Moto 360 2nd Gen, Review

Gambar1

Artikel ini pernah dimuat di detik.com yang bisa dibaca di link ini: artikel detik . Pada blog ini sedikit lebih lengkap saja, dan lebih banyak gambar penunjang.

Pengantar

Sejak kisah Dick Tracy dan James Bond yang memperlihatkan jam tangan mereka memiliki fungsi lain, dari hanya sekedar penunjuk waktu, dunia berharap suatu saat sungguh hal ini akan terjadi.

Sebenarnya sejak jaman Palm OS dulu, sudah ada beberapa pembuat jam, misalnya Fossil,  membuat jam tangan dengan kemampuan lebih. Hanya saja saat itu jam tangan pintar, yang akhirnya kita kenal dengan nama smartwatch, baru sekedar memindahkan tampilan PDA ke layar micro sebuah jam tangan.

Ketika Pebble tahun 2012 diperkenalkan sebagai sebuah smartwatch baru yang bisa terkoneksi dengan device android dan iOS lewat kickstarter program, kemudian disusul Samsung dengan smartwatch Galaxy Gear-nya,  hype terhadap smartwatch muncul kembali.

Momentum besar smartwatch terjadi ketika google di tahun 2014 mengumumkan android wear, OS khusus android untuk smartwatch. Dengan adanya OS khusus ini, sama seperti smartphone android, sekarang banyak brand bisa membuat smartwatch.

Pertama kali Google memperlihatkan prototype smartwatch android dari Motorola, yang dinamai Moto 360, banyak orang terkesima, karena berbeda dengan smartwatch lain yang sudah ada terlebih dahulu, adalah bentuknya yang benar mirip sebuah jam tangan kebanyakan, dalam bentuk bundar. Sementara itu kebanyakan smartwatch yang sudah ada berbentuk kotak.

Dalam perkembangannya terlihat bahwa mengolah bentuk smartwatch lebih sulit dibanding mengolah smartphone yang sudah mempunyai dasar satu bentuk, kotak. Jam tangan dipertimbangkan bukan lagi dari sekedar teknologi dan spesifikasi yang dibenamkan didalamnya seperti smartphone, tetapi pertama kali orang melihat dan ingin menggunakannya, pilihan utama mereka adalah bentuk dan desain.

Menurut fungsi yang diturunkan dari smartphone, tentu saja bentuk kotak adalah bentuk yang rasional, layar kotak lebih mudah dibuat, baterai lithium kotak lebih umum, dan membaca tulisan dalam jajaran layar kotak yang rapi di sisi kiri dan kanan, lebih standar dan efisien dalam menggunakan space. Tetapi sekali lagi, bentuk tetap menjadi yang utama pada smartwatch, yang kali ini memaksa para vendor berkompromi dengan bentuk komponen spare part, misalnya bentuk baterai yang pada dasarnya kotak, untuk mencapati kapasitas optimal pada smartphone yang bentuknya bundar.

 

Gambar2

Desain

Saat ini Moto 360 sudah sampai pada versi ke-2 nya, yang sering disebut sebagai Moto 360 2nd Gen(eration) atau Moto 360 2015, karena diperkenalkan di tahun tersebut. Moto 360 2nd Gen ini lebih sempurna dibanding versi sebelumnya.

Belajar dari perkembangan pasar smartwatch, banyak orang menginginkan smartwatch tampil lebih sebagai jam tangan dibandingkan sebuah produk layaknya smartphone. Sebagai pionir yang membuat smartwatch dalam bentuk bundar, Moto 360 2nd gen di desain dengan arahan bagaimana biasanya standar jam tangan dirancang. Tersedia dalam 2 ukuran diameter lingkaran, 42mm dan 46mm, dimana ukuran yang lebih kecil biasanya ditujukan untuk wanita atau pria dengan ukuran pergelangan tangan kecil.

gambar3

Jika Moto 360 pertama harus menggunakan tali jam khusus untuk smartwatch tersebut, pada 2nd gen Mot0 360 disediakan Lug, dudukan tali jam standar. Kita bisa menggantinya dengan tali jam tangan biasa yang kita suka.

