu M7 diperkenalkan, unitnya baru ada di pasaran beberapa waktu kemudian, sekarang M8 diperkenalkan dan langsung tersedia di beberapa tempat.

 

Mari kita lihat, apakah M8 ini hanya sekedar upgrade kecil dari M7, atau siap-siap akan menjadi the best smartphone lagi di tahun ini.

 

 

Design

 

Tak bisa dipungkiri, inilah titik berat dari HTC tentang sebuah flagship phone, good design. Smartphone bukan lagi sekedar device yang hanya dilihat fungsinya, tetapi juga desainnya. Layaknya seperti mobil atau perhiasan, ketika kita memilih, kita juga melihat bagaimana desainnya.

 

Sepanjang sejarah HTC mengeluarkan ratusan ragam device, bisa dikatakan HTC menjadi vendor yang paling exploratif dengan urusan desain.

0027

Vendor-vendor lain terkadang menganut paham “if ain’t broke, don’t fix it” , jika desain yang awal sudah diterima, kenapa harus repot-repot membuat desain baru?

Sebenarnya semua vendor papan atas sekarang sedang giat-giat nya untuk tampil lebih unggul dibanding yang lain. Tetapi sebenarnya ruang disana sudah semakin sempit, karena teknologi yang dicapai sudah semakin mirip, seperti resolusi layar, kemampuan prosesor, OS, dll, yang akhirnya pilihan orang akan kepada satu lagi kemungkinan, yaitu desain.

Smartphone papan atas juga sekarang sudah menjadi lambang status, kebanggaan kepada pemiliknya. Bahkan di sosial media banyak bahasan ukuran “keren” nya sebuah smartphone adalah, seberapa banyak orang ingin melihat apa smartphone yang sedang mereka gunakan 🙂

Banyak orang juga merasa kurang OK ketika menggunakan device terbaru, tetapi orang lain menebak ia menggunakan device keluaran tahun lalu, karena kemiripan bentuk yang sulit dibedakan dengan desain tahun lalu.

Ketika sebulan sebelum HTC M8 diumumkan resmi, bocoran foto-fotonya tidak bisa dibendung, dan banyak komentar-komentar disana berseliweran. Jarang ada yang membandingkannya dengan device dari vendor lain, kemungkinan karena HTC sebelumnya, M7, dalam desain sudah memberikan perbedaan yang mencolok. Yang terjadi kebanyakan campuran antara yang mengatakan desain M8 lebih baik dibanding M7, atau malah sebaliknya.

Sebenarnya ada satu kekurangan dari bocoran-bocoran baik berupa foto ataupun video untuk M8, ada sisi yang tidak bisa diputuskan jika hanya melihat saja, tetapi perlu kontak fisik dengan memegangnya, untuk mengetahui seberapa bagus desainnya dibuat.

Komentar dari The Verge, portal gadget internasional terasa pas untuk menggambarkan desain dari HTC One M8:

Pictures don’t do it justice: I only really understood how well-made the new One is when I held it in my hands -The Verge-

Setelah banyak orang memegang dan mencoba M8, mereka yang sebelumnya mengatakan tidak ada perubahan berarti dalam desain flagship HTC, atau mengatakan desain M7 yang sebelumnya lebih baik, berubah mengiyakan dan mengatakan bahwa HTC One M8 di desain dan dibuat dalam step lebih maju dari M7. Banyak juga berita mengabarkan beberapa orang yang datang ke gerai handphone berencana membeli device lain, malah pulang dengan membawa HTC One ketika sudah memegangnya.

Kalau dulu di M7, balutan casing alumunium (sebenarnya bukan pure alumunium, tapi ada beberapa bahan metal lain disana) memenuhi back casing dan berhenti pada pertemuan tulang tengah smartphone berbahan polycarbonate, pada M8 balutan alumunium casing ini terus melengkung sampai bertemu layar. Lekukan yang seamless ini menghasilkan unibody yang terasa lebih menyatu, tanpa perlu lagi mempertentangkan istilah gapless seperti pada seri M7 sebelumnya. Desain body alumunium belakang yang lebih melengkung, menambah tampilan M8 terasa lebih tipis dan ramping pada bagian ujung, sekaligus sangat nyaman digenggam karena lengkungan tersebut mengikuti kontur lekukan telapak tangan. 

0026

Pada lekukan ujung body alumunium sebelum bertemu LCD, HTC  menambahkan chamfer atau mungkin kita lebih mengerti jika disebut bevel, papasan pada metal dengan derajat tertentu yang menghasilkan bentuk keliling yang lebih mengkilat. Chamfer ini juga terdapat pada M7, hanya kali ini finishingnya terlihat lebih rapi dan presisi termasuk finishing yang lebih baik dan terlihat lebih kokoh.

Pertemuan antar metal edges dengan LCD masih ditambah layer tipis disekelilingnya yang memberi aksen hitam yang malah mempertegas kilat metal pada chamfer, semakin membuat device M8 terasa lebih premium.

Unibody pada M8 sekarang 90% berbahan metal, dimana pada M7 sebelumnya 70% saja.

htc-one-m8-colors

Kali ini HTC mengeluarkan 3 warna untuk devicenya yang dinamakan Gun Metal Gray, Glacial Silver dan Amber Gold. Untuk device review kita kali ini adalah Gun Metal Gray, yang mana menjadi warna “spesial” yang lebih di boost oleh HTC karena menggunakan cara finishing yang berbeda berupa brush metal, yang menghasilkan pattern garis-garis halus pada bagian bodynya. Kabarnya untuk bisa membuat pattern garis-garis halus pada permukaan melengkung ini membutuhkan teknik khusus.

Finishing yang baru ini memberikan efek berbeda ketika dipegang. Selain kita merasakan bahan metal yang premium, tapi rasanya tidak “sekeras” biasanya tangan menyentuh bahan metal. Kehalusan permukaannya membuat sensasi lain, yang nantinya membuat pengguna betah berlama-lama memengang device M8 ini, bahkan mengelusnya, dalam arti sebenarnya 🙂

0020

Dalam kesempatan terpisah, CEO HTC , Peter Chou bercerita akan obsesinya terhadap desain. Apalagi kini tugasnya difokuskan sebagai kepala dari bagian inovasi dan produk. Dalam proses explorasi desain bentuk dari HTC One M8 ini, kemana-mana ia membawa balok kayu yang dibentuk sebagai model dasar M8. Memang cukup menggelikan ketika membayangkan ia mengantonginya kemana-mana, sesekali menggenggamnya, mengangkat dan menempelkannya ke telinga layaknya handphone sungguhan. Berhari-hari, berulang-ulang, membentuknya ulang dan mencobanya lagi sampai dirasa sudah pas. Tetapi ini menunjukkan keseriusannya dalam membuat dan merancang device flagship, yang sekarang terbayar dengan banyaknya pujian dan review yang mengatakan M8 memang memiliki desain yang cantik.

Tampilan dan Sixth Sense

Banyak yang berharap flagship dari vendor besar di pembukaan tahun 2014 awal ini memiliki prosesor tercepat, seperti Qualcomm snapdragon 805 dan layar 2K (2560×1440). Tetapi ternyata flagship yang keluar masih beresolusi full HD 1080p (1920×1080).

Sebenarnya layar full HD pun sudah sangat memadai, dengan kerapatan resolusi rata-rata diatas 400 ppi, dimana ini dianggap sudah melampaui kemampuan kebanyakan mata manusia untuk bisa melihat pixel di dalamnya.

Apa yang dikejar sekarang adalah kualitas gambar yang dihasilkan. Walau layar HTC One m7 sebelumnya sudah dikatakan sebagai salah satu layar terbaik, ternyata pada HTC One M8, tampilannya masih bisa di push untuk tampil lebih vibrant.

Dengan ukuran layar 5 inci, beresolusi 1920×1080 dan menghasilkan kerapatan 441ppi, HTC tetap mengandalkan SLCD3 dan pelapis layar anti gores corning gorilla glass 3.

Yang didapat dari type layar Super-LCD3 ini pada M8 adalah ketepatan warna yang dihasilkan, warna-warna yang tidak oversaturated, tetapi tetap vibrant dan memberikan kenyamanan untuk dipandang mata berlama-lama. Salah satu kelebihan layar ber type SLCD ini adalah tetap mudah dilihat dengan baik dibawah sinar matahari, yang tidak bisa didapat dari semua layar smartphone yang ada.

m8depan

Perbedaan besar terjadi pada softkey button yang biasanya ada di bagian bawah layar untuk menu, home, back, recent apps. Setelah sebelumnya pada HTC One M7, HTC menghilangkan sofkey menu dan recent apps, sekarang pada M8, semua softkey ditiadakan dan dipindahkan menjadi menu di dalam layar. Ini sebenarnya pendekatan HTC kepada arahan dari google, yang sudah cukup lama merubah softkey button ke touch screen button.

Jika sedang tidak diperlukan, icon-icon menu tersebut menghilang, tergantung aplikasi apa yang sedang berjalan, dan cukup dengan swipe atau tap, icon tersebut muncul kembali. Jadi secara keseluruhan, besaran layar tidak terganggu.

Diatas OS android KitKat 4.4.2 yang menyertainya, HTC tetap tampil dengan tampilah khas UI (user interface) nya, yang sekarang sudah memasuki seri ke 6. HTC menyebutnya bukan Sense 6, tapi Sixth Sense.  (Saat sekarang OS androidnya sudah tersedia update ke 4.4.3 dengan tambahan update security 4.4.4 sudah di blend di dalamnya. Setelah ini update M8 langsung ke android L tanpa lagi melewati andoid OS 4.4.4)

Memang dari pemakai android kira-kira ada 2 kubu besar. Mereka yang suka tampilan plain ala google seperti pada seri Nexus, dan mereka yang suka tampilan UI diatas tampilan dasar google android. Sense UI dari HTC yang dimulai sejak HTC Hero, pada akhirnya banyak memberikan inspirasi kepada UI dari vendor lain bahkan pada next OS android asli dari google sendiri. Misalnya informasi jam dan cuaca di bagian layar utama. Kemudian swipe to unlock yang bisa langsung masuk ke aplikasi, seperti langsung menjalankan kamera.

Banyak orang mengira, UI ini akan memakan banyak resource dan membuat experience android tidak gegas. Tetapi banyak pemakai dan reviewer mengakui kalau Sense dari HTC apalagi semenjak Sense 5 sangat cepat.

UI ini berbeda dengan launcher, yang hanya merubah tampilan. Didalamnya dibenamkan banyak fitur yang vendor perkirakan akan memudahkan pemakai dan memberi pengalaman yang lebih.

m8font

Sixth Sense tampil lebih minimalis, clean, dengan huruf-huruf baru yang lebih langsing dan tegas. Dan kali ini kalau kita tidak puas dengan font bawaannya, atau iseng ingin berganti gaya, kita bisa mengubahnya, baik dengan pilihan font yang sudah ada, atau bisa mendownload berbagai macam font secara gratis di playstore.

HTC menganggap pemakainya sekarang adalah orang yang sudah “dewasa”. Kalau dulu (dan masih banyak dilakukan berbagai vendor sekarang), semenjak dihidupkan, halaman depan secara default sudah dipenuhi dengan aplikasi bawaan vendor atau widget. Sekarang HTC hanya memberikan satu folder yang dalamnya berisi beberapa aplikasi seperi music, galery, google playstore di layar utama.

Selebihnya HTC percaya kalau setiap orang punya kebutuhan dan gaya masing-masing yang berbeda untuk mengatur sendiri isi halaman depannya.

Pada bagian app drawer yang berisi segala aplikasi bawaan dan aplikasi yang kita install, bisa kita set dengan pilihan custom, yang bisa membuat folder-folder kumpulan aplikasi walau didalam appdrawer, alphabetical, ataupun most recent supaya aplikasi2 yang baru di install ada diurutan paling atas. Ukuran grid icon aplikasi juga bisa kita pilih antara 3 aplikasi per baris atau 4 aplikasi per baris. Kalau ada aplikasi-aplikasi yang tidak ingin kita tampilkan, tanpa perlu menghapusnya, dengan mudah bisa disembunyikan di appdrawer ini.

blinkfeed

Pada halaman depan, paling kiri HTC menyertakan aplikasi BlinkFeed. Ini adalah kumpulan berita yang bisa digabungkan dengan sosial media seperti facebook, Google+, Twitter, Instagram dll, yang bisa dilihat langsung dalam bentuk tiles di satu halaman saja, tanpa harus membuka masing-masing aplikasi.

Dinamakan BlinkFeed, karena dalam waktu singkat saja, misal ketika menunggu lift, antrian di bank, ATM, menunggu bus dll, kita bisa segera mendapatkan update baik berita maupun sosial media. Blinkfeed ini bisa kita custom dengan pilihan berbagai berita dan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, atau bahkan menggabungkannya. Topik berita juga bisa kita pilih apakah berita tentang teknologi, hukum, entertainment dll. Pada sixth sense, kita bisa menambahkan dengan mudah sumber berita yang kiranya belum ada dalam list pilihan HTC.