Tali jam atau watch strap yang bisa diganti, selain memberikan pilihan mudah bagi penggunanya untuk memilih kombinasi yang cocok, juga secara praktis membantu dalam optimalisasi penggunaannya. Misal saat akan berolahraga bisa mengganti strap dengan bahan dari karet, dan saat menggunakan pakaian resmi bisa menggantinya strap nya dengan bahan kulit, atau dalam kegiatan sehari-hari menggunakan strap metal. Penggantian strap ini juga mudah, karena disediakan kunci quick release, yang tanpa harus menggunakan alat bantu khusus bisa digeser untuk membuka tali jam dari tempatnya.

gambar4

Body dari Moto 360 terbuat dari stainless steel, mengesankan smartwatch tersebut tampil mahal dan kokoh. Desainnya yang simpel dengan frame yang tipis, membuatnya mudah cocok dengan berbagai tampilan watchface. Body jam tersedia dalam 3 warna, gold, silver, dan black.

Hanya ada satu tombol “home” saja pada smartwatch ini dengan ring berwarna emas sebagai aksen dan logo M diatas tombol. Tombol power ini sekaligus berfungsi untuk kembali ke watchface awal saat di klik sekali, dan untuk mematikan atau me-restart smartwatch saat ditekan lama.

gambar5

Pada bagian belakang smartwatch ada sebuah lingkaran optikal yang berisi sensor untuk mengukur detak jantung dengan teknologi photoplethysmogram (PPG). Prinsip kerjanya sederhana, cahaya hijau dikeluarkan oleh sensor ini mengenai kulit, dan menghitung jumlah cahaya yang disebarkan oleh aliran darah dibawahnya. Sensor ini mudah mendeteksi detak jantung tanpa perlu menekan smartwatch untuk sangat menempel dengan tangan.

gambar6

Sebuah lubang mic kecil untuk memberikan perintah suara “ok google”, terdapat di sisi diagonal bagian kiri berseberangan dengan tombol power.

Kaca atau lens dari smartwatch Moto 360 diperkuat lapisan tahan gores Corning gorilla glass 3, dilengkapi sensor sentuh yang responsif dan tetap dapat bereaksi walau jari tangan terbungkus sarung tangan.

Dibawahnya layar LCD dengan kerapatan 233 ppi, lebih tinggi karapatan nya dibanding moto 360 pertama, menghadirkan tulisan dan grafis yang terlihat lebih halus dan tajam. Luas lingkar layarnya penuh sampai pinggiran metal casing, tidak ada bezel hitam disekelilingnya, seperti yang biasanya terjadi pada smartwatch berbentuk kotak. Frame metal yang tipis menjadi nilai desain yang lebih yang dimiliki Moto 360, sehingga smartwatch tampil lebih futuristis.

Ciri khas layar moto 360 adalah “flat tire” atau ban kempes di bagian bawah, yang membuat lingkaran jam sebenarnya tidak sempurna. Ada sebagian kecil lingkaran jam di bagian bawah yang ter blok hitam.

gambar7

Sebenarnya bagian ini diperlukan smartwatch karena berisi ambient sensor, sensor yang mendeteksi kecerahan cahaya di sekitar jam, untuk menentukan seberapa terang backlight harus diberikan, agar layar jam tetap terlihat jelas. Backlight yang dihasilkan juga cukup terang untuk tetap bisa melihatnya dibawah terang sinar matahari langsung. Kecerahan layar bisa diatur manual pada smartwatch, dan ada pilihan untuk memboost tingkat kecerahannya untuk tampil maksimal beberapa saat.

Moto 360 2nd Gen ini sudah dilengkapi sertifikasi IP67, yang berarti tahan debu, dan terkena air, baik air hujan, bahkan direndam sampai kedalaman 1 meter. Ketahanan ini membuat Moto 360 bisa aman dibawa untuk berbagai aktivitas outdoor, seperti mengendarai motor, olah raga dan petualangan.

gambar8

 

Watch Face

Selain bentuk luar dan ukuran, brand dan tampilan jam nya sendiri atau yang dikenal dengan sebutan watch face, menentukan minat orang akan jam tersebut. Jam bukan lagi sekedar penunjuk waktu, melainkan dianggap juga sebagai asesoris penunjang penampilan. Selain fungsi lebih dari smartwatch, pilihan tampilan watch face ini mendapat banyak pertimbangan. Jika kita bukan seorang kolektor atau penggemar khusus jam, rata-rata kita hanya memiliki 1 atau 2 buah jam tangan dan memakainya untuk waktu yang cukup lama. Ide sebuah jam yang sama tetapi  bisa berganti-ganti tampilan terlihat menarik, dan Moto 360 dengan bentuk bundar, sekarang ini  memiliki ribuan desain watch face. Rancangan watch face nya tidak sekedar terbatas dari brand Moto sendiri, tetapi tersedia banyak watch face yang dibuat oleh developer atau perorangan, baik yang berbayar maupun gratis. Tidak hanya rancangan desain baru, banyak sekali watch face yang mengambil bentuk dari jam asli bermerek, termasuk jam-jam mahal. Mudah sekali menemukan watch face dari Rolex, Tag Heuer, Omega, Breitling, Tissot, Seiko, Hublot dan banyak lagi brand, hingga jam yang tampilannya unik berbeda dengan jam standar seperti brand Klokers.

gambar9

Yang membedakan jam asli (analog) dan jam dengan layar digital adalah persepsi kedalaman, atau 3 dimensi. Pada jam asli kita melihat dibawah lensa terdapat jarak antara lensa ke hour hand atau jarum jam, ke minute hand, dial ring yang menonjol, lubang untuk tanggal, dll. Pada smartwatch praktis kedalaman ini tidak ada, karena semua ditampilkan di layar yang rata. Tetapi  cerdiknya, algoritma script android wear, membuat smartwatch watch face diolah sedemikian rupa, sehingga kedalaman ini bisa diciptakan dengan menyertakan bayangan dan efek pantulan. Bayangan dan efek pantulan ini, penempatannya juga bisa mengikuti sensor gerakan gyroscope, disesuaikan dari kemungkinan cahaya jatuh dari arah mana dan harus memberikan bayangan kemana saat mata kita memandangnya. Misalnya contoh di bawah ini, memperlihatkan ada kedalaman seperti jam sesungguhnya, di Moto 360 watch face.

gambar10

Semakin pandai pembuat watch face, bisa semakin mirip jam aslinya, bahkan semua bagian jam bisa bergerak dan berfungsi, tidak hanya tangan jam, menit atau detik, tetapi jika ada tampilan gerigi mesin yang bergerak, semuanya bisa bergerak, berputar,lengkap dengan efek bayangan dan pantulannya. Sungguh hidup.

Untuk jam digital, seperti Casio G-Shock yang biasanya memiliki banyak tombol, salah satunya  tombol select, untuk berganti tampilan digital dari jam ke tanggal, ke timer, ke alarm, dll, ternyata bisa dilakukan dengan men-tap jari pada layar tempat dimana tombol berada, bahkan bisa mengaktifkan backlight led yang menjadi ciri khas jam digital.

gambar11

Tampilan wajah jam bisa di set untuk ambient on atau off. Ketika ambient on, selama digunakan di tangan, watch face  selalu ditampilkan, tetapi kebanyakan dalam desain yang lebih hemat daya. Jadi dari sebuah desain wajah jam, biasanya terdiri dari 2 tampilan, tampilan saat standby yang lebih sedikit berpendar, dan tampilan full yang otomatis menyala ketika pergelangan tangan digerakkan menghadap ke wajah kita. Ketika ambient di set off, saat pergelangan tangan tidak diputar menghadap ke wajah, layar mati dan tidak ada yang ditampilkan.

gambar12

Para pembuat watch face beragam ini terdiri dari banyak komunitas, yang biasa berkumpul di google+ atau di website yang memang menyediakan beragam tampilan watch face. Kebanyakan jika kita menginginkan model watch face dari jam-jam bermerek keren, jika tidak ingin repot membuatnya, tinggal mendownload dari komunitas tersebut, dengan sebelumnya membeli aplikasi watchmaker premium di google play yang harganya hanya beberapa ribu rupiah. Penggantian watch face bisa dilakukan melalui aplikasi android wear pada smartphone, atau langsung pada layar smartwatch, dengan men- tap and hold layar untuk menampilkan koleksi watch face.

 

Apakah kita membutuhkan smartwatch?

Pertanyaan yang cukup sering ditanyakan oleh banyak orang ketika melihat kita mengenakan smartwatch adalah, apa fungsi dan kelebihannya?

Benar, smartwatch saat ini belum sepopuler smartphone, masih banyak orang menebak-nebak apa gunanya?, apa nyaman melihat di layar sekecil itu?, apa bisa menggantikan smartphone?, apa bisa menelepon?, dan masih banyak pertanyaan lain.

Tidak bisa dipungkiri, di era internet sekarang orang juga semakin sibuk dan “harus” bisa dihubungi kapan saja. Informasi dari internet berupa chat baik berisi urusan kantor, bisnis, sampai remeh temeh tidak bisa berhenti, belum lagi arus berita tentang kejadian yang baru saja terjadi, email, media sosial, dll, terus silih berganti berdatangan. Makanya tidak heran kalau studi  mengatakan rata-rata setiap orang sehari menyalakan smartphone-nya sampai 150 kali.