Blinkfeed ini dimulai sejak HTC One M7 diperkenalkan dengan Sense 5. Penerimaannya beragam, dari yang menyukainya atau tidak sama sekali. Untuk itu terserah kita, sampai mau mematikannya pun dipersilahkan. Tetapi dengan berjalannya waktu, blinkfeed ini semakin banyak diterima orang, dan kebanyakan orang yang pernah memakainya, ketika beralih mencoba smartphone lain, menjadi salah satu fitur yang mereka merasa kehilangan.

Bahkan Samsung menganggap blinkfeed ini penting, sehingga menambahkan fitur serupa, sama-sama dihalaman paling kiri dengan nama My Magazine yang merupakan custom dari flipboard.

HTC menyediakan server dan kerjasama khusus untuk blinkfeed, sehingga push beritanya sangat cepat, updated dan minimalis. Didalamnya secara default update berita ini baru berjalan otomatis ketika tersambung ke wifi, untuk memberi rasa aman bagi mereka yang concern akan kuota bandwith yang terbatas dari provider. Pada Sixth Sense, berita-berita yang ditampilkan sekarang bisa juga memuat beberapa gambar dalam satu berita, dimana sebelumnya hanya menampilkan foto berita utama sebagai header dan sisanya text isi berita. Jika kita merasa sebuah berita menarik, tapi tidak sempat membacanya atau ingin menyimpannya, ada pilihan untuk read it later.

0012

Pada bagian atas M8, selain tombol power terdapat bagian penutup yang terbuat bukan dari metal, tetapi polikarbonat berwarna gelap yang didalamnya terdapat infra red. Infra red yang jangkauannya cukup jauh ini, bisa diatas 5 meter, kegunaan utamanya menjadi remote TV dan device-device lain seperti setup box, dvd player, home theater dll.

Intinya untuk memudahkan, tidak perlu banyak-banyak remote control. HTC menyebutnya dengan istilah Sense TV. Baiknya device M8 kita bisa menjadi bermacam-macam remote untuk segala merk TV dan setup box, tinggal pilih dan test. Selain itu, bagi mereka yang berlangganan layanan TV Cable, bukan hanya berguna sebagai remote biasa, tetapi juga menampilkan jadwal acara termasuk sinopsisnya. 

remotem8

Untuk Indonesia sendiri sudah terangkum layanan First Media, Indovision dan Telkom Vision. Kemudahannya dibanding remote standar, dimana kita biasanya harus mengingat, misal acara Top Gear  ada di channel 200, pada sense tv sekarang tinggal klik di acaranya dan tap watch now, maka acara berpindah ke Top Gear. Sangat memudahkan mengingat TV berlangganan biasanya memiliki puluhan sampai ratusan channel. Kemudahannya masih ditambah jika ingin diingatkan untuk menonton sebuah acara, tinggal melihat jadwal , dan pilih remind me. Maka ketika acara hendak berlangsung, device M8 akan mengingatkan.

Sense TV yang baru juga bisa menjadikan tombol volume M8 menjadi tombol volume untuk TV. Lebihnya lagi Sense TV ini memiliki kemampuan untuk learning remote control, jika daftar perangkat infra red yang kita miliki tidak tercantum. Cukup saling dihadapkan dan menekan tombol, maka M8 akan menduplikasi remote control tersebut.

Tujuan utama Sixth Sense dibuat adalah untuk mempermudah pemakai M8 mengakses isinya dengan cepat. Tidak bisa dipungkiri, ukuran layar 5” tidak kecil. Tidak mudah dengan satu tangan saja bisa mencapai semua sisi. Seringkali diributkan soal penempatan tombol power. Dan HTC kali ini tetap menempatkannya di atas, yang menurut sebagian orang enak disamping, lebih mudah dijangkau jari dalam satu tangan. Tetapi untuk mereka yang sering mengantungi telepon, tombol power di samping juga dikeluhkan sering tersentuh ketika mengantungi telepon dan membuat unit menyala.

Untuk itu pada M8 kali ini HTC menyertakan Motion Sensor, sensor khusus tambahan yang bisa mendeteksi gerakan pada device. Tombol power di atas jadi lebih jarang disentuh. Ketika device diangkat, motion sensor sudah “merasakannya”. Sapukan jari ke atas maka tanpa menekan tombol power, layar akan membuka di aplikasi terakhir yang sedang kita buka. Misal terakhir kita sedang membuka BBM, maka aplikasi tersebut yang langsung dibuka tanpa jeda.

Swipe jadi dari kiri ke kanan, akan dibukakan Blinkfeed.

Swipe dari kanan ke kiri, akan langsung masuk ke Home.

Dan terakhir swipe dari atas ke bawah akan mengaktifkan voice command untuk menelepon cukup dengan mengatakan call (nama).

Jika dibutuhkan untuk melihat informasi jam, kalender dan cuaca, notifikasi email atau sms, cukup ketukkan jari ke layar dua kali, maka akan ditampilkan informasi tersebut.

Bagaimana mengakses menu foto yang sebelumnya bisa diakses via swipe to unlock? Ternyata motion sensor pada M8 juga disiapkan untuk itu. Dalam keadaan mati, sambil menekan tombol volume, device diputar ke arah landscape. Layar akan menyala langsung dalam mode kamera. Klik sekali lagi tombol volume, maka gambar akan di capture, atau bisa dengan cara manual, menekan icon tombol rana di layar.

Performa

Bicara performa, banyak orang selalu berpikir kunci utamanya adalah prosesor. Dalam sebagian besar benak orang, prosesor terbaru dan terkencang, ram terbesar, pasti memiliki performa terbaik. Ternyata pada kenyataannya tidak selalu demikian. Ada yang sering kita lupakan, yaitu masalah Software dan User Interface.

Saya pernah bertemu dengan salah satu product manager HTC regional, dan berdiskusi. Saat itu HTC terakhir adalah seri One Max. Saya menanyakan, mengapa sementara device lain sudah memakai prosesor Snapdragon 800, HTC masih santai dengan Snapdragon 600. Saya malah balik ditanya, bagaimana pengalaman saya mencoba HTC One M7 atau Max. Apakah pernah merasa lag, hang? Dia mengatakan  “We spend a tremendous of times, built and test software for our flagship, we test and test again, until we satisfied and believe, this will deliver the best experience for our customers”

Memang cara termudah mendapatkan angka kecepatan adalah melalui benchmark. Tapi seringkali benchmark ini tidak mewakili pengalaman asli sesungguhnya ketika kita menggunakan smartphone.

HTC M8 menggunakan jajaran prosesor terbaru dari Qualcomm, quadcore Snapdragon 801 MSM8974AC untuk pasar asia, termasuk Indonesia dengan clock 2.5Ghz. Berbeda sedikit di pasaran Amerika dan Eropa, sama menggunakan snapdragon 801, tapi dengan kode MSM8974AB yang clock speednya lebih kecil sedikit di 2.3GHz. 

 m8benchmark

Saat review ini mulai ditulis, prosesor snapdragon 801 2.5GHz dianggap sebagai prosesor yang tercepat saat ini. Benchmark antutu, diatas 35.000 poin mudah dicapai oleh M8. Beberapa percobaan real yang bisa kita saksikan di Youtube, memperlihatkan salah satu keunggulan bersatunya prosesor yang kencang dan software yang baik, menghasilkan device dengan kecepatan sangat gegas, tanpa lag. Bebarapa link video di youtube memperlihatkan M8 dalam melakukan serangakaian multi tasking dengan mudah melewati rival-rivalnya yang setara secara spesifikasi.

Yang cukup mengherankan, HTC M8, sebuah flagship phone hanya menggunakan RAM sebesar 2 giga saja. Sementara banyak device hi-end lain mulai menaikkan ukuran RAM menjadi 3 giga. Tetapi terlihat dari tersedianya free RAM dan manajemen RAM yang baik, selama digunakan tidak terjadi penurunan kinerja, stutter, atau lag. Beberapa brand lain dengan spesifikasi yang sama, dalam beban aplikasi yang mirip, terlihat hanya memiliki sisa free RAM yang jauh lebih sedikit dibanding M8.

Akhirnya Saya hanya bisa menyetujui apa yang ditulis oleh Engadget dalam review M8 yang sama: ” We tried our darndest to make it crash by loading it with countless processor-intensive tasks and graphic-heavy games, but it stood its ground like a stubborn cow.”

Tidak hanya dari kinerja prosesor dan software, ternyata M8 juga dalam pengukuran seberapa cepat device merespon ketika layar di sentuh, ternyata menduduki ranking pertama dari device yang sekarang ada. Kecepatan response time nya dinilai lesnumeriques 46ms. Pasti banyak orang mengira kalau iPhone 5s adalah device yang paling responsif ketika di sentuh, ternyata dalam pengukuran metrik yang sama, iPhone 5s hanya berada di urutan ke 4 dengan touch response time 75ms.

Phones-display-touch-response-time

Dengan response time yang baik ini, mengetik, membuka aplikasi, men-tap layar, semua terasa instan.

Unibody yang terbuat dari metal ternyata bukan hanya memberikan tampilan yang premium. Tapi dari sisi kinerja dan performa, ternyata sangat membantu untuk melepas panas yang dihasilkan prosesor snapdragon quadcore di dalamnya.

Anandtech, sebuah web IT review yang menjadi acuan para geek, mengadakan test performa antara HTC M8 dengan Samsung S5 (yang sama-sama menggunakan prosesor snapdragon 801, hanya pada HTC dengan clock lebih rendah 2.3GHz dan 2.5 Ghz).

Pada peak level, kinerja prosesor pada S5 terlihat penurunan, sedang pada M8 terus memberikan tenaga yang konstan. Penurunan kinerja prosesor ditenggarai karena panas yang dihasilkan prosesor tidak bisa segera lepas dan terperangkap dalam casing plastik, sehingga membuat kinerja prosesor menurun tidak optimal.

Memang kinerja prosesor smartphone sekarang sudah masuk tahapan luar biasa, bahkan lebih cepat dibanding prosesor pc beberapa tahun tahun lalu. Tapi efeknya memang panas yang lebih tinggi. Bahkan beberapa orang mengalami, device seperti Sony Z2 atau LG G3, beberapa kali mengeluarkan warning suhu unit terlalu panas ketika digunakan intensif, terutama pada perekaman video 2K.

“For our performance tests I turned to our usual suite of browser and native applications. If there’s one obvious takeaway from our CPU tests it’s that despite having faster silicon than HTC’s M8, the GS5 isn’t always faster. I believe this has more to do with thermals than anything else. HTC’s metal chassis is able to do a better job of dissipating heat than the GS5’s plastic chassis. I don’t believe there’s a substantial impact on user experience, but it’s interesting to note how choice in materials can have a performance impact like this” -anand tech-

Sound

 0033

HTC semenjak M7 sangat membanggakan dual frontal speakernya, yang mereka namakan dengan istilah yang sepertinya cukup bombastis: Boom Sound. Tapi dari semua review banyak yang menarik kesimpulan suara yang dihasilkan speaker built in tidak pernah sebagus boom sound. Dan sebagian lagi bertanya, mengapa dari sejarah smartphone yang cukup lama, tidak pernah terpikirkan untuk meletakkan speaker di depan dan stereo.

Ternyata teknologi boom sound, bukan hanya sekedar speaker di depan dengan suara yang kencang. Tapi setiap speaker diperkuat oleh amplifier, sehingga suara yang dihasilkan bukan hanya melulu kencang, tapi memang berkualitas dan tidak pecah. Sebab kalau hanya sekedar kencang, kita akan mengingat jaman awal-awal handphone made in China masuk ke Indonesia, ada yang meletakkan sampai 6 buah speaker di body belakangnya, sangat kencang, dan ketika berbunyi, bisa memberitahu tetangga kalau kita sedang menerima panggilan telepon, karena suaranya keras, melengking dan cempreng.

Pada M8, HTC memperbaharui lagi teknologi boomsound-nya. Kalau dulu di M7 speaker ini dibantu secara software dengan Beats audio, kini di M8 setelah HTC melepas kepemilikian saham Beats audio, HTC melengkapinya dengan software sound yang dinamakan Boom Sound. Prinsip kerjanya tetap sama, boom sound ini secara default akan menyala untuk memberikan power baik pada speaker built in atau ketika kita sedang menggunakan headphone. Dan HTC memberi kebebasan untuk boomsound ini bisa dimatikan ketika menggunakan headphone. Suara yang dihasilkan sekarang 25% lebih lantang dibanding dual frontal speaker yang ada pada M7 sebelumnya. Pemanfaatan amplifier pun dikembangkan untuk bisa memberikan power kepada masing-masing suara low, mid dan high. Sehingga dari setiap karakter lagu yang kita mainkan, speaker bisa menghasilkan suara yang lebih sesuai. Amplifier akan memberikan prioritas power kepada masing-masing karakter lagu, sehingga lagu yang menonjolkan suara penyanyinya akan terdengan lebih jernih pada suara vokal penyanyi, dan berbeda dengan lagu-lagu yang bergenre penuh hentakan beats.

Dengan teknologi boom sound, tidak hanya saat mendengar lagu dari speaker langsung yang lebih hidup, ketika sedang menonton film, dan bermain game, semuanya menjadi lebih hidup.