Informasi ini akhirnya harus kita sendiri yang mem-filter, mana yang prioritas, mana yang bisa direspon nanti, dan mana yang bisa diabaikan.

Saat mengemudi dan ada pesan yang masuk, sulit buat orang yang sudah terbiasa merespon cepat untuk menunggu. Walau tahu menggunakan telepon saat menyetir membahayakan, resiko ini tetap sering diambil. Apalagi jalanan kota besar yang macet, mengharuskan banyak orang berada lama di jalan, dan membiarkan pesan begitu lama diam tidak segera di respon, seringkali bukan pilihan yang baik juga jika pesan tersebut penting. Begitu juga saat rapat, saat dalam acara penting, yang mungkin mengeluarkan smartphone dianggap tidak pada tempatnya, atau bahkan ketika sedang mengendarai motor. Disaat seperti itulah menerima notifikasi di smartwatch bisa sangat membantu, untuk tahu secepat apa pesan tersebut harus di respon.

Smartwatch menjadi “perpanjangan” layar dari smartphone, dan kita bisa memilih notifikasi apa yang akan ditampilkan di smartwatch. Untuk mereka yang tidak suka smartphone mereka ribut  ketika ada notifikasi pesan berbunyi, semua bisa dipindahkan ke smartwatch, dan smartphone sendiri bisa dipilih untuk tidak bersuara.

Ketika pesan diterima, Moto 360 akan vibrate/bergetar dan judul pesan beserta sebagian isi pesan awal  diterima.

gambar13

Karena dirancang untuk bisa merespon cepat, tidak selalu semua pesan yang masuk dan ingin dibaca, harus menggunakan sentuhan jari pada layar. Moto 360 memiliki sensor akselerometer, yang akan mengenali gerakan pergelangan tangan kita untuk merespon. Bayangkan sulitnya ketika kita sedang mengemudi motor dan ingin membuka pesan, apakah memungkinkan tangan kanan yang sedang memegang tuas gas harus dilepaskan, kemudian stang motor hanya dipegang tangan kiri dan tangan kanan menyentuh layar untuk membuka pesan. Terlalu riskan untuk berakrobat di jalan. Hal yang sama juga bisa terjadi jika tangan yang satu sedang menjinjing barang belanja atau tas.

Ada 5 macam gerakan gesture pergelangan tangan yang bisa dikenali Moto 360 dengan cukup akurat.

gambar14

Membuka notifikasi pesan yang muncul dari bagian bawah Moto 360, tinggal memutar pergelangan tangan dari bawah ke atas seperti seolah melemparkan pesan dari bawah ke atas.

Jika pesannya panjang, lakukan gerakan yang sama untuk men-scroll pesan per halaman layar smartwatch. Jika ingin membalik pesan, lakukan gerakan memutar pegelangan tangan sebaliknya.

Jika ada 2 notifikasi pesan, misal pesan pertama whatsapp dan pesan ke-2 email, setelah putaran pergelangan pertama mengeluarkan notifikasi whatsapp, lakukan putaran yang sama ke-2 untuk notifikasi email, kemudian ayunkan tangan kebawah untuk membuka email. Jika tangan diangkat maka kita melakukan satu langkah mundur atau back, keluar dari pesan tersebut. Untuk segera kembali ke layar utama, kita tinggal memutar pergelangan tangan bolak balik, seperti ketika hendak memperbaiki posisi jam tangan.

Gesture ini bisa dilakukan untuk mengakses semua menu tanpa harus menekan layar. Berguna dengan cepat untuk mengeluarkan menu seperti do not disturb (DnD), jika kita baru sadar belum mengubah profil ketika sudah masuk ke rumah ibadah atau rapat penting yang tidak boleh ada distraksi, tanpa menarik perhatian sedang mengoperasikan perangkat elektronik. Ketika DnD ini diaktifkan dari smartwatch, otomatis smartphone juga masuk ke menu DnD, tidak ada lagi gannguan notifikasi.

Tentu saja jika ke dua tangan kita sedang bebas, navigasi pada smartwatch bisa dilakukan layaknya seperti kita menyentuh layar smartphone. Pada smartwatch gesture sentuh ini dibuat sederhana, tap, tap and hold, dan swipe. Geser jari ke atas sedikit untuk membuka notifikasi, swipe ke kanan untuk menghapusnya, atau swipe ke kiri untuk membalasnya. Dalam waktu singkat, touch gesture ini akan mudah dipahami.