Salah satu alasan mengapa banyak orang memilih menonton film-film spesial di bioskop adalah karena tata suaranya yang, membuat pengalaman menonton menjadi lebih hidup, dan dual frontal speaker boom sound yang hadir pada M8 kira-kira memberikan pengalaman dalam skala mini nya.

Ukuran body smartphone M8 yang cukup panjang, yang terkadang mendapat juga kritikan kaum awam yang mengira satu baris logo htc di body depan hanya membuat bodynya lebih panjang tanpa fungsi, ternyata berperan penting pada efek boomsound yang dihasilkan M8. Ketika menonton film HD, jarak antara speaker atas dan bawah yang cukup berjauhan berhasil membuat efek dolby stereo, dimana seringkali kita berhasil menangkap suara pesawat di film yang bergerak dari kiri ke kanan, bahkan sampai berhasil memberikan efek seolah-olah pintu dibelakang kita berderit membuka ketika menonton film horror.

m8boomsound

Terkadang beberapa orang mengatakan bahwa mereka tidak membutuhkan speker yang spesial pada handphone, asal cukup kencang saja ketika ada telepon masuk. Toh mereka mengatakan akan menggunakan earphone atau headphone untuk mendengar lagu atau menonton film.

Ya sah-sah saja ketika mereka memiliki pendapat seperti itu. Tapi dari pengalaman saya selama menggunakan smartphone HTC M8 ini banyak hal yang saya tidak biasa saya lakukan menjadi kebiasaan rutin tambahan. Misalkan sarapan pagi sambil menonton videoclip youtube HD, mendengarkan lagu-lagu baru dari google music atau streaming spotifiy sambil shower, bahkan bersama-sama beberapa orang mengobrol di speakerphone. Semuanya dengan suara yang enak dan sangat jelas.

Untuk percakapan telepon, seperti teknologi sebelumnya, HTC melengkapi dengan 2 buah mic. Satu untuk berbicara, satu lagi untuk mendengarkan dan meredam suara sekitar. Ketika kita sedang di lingkungan yang bising, tanpa perlu mengatur kerasnya suara speaker di kuping, M8 bisa menyesuaikan besarnya suara yang dikeluarkan ke telinga kita, sekaligus membuang suara bising sekitar sehingga lawan bicara kita bisa mendengarkan suara kita dengan lebih jelas. Jika sinyal yang dihaslikan operator bagus, suara yang kita dengarkan untuk bercakap-cakap sangat clear.

Mic yang sama yang dilengkapi teknologi dual membrand, juga membantu ketika kita banyak merekam video di lingkungan yang menghasilkan suara beragam kerasnya, misalnya menyaksikan konser band music. Kebanyakan smartphone ketika memutar rekaman video ulang, menghasilkan suara yang tidak jelas ketika merekam banyak dentuman bass, dan membuat suara yang tidak nyaman seperti suara kibaran seng tertiup angin. Teknologi dual membran speaker pada M8 membuat hal tersebut tidak terjadi, karena sanggup merekam suara baik frekwensi tinggi maupun rendah secara bersamaan.

Camera

Tahun lalu, HTC berubah haluan soal kamera, dengan menelurkan konsep ultrapixel, yang intinya menurut HTC, pemahaman banyak orang bahwa semakin besar angka megapixel kamera adalah semakin bagus hasil foto, adalah tidak tepat.

Intinya dalam ultrapixel, megapixel kamera tidak perlu besar, karena kebutuhan foto digital di smartphone kebanyakan tidak untuk dicetak tapi lebih banyak di share ke sosial media atau hanya dilihat di layar handphone, tablet atau komputer.

Karena ukuran smartphone yang terbatas dan semakin tipis, maka sensor kamera tidak bisa besar. HTC memilih untuk memanfaatkan maksimal ukuran sensor dengan memperbesar pixel sensornya menjadi 2 micron. Dengan ini cahaya yang bisa ditangkap menjadi 3x lipat dibanding smartphone yang menggunakan megapixel besar.

Lebih dalam tentang dasar Ultrapixel, bisa dibaca di link ini Ulrapixel

Ketika bocoran tampak belakang HTC sebelum release beredar di internet, banyak orang-orang bertanya-tanya mengapa ada 2 kamera di belakang. Ada yang mengira HTC balik lagi ke teknologi jaman HTC Evo 3D yang bisa menjadikan foto tampil 3 dimensi.

Ada yang mengira pula orang akan bisa memilih menggunakan kamera biasa dengan 13 atau 16 megapixel dan bisa menggunakan utrapixel.

Jawaban yang benar ternyata HTC tetap menggunakan kamera ultrapixel berukuran 4MP di belakang, dilengkapi dengan satu tambahan kamera 2MP yang fungsinya memberikan data tambahan kepada hasil foto mengenai jarak kedalaman.

Hasilnya adalah kamera seperti lytro, yang fokusnya bisa di pilh setelah foto diambil, dan membuat blur objek lainnya, dan terkesan seperti foto profesional, karena objek foto menjadi lebih terlihat fokus. Efek ini dikenal pada fotografi sebagai efek bokeh.

Hasil Foto Standar

Hasil Foto Standar

Pemilihan re-Focus pada object bagian depan

Pemilihan re-Focus pada object bagian depan

Foto Standar

Foto Standar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemilihan re-Focus pada object bagian depan

Pemilihan re-Focus pada object bagian depan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Object foto terlihat menonjol dgn latar belakang yang blur

Object foto terlihat menonjol dgn latar belakang yang blur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0001

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengoperasiannya sangat mudah, setelah foto diambil, kita membuka galeri hasil foto, pilih edit dan memilih menu Ufocus, kemudian mentap kebagian mana objek yang ingin kita fokus, dan sisanya akan di blur. Kita bisa memilih objek di bagian depan atau dibagian belakang yang fokus.

Pada update OS yang baru, fungsi ini ditambah dengan kemampuan untuk mengatur seberapa blur background yang kita inginkan

Slider di sebelah kiri untuk mengatur tingkat blur

Slider di sebelah kiri untuk mengatur tingkat blur

Karena foto memiliki data kedalaman, tahu mana beda objek di depan dan background, dapat memberikan fitur lain selain efek bokeh, yaitu kita bisa menyelipkan gambar lain baik di depan maupun di belakang. Misalnya saja menyelipkan foto anda diantara foto teman-teman yang pergi berlibur.

Kemampuan mengenal jarak objek membuat HTC memberikan efek tambahan lain yang menarik, seperti fourgrounder dan season. Pada fourgrounder, kita bisa membuat objek di depan berupa foto, sedangkan objek di belakang seperti lukisan atau sketsa pensil. Pada menu season, foto yang dihasilkan bisa dilengkapi menjadi video dengan tambahan daun-daun sedang berguguran, bahkan salju. Menarik untuk disertakan di video liburan kita.