Untuk membalas dengan segera pesan yang masuk, perintah suara untuk mendikte kalimat sangat berperan disini, dan bagusnya sudah support untuk bahasa Indonesia, karena semuanya berbasis google voice yang sudah dikenal sangat peka, dan bisa mengerti kata-kata yang kita ucapkan walau sangat cepat. Tentu saja kita juga bisa memilih bahasa pengenalan suara dan multiple bahasa, jika kita  memang menggunakannya, misalnya bahasa Inggris dan Indonesia. Kalau takut pengenalan diktasi bahasa Indonesia kita menjadi terlalu baku dan resmi, ternyata mendiktekan bahasa Indonesia juga bisa dalam kata-kata pergaulan sehari-hari, seperti “lu” “nggak” dan “gua”.

Setelah kalimat diucapkan, akan ditampilkan teks hasil perubahan dari suara, dengan sedikit jeda waktu sebelum otomatis dikirimkan, yang cukup untuk kita lihat dan batalkan jika terjadi kesalahan diktasi.

gambar15

Perintah suara ini pada Moto 360 tidak hanya untuk mengetikkan kalimat, tetapi sama seperti google now pada smartphone, untuk memberikan perintah suara. Misalnya untuk mencatat nota, membuat reminder, menjalankan aplikasi, dll. Sayangnya perintah suara ini masih harus dalam bahasa Inggris, tetapi cukup berguna untuk dengan cepat men-set alarm, reminder, menulis notes, dll, contohnya:

“Remind me to buy milk and eggs”

“Wake me up in 1 hour”

“Play music” , dll

Jika diperlukan dan terbiasa menggunakan keyboard untuk input, kita bisa menginstall keyboard untuk Moto 360 dari pengembang aplikasi lain. Menu keyboard original akan ada nanti saat update OS Android Wear 2.0, di kwartal ke tiga  2016 nanti.

 

Untuk melihat lebih pasti apakah kita bisa terbantu dengan keberadaan smartwatch, mari kita lihat lebih dalam apa yang mungkin dilakukannya.

#PIM

Di dunia bisnis, Personal Information Manager sangat berarti, apalagi untuk mereka yang sangat sibuk dan sangat bergantung terhadap jadwal. Moto 360 akan senantiasa menampilkan pengingat untuk calendar, task, todo yang kita miliki, termasuk memberikan info apakah rekan atau keluarga kita sedang berulang tahun, data yang mungkin kita dapat dari notifikasi media sosial seperti Facebook.

Selain itu, jika kita mengaktifkan Google Now pada smartphone, informasi yang bisa muncul di smartwatch semakin beragam, dari jarak tempuh dan perkiraan waktu untuk ke tempat pekerjaan atau kembali ke rumah, sesuai kondisi kepadatan jalan raya, bahkan sampai informasi dan jadwal penerbangan kita, hotel, itinerary, dll,  bila data tersebut ada di email kita. Di beberapa bandar udara, bahkan boarding pass sudah bisa di scan cukup melalui data “barcode” yang ditampilkan di layar smartwatch.

gambar16

 

#Olahraga

Mungkin ada diantara teman kita yang kita lihat men-share statistik hasil olah raganya di media sosial. Mungkin kita melihat perubahan pada mereka, dari seorang yang asalnya tambun, sekarang terlihat langsing, dan rajin mengikuti lomba olahraga. Kebanyakan dari mereka menemukan motivasi lebih, ketika menggunakan bantuan aplikasi untuk mencatat perkembangan kegiatan olahraga mereka.

Aplikasi-aplikasi tersebut biasanya sangat bergantung dengan informasi data dasar, seperti berapa banyak langkah, atau jarak tempuh, yang didapat hari ini. Kemudian menghitung kalori yang dikeluarkan, dan menyarankan asupan kalori makanan yang seimbang untuk mencapai goal kebugaran. Cara termudah mendapat informasi tersebut berawal dari memiliki smartband atau smartwatch yang mendukung perhitungan tersebut.

Moto 360 memang dipersiapkan salah satunya untuk kebugaran, karena dengan bentuk jam tangan, tahan air, memiliki sensor langkah dan detak jantung, memudahkan memonitor kegiatan olahraga.

gambar17

Apakah sekedar memiliki goal untuk melakukan sedikitnya 5000 langkah sehari, sampai kegiatan berlari, naik sepeda, fitness, dll. Moto 360 bisa mengingatkan apakah goal hari ini sudah tercapai atau belum, bahkan mengingatkan apakah sudah minum cukup cairan hari ini. Input yang mudah, hanya pada jam tangan, dan sebagian besar otomatis, membuat kita biasanya mau membuat log tersebut.