 

Menu Edit Foto Duo Camera

Menu Edit Foto Duo Camera

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto Standar

Foto Standar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil Akhir Edit Foto dengan efek Foregrounder

Hasil Akhir Edit Foto dengan efek Foregrounder

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ternyata tidak sampai disana, efek duo camera (begitu HTC memberi nama dual camera belakangnya), ternyata juga benar bisa menghasilkan foto 3D parallax. Ini memberi efek seperti kita melihat objek foto berbeda dari arah foto di ambil, misal lebih dari kiri, lebih dari kanan atau dari atas, dan bisa di save menjadi foto dengan arah kamera yang baru tersebut.

Entah berjanjian atau bagaimana, ternyata efek Ufokus atau bokeh ini juga ternyata ada pada flagship brand lain seperti pada Samsung S5 yang menyebutnya dengan selective focus, dan ada pula pada Sony Z2. Tak lama kemudian google juga merelease aplikasi untuk menjadikan handphone dengan minimal ber OS Kitkat bisa menghasilkan foto bokeh. Berbeda dengan HTC yang menggunakan kemampuan hardware, device-device lain ini menggunakan algoritma khusus pada softwarenya.

Hasilnya memang berbeda. Pada S5, sebelum mengambil foto kita harus menentukan dulu menu bokeh ini mau dipakai apa tidak. Foto diambil tapi memerlukan waktu yang lebih lama dalam prosesnya. Hasilnya bervariasi, terkadang masih banyak kesalahan dengan memberikan bokeh yang masih bercampur antara objek depan dan belakang. Dan foto ini juga membutuhkan komposisi yang lebih khusus supaya kamera bisa mengenali mana bagian depan dan belakang, dan tidak bisa diterapkan pada banyak situasi.

Pada aplikasi besutan google, kita perlu menggerakkan kamera ketika foto diambil supaya ada perbedaan sudut kamera sehingga bisa dimasukkan informasi algoritma ini. Keterbatasannya efek bokeh ini hanya bisa diberikan pada background, dan sangat bergantung kepada cahaya. Ketika cahaya kurang terang efek blur ini tidak bisa diterapkan.

Memang dari hi-end smartphone terkini, kamera menjadi urusan penting sekarang. Karena menurut survey pelanggan, 80% dari mereka, memilih kamera sebagai hardware dan fitur yang sangat penting untuk sebuah smartphone.

dualtoneflash

Dengan ultrapixel sendiri, sebenarnya HTC outstanding untuk mengambil foto di tempat yang kekurangan cahaya atau lowlight. Selama memakainya bisa dikatakan hampir tidak pernah saya harus mengambil foto dengan bantuan blitz/flash. Tapi untuk mereka yang membutuhkannya kali ini ada 2buah LED flash (dual tone) dibenamkan disana, dan kalau diperhatikan flashnya berbeda satu sama lain. Biasanya foto ketika menggunakan flash, menghasilkan objek yang tidak bisa menampilkan warna asli, misal pada kulit muka, yang cenderung menjadi lebih putih pucat terpapar cahaya flash. Dengan dual flash ini, dihasilkan dual tone warna flash yang memberi efek warna objek lebih sesuai dengan aslinya. Kemampuan dual flash ini juga dimiliki oleh iPhone 5s.

Setelah kemampuannya untuk memberikan efek bokeh, fitur sangat penting untuk orang-orang yang memang suka dengan fotografi adalah Manual setting. Benar-benar seperti kamera profesional, kita bisa memilih untuk memilih fokus secara manual dengan menaik turunkan slider, memilih ISO, memilih kecepatan rana, white balance, dan exposure value.

Pilihan Manual Setiing pada Kamera

Pilihan Manual Seting pada Kamera

Banyak yang bisa dilakukan dengan manual setting ini untuk hasil foto yang tidak bisa dilakukan dengan setingan otomatis.

Misal ingin memfoto suasana benar-benar lowlight, dengan hasil yang baik dan less noise.

ISO 100, Exposure 2 Seconds

ISO 100, Exposure 2 Seconds

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ISO 100, Exposure 3.2 Seconds

ISO 100, Exposure 3.2 Seconds

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Atau membuat foto jalan raya, dengan efek light painting, dimana lampu mobil berubah menjadi garis-garis panjang cahaya.

ISO 100, Exposure 4 Seconds

ISO 100, Exposure 4 Seconds

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0013

AFAIK hanya ada 2 brand smartphone yang memiliki kemampuan manual setting ini, HTC dan Nokia.

 

 

Zoe dan video highlights menjadi fitur kamera yang sering dibicarakan. Zoe memungkinkan dalam satu tekanan shutter, mengambil 20 foto sekaligus dan 3 detik video. Sedang video highlights menjadikan even foto, video dan zoe menjadi satu kesatuan dalam satu video pendek berdurasi 30 detik yang sangat menarik karena bisa dipilih tema dan lagunya.

 

Didalam galeri foto HTC juga disediakan tools lengkap untuk editing foto, dari crop, flip, draw bahkan sampai pengaturan contrast, brighnest , saturation dll, yang bisa digunakan langsung bila diperlukan tanpa perlu menginstall aplikasi 3rd party serupa. Kelebihan editing foto ini, bisa di save menjadi custom edit yang bisa digunakan instan untuk mengedit foto dalam kondisi serupa. Misal sesudah beberapa kali kita mengambil foto di malam hari, sebuah foto kita edit sampai mencapai kondisi edit yang kita inginkan. Setting edit ini setelahnya kita simpan menjadi custom edit, dan bisa langsung diterapkan pada foto malam hari lainnya tanpa harus mengulang bagian-perbagian langkah mengedit foto sebelumnya.

Beberapa contoh foto lain hasil dari kamera M8:

0024

Foto Standar

Foto Standar

Mode HDR ( High Dynamic Range)

Mode HDR ( High Dynamic Range)

0019

Macro

Macro

0001

0032

0017

Mencoba kamera dalam kondisi sangat lowlight dalam box Oppo tanpa blitz

Mencoba kamera dalam kondisi sangat lowlight dalam box Oppo tanpa blitz

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk kamera depan sendiri, HTC M8 dilengkapi dengan kamera 5 MP dilengkapi BSI sensor. Cukup unik kamera depan ini karena lensanya wide atau lebar, sehingga dengan jangkauan tangan saja tanpa tongsis, sudah mampu mengambil foto selfie yang lebar seperti menggunakan tongsis. Kelebihan lain dari kamera depannya yang jarang dimiliki oleh brand lain adalah kemampuannya menggunakan mode HDR sehingga tetap bisa menangkap foto selfie dengan background terang tanpa menjadi siluet. Selain itu biasanya kamera depan sangat payah di tempat lowlight atau kurang cahaya, tetapai kamera depan M8 ini tetap sanggup mengambil foto selfie yang baik di kondisi tersebut. Kamera depan ini juga dilengkapi kemampuan merekam video 1080p.

Terakhir, hal penting kamera pada smartphone adalah masalah kecepatan. Karena bagaimanapun juga smartphone selalu ada bersama kita, baik sedang dipegang, atau disaku. Seringkali banyak momen-momen menarik yang butuh cepat di diabadikan, dan sulit terulang.

Setelah dalam launchingnya, Samsung S5 memakai teknologi kamera PDAF, phase detection auto focus, dan LG G3 menggunakan Laser untuk auto focus, ternyata hasil dari test Phone Arena, kamera M8 tetap menjadi yang tercepat.

Camera Speed Phone Arena

Camera Speed Phone Arena

Daya Tahan

Smartphone sekarang kemampuannya semakin baik, semakin betah dan lama orang-orang menatap layar smartphone untuk bekerja, bermain, mencari informasi dll. Akhirnya karena menjadi device andalan, dibutuhkan daya tahan baterai yang kuat.

Ada 2 cara ditempuh vendor untuk memberikan daya tahan yang dianggap baik atau cukup.

Cara pertama paling mudah adalah memberi baterai dengan kapasitas besar. BIasanya berimbas pada ukuran tebal dan berat smartphone.

Cara ke dua dianggap lebih sulit, tetapi mempunyai achievement sendiri, yaitu efisiensi.

HTC untuk produk flagshipnya, dan juga brand-brand besar lain biasanya mencoba mengambil langkah ke-2.

Di kala sekarang baterai smartphone sudah banyak yang diatas 3000 mAh, HTC M8 memiliki kapasitas 2600 mAh. Sementara rival terdekatnya Samsung S5 di 2800 mAh.

Bedanya HTC meneruskan tradisi non-removeable battery seperti iPhone yang menggunakan Lithium Polymer, Samsung S5 menggunakan removeable battery berbahan Lythium iOn.

Banyak yang memiliki pandangan, semakin cepat sebuah smartphone, maka akan semakin boros juga baterai nya. Ternyata tidak.

Prosesor-prosesor terbaru bukan hanya cepat, tapi juga lebih sedikit memakai energi,

Ditambah perpaduan kernel dan OS yang baik, maka didapat efisiensi yang lebih optimal sehingga baterai menjadi tahan lama.

Untuk pemakaian berat, M8 sanggup dipakai dari pagi pergi berkerja hingga malam hari.

Dibandingkan pendahulunya M7, baterai HTC M8 40% lebih tahan lama, walau sebenarnya hanya bertambah 300 mAh saja.

Untuk negara kita, banyak orang yang mengalami daya tahan baterai smartphone-nya tidak begitu baik. Ini diperkirakan karena koneksi sinyal dari operator yang seringkali timbul tenggelam coveragenya, sehinga smartphone harus mengeluarkan daya yang lebih untuk mencapai BTS yang lebih jauh.

m8Baterai

Karena begitu pentingnya smartphone, sekarang orang berharap bisa bertahan lebih lama walau baterai sudah krisis. Untuk itu beberapa smartphone unggulan sudah menerapkan extreme energy savings mode. Dengan mode ini, smartphone seperti berubah menjadi handphone standard yang fungsinya lebih terbatas hanya untuk telepon, sms dan beberapa fitur standard seperti kalkulator, atau email yang harus di pull.

Dengan mode ini, sisa baterai yang ada bisa bertahan jauh lebih lama. HTC mengatakan 5% sisa baterai, dengan extreme power saving bisa bertahan sampai 15 jam. Atau jika dari 100% menggunakan extreme power saving, bisa bertahan hingga 14 hari.

Menggunakan prosesor Qualcomm, HTC pada M8 sebenarnya sudah mengaktifkan fitur Quick Charging 2.0 yang membuat penge-charge an menjadi lebih cepat. Hanya dikabarkan fitur ini baru optimal nantinya dengan charger khusus yang akan dijual terpisah.

Daya tahan bukan hanya baterai saja, tapi juga toughness, atau kekuatan unitnya. Rata-rata setiap orang menyalakan teleponnya sehari sampai 150 kali. Berarti bisa jadi unit keluar masuk kantung, tas, atau diangkat dan diletakkan kembali diatas meja. Terbentur dan terjatuh sangat mungkin.

Selama mencoba kurang lebih 3 bulan, ternyata unit M8 yang dipakai naked tanpa case dan screen protector, masih terlihat mulus dan baik. Sempat juga terbentur dan jatuh, walau tidak terlalu keras, tetapi tidak terlihat ada bekas. Kemungkinan gores yang kentara adalah pada lensa kamera, jika banyak disimpan di dalam kantung. Setelah beberapa lama keluar masuk kantung, terlihat ada sedikit kabut pada lensa kamera, tetapi bisa dibersihkan dengan gel pembersih plastik atau menggunakan pasta gigi.

Dari segi toughness, pemakaian unibody metal casing juga berimpak pada solidnya unit. Tidak ada suara “kriet-kriet” pada m8, bahkan ketika kita coba memelintirnya seperti memeras ketika mencuci baju, tidak ada deformasi sama sekali. Hal yang sama dicoba kepada beberapa flagship brand lain yang terbuat dari polycarbonate, terdengar bunyi “kriet-kriet” yang nyata.

Sayangnya memang ketika brand lain sudah melangkah ke smartphone yang tahan air, HTC pada flagshipnya belum melangkah kesana. Walaupun memang kita bisa lihat di youtube ada yang benar2 mencoba merendam M8 dalam baskom selama 1 jam dan tidak apa2, bukan berarti kita boleh mengikutinya :-). Tapi bukan berarti sama sekali M8 tidak boleh kena air, karena ternyata M8 mengantungi sertifikat ketahan IPX3. Sertifkat ini masih memungkinkan handphone dipakai bertelepon ketika terkena hujan.

Jelasnya ini bunyi sertifikat IPX3 “Protected against spraying water – Water spraying up to 60 degrees from vertical at 10 liters/min at a pressure of 80-100kN/m2 for 5 min”.

Accessories

Dot View Case

Saat direlease, M8 memperkenalkan asesoris barunya yang kemudian mendapat penghargaan Design Gold Award di acara Computex dan D&I award. Asesoris ini sebenarnya sebuah flipcase yang dinamai Dot View case.

Ketika ditutup, case yang terbuat dari penutup karet bermotif dot, bisa meneruskan tampilan info pada layar yang terlihat sebagai rangkaian dot bercahaya. Cukup ketuk layar 2 kali maka info seperti jam dan cuaca akan ditampilkan.