Banyak aplikasi untuk memonitor kegiatan olahraga ini tersedia gratis di play store, dan bisa ter-sync atau melakukan pertukaran data dari Moto 360. Diantaranya Google Fit, Runtastic, Runkeeper, Under Armour, Nike+, dll.  Aplikasi olahraga lain bisa ditambahkan untuk memberikan data ketika sedang melakukan fitness, misalnya jumlah repetisi angkatan, type latihan, berat beban dll.

Para penggemar olahraga seperti Golf bisa memanfaatkan lebih smartwatch ini. Dari sekedar mencatat score golf, melihat kondisi lapangan golf melalui GPS, sampai bisa merekam data ayunan stick golf untuk dipelajari dan disempurnakan.

Sensor yang sama pada smartwatch juga bisa kita gunakan untuk memantau tidur. Data yang direkam oleh sensor akselerometer dan gyroscope pada Moto 360 selama tidur, akan diolah oleh aplikasi untuk memberi info apakah waktu dan pola tidur kita sudah cukup. Apakah kita bisa menikmati deep sleep, tidur yang paling pulas, atau tidak. Dari data ini, aplikasi bisa menyarankan untuk membantu memperbaiki pola tidur agar lebih baik dan menghasilkan kondisi tubuh yang lebih bugar.

 

#Musik

Sambil berolahraga, saat berjalan, berlari, atau gym, biasanya mendengarkan lagu bisa menambah semangat. Ini banyak dibuktikan menurut penelitian. Misalnya periset Amerika, Leonard Ayres menemukan bahwa pesepeda akan memutar pedal lebih cepat saat mendengarkan musik, dibandingkan bersepeda tanpa musik. Mendengarkan musik membuat otak bersaing memberikan sinyal untuk lebih kuat mengatasi sinyal rasa lelah dan ingin berhenti, bahkan rasa sakit.

Saat berolahraga, seringkali kita terdistraksi ingin menaikkan volume, mengecilkannya, atau berganti lagu. Mengeluarkan smartphone membuat kita terpaksa memperlambat gerakan, bahkan berhenti. Dengan menggunakan Moto 360, pengendalian musik otomatis berjalan di smartwatch, berganti lagu, menaik turunkan volume, tinggal dilakukan di layar smartwatch. Bahkan pengaturan ini juga berjalan untuk aplikasi musik streaming seperti Spotify.

gambar18

Jika kita memiliki earphone wireless, data lagu juga bisa langsung dimainkan dari smartwatch secara langsung. Dari 4GB internal memory Moto 360, 2.5GB diantaranya bisa diisi oleh lagu, yang tinggal di sync dari google music pada smartphone.

Saat kita berolahraga dan harus tetap menerima banyak informasi, notifikasi yang terus muncul pada smartwatch, memudahkan kita untuk menentukan, berhenti sebentar untuk meresponnya,  atau mengabaikannya, termasuk notifikasi panggilan telepon.

 

#Navigasi

Hanya sedikit pemilik mobil yang mempersiapkan car holder untuk meletakkan smartphone di kendaraannya, dan hampir tidak ada yang berani memasang holder smartphone di motor atau sepeda, karena merasa tidak aman. Padahal ada saatnya, mereka membutuhkan bantuan navigasi GPS, yang sekarang petanya sangat lengkap di Google Maps. Apalagi sekarang, Google juga menggalakkan program local guides, dimana para pemilik smartphone bisa berkontribusi untuk memberikan informasi pada tempat yang mereka kunjungi, baik berupa titik lokasi yang benar, foto, jam operasional, nilai, dll.

Bahkan pengemudi gojek yang harusnya sangat mengandalkan navigasi dari smartphone, lebih banyak menelepon dan bertanya kepada pemesan, dimana lokasi mereka, dibanding mengikutinya dari GPS smartphone. Ini lebih dikarenakan selama perjalanan, sulit bagi mereka untuk melihat ke layar smartphone.

Navigasi Google map di smartwatch Moto 360 tampil dengan peta penuh, termasuk petunjuk belokan dan masing-masing jarak antar belokan. Kita bisa memerintahkan navigasi langsung dari smartwatch, dengan perintah suara, seperti misalnya: “Ok Google, take me to the nearest Pizza Hut”, “Take Me Home”, atau memilih navigai dari smartphone, yang otomatis rutenya akan ditampilkan pada Moto 360.

gambar19

Keberadaan peta navigasi  di layar ke-2 (Moto 360) memudahkan untuk pengemudi motor atau mobil untuk mengikutinya, begitu juga ketika kita menjadi pejalan kaki, tidak merepotkan dan terlalu mengundang perhatian dengan selalu mengeluarkan smartphone untuk melihat jalur yang harus ditempuh. Setiap harus membelok, Moto 360 akan vibrate panjang dua kali untuk mengingatkan. Untuk melihat lebih jelas pada layar kecil smartwatch, peta juga dapat digeser, di zoom in atau zoom out, dan dengan mudah dikembalikan lagi ke posisi dimana kita berada. Diantara berbagai OS smartwatch, navigasi Google Map di android wear bisa dikatakan terbaik saat ini. Navigasi ini juga berguna saat kita berkendara dengan Uber, notifikasi pergerakan kendaraan bisa ditampilkan di layar smartwatch, dan saat kita menunggu Gojek, notifikasi yang sama akan diinfokan di layar smartwatch.

 

#Merekam, Memotret

Jika mengingat kembali James Bond dan jam tangan canggihnya, tentu saja pemilik smartwatch berharap ada sesuatu yang cool atau keren bisa dilakukan jam tangannya. Ada banyak aplikasi kecil dengan fungsi menarik untuk smartwatch berbasis android wear. Misalnya untuk merekam dan mengambil foto, atau mengingatkan dimana kita parkir. Terkadang ada saatnya dimana kita merasa harus merekam sebuah percakapan yang sedang berlangsung, tetapi tidak bisa serta merta mengeluarkan smartphone atau alat perekam, dan menyalakan fungsi perekaman. Smartwatch bisa melakukannya dengan tidak banyak menarik perhatian.

Mungkin juga saat bepergian sendiri, atau di momen tertentu, kita ingin mengambil foto pada kondisi posisi smartphone harus diletakkan agak jauh, atau malah ingin memata-matai apa yang terjadi di ruang sebelah. Apa yang dilihat kamera smartphone bisa ditampilkan di layar Moto 360, dan dengan sebuah tap pada layar Moto 360, foto pun diambil oleh kamera smartphone. Tentu saja fungsi ini bisa berguna juga untuk mengambil foto selfie, tanpa harus memiliki tomsis.

gambar20

 

#Membunuh Waktu

Ada kalanya di tempat, waktu, dan acara tertentu kita dilanda bosan. Mengeluarkan smartphone untuk “membunuh waktu” dirasa kurang tepat. Walau layarnya tergolong kecil hanya 1.56” saja, Moto 360 bisa menjadi pengganti layar smartphone, misalnya untuk membaca web. Dengan bantuan aplikasi pihak ke-3, kita dapat membuka banyak halaman web. Tidak hanya membuka web, informasi berita dari portal berita atau aplikasi pengumpul berita, seperti Guardian, News Republic, dll, juga tersedia untuk smartwatch.

gambar21

Saat bosan membaca berita, kita juga bisa menghabiskan waktu dengan bermain game pada layar smartwatch. Dengan layar yang kecil, game-game yang ada memang sederhana, tetapi tetap menarik untuk dimainkan, seperti Space Invaders, Paper Craft, Solitaire, Tic Tac Toe, dll.

Bosan bermain game, kita juga masih bisa menghabiskan waktu dengan menonton Youtube, streaming video di layar jam tangan.

 

#Alat bantu yang berguna

Kebanyakan jam-jam digital yang ada dipasaran juga dilengkapi fungsi tambahan sederhana seperti stopwatch, dan timer. Sebagai smartwatch, tentu saja fungsi-fungsi tersebut juga tersedia di Moto 360. Fitur sederhana yang akan dirasa berguna disaat yang tepat, tinggal ditambahkan melalui aplikasi pada smartwatch, misalnya menjalankan kalkulator.  Walau tombol angka-angka tampil kecil di layar, tetap bisa di tap dengan cukup mudah. Aplikasi lain untuk menghitung orang masuk atau jumlah barang, tally, tersedia gratis untuk di download.

Jika ada yang  membutuhkan data diri kita seperti yang biasa tertera di kartu nama, kita juga bisa menampilkannya sebagai QR code pada smartwatch. Cukup men-scannya melalui kamera ponsel, data tersebut bisa langsung disimpan sebagai data kontak.