Ketika ada telepon, akan ditampilkan nama penelepon dan tanpa harus membuka casenya, kita dapat menswipe jari diatas case apakah akan menerima atau menolak telp. Notifikasi masuknya SMS, email, misscall dan kondisi baterai yang lemah juga bisa tampil di dotview. Bahkan setelah update, aplikasi ini bisa menggantikan background nya yang semula kosong dengan tambahan wallpaper atau logo.

0002

rps20140712_142038_586

BoomBass NFC Speaker

Untuk mereka yang ingin menambah keasikan menonton film atau mendengarkan musik yang lebih penuh dentuman, boombass speaker yang berukuran kecil berbentuk kotak kubus 6.4cm bisa membuat kaget pendengarnya. Tidak akan mengira dari kubus kecil ini akan bisa menghasilkan suara bass yang menggelegar.

Dengan kemampuan NFC, cukup tap HTC M8 di atas speaker dan akan terkoneksi melalui bluetooth yang sudah support teknologi aptx, yang membuat musik bisa di transmit dengan kualitas CD audio. Bedanya dengan kebanyakan bluetooth speaker, dimana semua suara  dari device akan dipindahkan ke bluetooth speaker, pada boom bass tidak demikian. Kedua frontal speaker pada M8 tetap berfungsi, dan boombass akan menjadi sub woofer, sehingga efek suara dolby stereo ketika menonton film, atau midrange ketika mendengarkan lagu tetap terjaga.

BoomBass NFC Speaker

BoomBass NFC Speaker

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HTC Fetch

Gantungan kunci ini sekilas seperti gantungan kunci biasa berlogo HTC. Tetapi di dalamnya sebenarnya ada perangkat berteknologi bluetooth low energy.

Gunanya untuk saling mencari, ketika kita sering kelupaan dimana tadi meletakkan HTC Smartphone. Dengan menekan tombol pada fetch, smartphone yang dicari akan berbunyi, walaupun sedang silent. Fetch ini juga akan berbunyi jika kita ketinggalan smartphone, misal masih diletakkan di dashboard mobil ketika turun. Ketika terpisah jarak sesuai kemampuan bluetooth (around 5m-10 m) maka fetch akan mengingatkan kalau smartphone tertinggal.

Kebalikannya fetch ini bisa menjadi gantungan kunci, misal kunci mobil. Secara bergantian, smartphone HTC bisa mencari lokasi dimana kunci mobil ini diletakkan atau tertinggal. Ketika jarak jangkauan bluetooth terpisah, bisa di set otomatis, supaya fetch mengirimkan email berisi posisi koordinat peta lokasi terakhirnya. Untuk mereka yang sering bepergian, fetch ini bisa juga digantungkan di koper atau tas, yang memberi early warning ketika tas tertinggal atau berubah posisi. Atau gantungkan pada balita ketika jalan-jalan ke mall, sehingga bisa segera memberi peringatan ketika mereka berjalan menjauh.

HTC Fetch

HTC Fetch

HTC Mini+

Device berbentuk telepon mungil ini sebenarnya berfungsi seperti handsfree earphone bluetooth yang jamak kita temui. Hanya bentuknya menyerupai handphone lengkap dengan tombol angka dial telepon.

Diperuntukkan untuk mereka yang merasa ketika dipakai bertelepon, ukuran HTC M8 (atau one Max) dirasa terlalu besar. Device ini akan menjadi alat penerima dan panggilan telepon. Tersambung dengan bluetooth, dan tidak bisa berdiri sendiri dengan diisi simcard. Praktisnya mudah dikantongi karena ukurannya yang kecil.

Selain untuk menerima dan memanggil telepon, HTC Mini+ ini juga bisa berfungsi untuk menjadi remote televisi dan remote untuk presentasi.

HTC Mini+

HTC Mini+

Wrap Up.

0025

Sampai tulisan ini selesai di cicil, di tulis dalam rentan 3 bulan, (sambil melihat perkembangan yang terjadi setelah HTC M8 di release), secara desain M8 masih bisa dibilang sebagai urutan paling atas, baik dari bentuk dan bahan yang digunakan.

Bahkan LG G3 yang direncanakan dibuat dari bahan metal yang sama akhirnya menggunakan plastik dan hanya diberi metal pelapis. Pihak eksekutif LG mengatakan jika mereka berkeras untuk membuatnya premium, maka setiap unit akan berharga lebih mahal $300 lagi. Ini semakin menambah nilai lebih, bahwa device berbahan metal bukan hanya mengenai bahan, tetapi di dalamnya dibutuhkan lebih banyak effort dan teknologi yang lebih untuk membuatnya. Salah satunya teknologi untuk mengatasi ter-blok nya sinyal oleh bahan metal, yang aplikasi teknologinya berhasil di terapkan di HTC M8.

M8 seolah-olah menjadi pertaruhan HTC, apa bisa mengangkat keterpurukannya dan kembali bisa memimpin atau benar dilupakan. Apakah M8 akan meneruskan kejayaan M7, untuk menjadi smartphone terbaik lagi di acara GSMA tahun depan?

Hasil report finansial Q2 yang baru saja di release, ternyata setelah berkali-kali merugi, HTC kini bisa menikmati untung kembali, walaupun masih sedikit. Bukan berarti masa kritis sudah terlampaui, tetapi sedikitnya memberi angin baru untuk HTC dengan kehadiran M8.

Wind of change?.. Semoga 🙂

5 replies on “HTC One M8, re-View”

  1. Review yang telaten oom Lucky..
    Saya juga user M7 yang sudah betah bertahan setahun 3 bulan.

    Setelah baca review ini jadi yakin untuk naik kelas ke M8. Sepertinya bisa awet untuk dipakai setahun ke depan juga.

    Anggaran acang tahunan saya jadi gak besar nih..hehehe

  2. tula on

    akhirnya terasa juga HTC all out kali ini ….

    sip deh, persaingan makin seru, bukan cuma geber2 an procs, mpix, ram

    thankx review nya keren banget.

    saya baca nya juga nyicil om lucky 🙂
    beberapa jam sekali baca sebagian sebagian, so nikmat bacanya …..

  3. faisal malik on

    Saya nyesel baca review ini,
    2 minutes after reading this review langsung angkat telepon beli M8.
    Review ini emang gila, istimewah!!
    Sukses bikin rekening kurus.
    Salute buat om lucky, salute for htc for the most beautiful product they ever made.

  4. Renanta on

    Om duo camera tiap kali masuk edit u focus muncul duo effects unavailable for this image.. waktu mau capture duo camera is blocked make sure all lennce uncoverd. Padahal tangan ga ada yg blocked cameranya.mohon infonya om itu kenapa ya?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.