Masih banyak aplikasi-aplikasi kecil yang sederhana tetapi praktis, yang bisa kita dapatkan dan kebanyakan tersedia gratis di play store untuk melengkapi fungsi dari smartwatch, termasuk menampilkan daftar belanjaan atau shopping.

Bagi mereka yang sering melakukan presentasi, aplikasi untuk menjadikan Moto 360 sebagai clicker untuk memaju-mundurkan slide presentasi juga tersedia. Mengendalikan slide lewat layar smartwatch, sepertinya akan terkesan sangat techie.

Atau saat berkendara atau sedang berada di cafe, kita tertarik dengan lagu yang sedang diputar, tinggal jalankan aplikasi Shazam untuk Moto 360 mendengarkan lagu tersebut dan memberikan info judul lagu dan penyanyinya. Jika kita ingin turut bernyanyi, install-kan Musixmatch, maka lirik lagu akan tampil di layar Moto 360.

gambar22

Suatu saat kita lupa dimana meletakkan smartphone, melalui Moto 360, tinggal menjalankan fitur find my phone, maka selama smartphone kita dalam radius jangkauan bluetooth, akan berbunyi untuk memberitahukan  lokasinya, walau sedang di silent sekalipun.

Masih banyak aplikasi yang bisa menjadikan smartwatch sebagai alat bantu yang menarik, menampilkan resep masakan saat kita memasak di dapur, sampai membaca buku di layarnya yang kecil, bisa dilakukannya. Berbagai aplikasi tersebut, dari yang serius, sampai hanya untuk menghabiskan waktu, sampai saat ini masih terus bertambah dan tersedia di play store.

 

Ketahanan Baterai

Pertama berpindah dari jam tangan biasa ke smartwatch, kondisinya akan seperti pertama kali orang berpindah dari feature phone ke smartphone, mempermasalahkan baterai. Apalagi jam tangan biasa baterainya tahan bertahun-tahun. Tapi sama seperti berpindah ke smartphone, demikian juga saat kita mulai terbiasa dengan smartwatch, daya tahan baterai akan terasa wajar mengingat fungsinya.

Saat awal diperkenalkan, smartwatch memiliki problem mendasar, ukuran yang kecil tidak memungkinkan membenamkan baterai dengan kapasitas besar, membuat smartwatch awal jarang bisa bertahan satu hari penuh.

Kondisi ini sudah berbeda sekarang, kebanyakan smartwatch yang baru minimal tahan seharian penuh. Moto 360 2nd Gen ini, untuk ukuran yang 46mm, memiliki kapasitas baterai 400mAh. Jika kita memilih pengaturan watch face selalu on dengan ambient display, rata-rata cukup digunakan dari pagi hingga malam hari, sampai saat kembali tiba di rumah dan beranjak untuk tidur. Saat ambient display off dan layar smartwatch baru menyala ketika pergelangan tangan diputar menghadap ke muka, ketahanan baterai lebih panjang, bisa mencapai 2 hari, bahkan jika tidak banyak notifikasi yang di push, ketahanannya akan lebih. Tentu saja ketahanan baterai ini sama seperti smartphone, setiap orang bisa menghasilkan pengalaman yang berbeda.

Sensor smartwatch ini cukup peka dan pintar, walaupun di set untuk ambient on, saat Moto 360 tidak sedang digunakan dan diletakkan di meja, maka layar pun akan otomatis mati untuk lebih menghemat baterai.

Kerepotan harus men-charge smartwatch, setelah harus setiap hari men-charge smartphone, dipermudah dengan proses charging yang mudah, dengan wireless charging. Tidak ada slot charger pada smartwatch, dan tidak ada kabel charging yang harus dipasangkan ke smartwatch. Docking wireless yang dipersiapkan dalam kondisi berdiri, memungkinkan selama proses charging smartwatch tetap bisa menyala memberikan informasi jam berikut kapasitas yang sudah terisi. Info yang ditampilkan ini berguna saat malam hari, menjadikan smartwatch yang sedang di charge, sekaligus menjadi “jam weker” di sisi tempat tidur, yang mudah dilihat dalam kondisi gelap sekalipun karena berpendar.

gambar23

Proses charging sampai penuh kira-kira memakan waktu 1 jam. Moto 360 tidak selalu harus di charge menggunakan wireless charging bawaan nya, jika kita memiliki power bank wireless, atau wireless charging pad untuk smartphone, kita juga bisa menggunakannya untuk mengisi baterai Moto 360.

gambar24

 

Penutup

Selain untuk dipasangkan dengan smartphone berbasis OS android (OS 4.3 ke atas), Moto 360 juga bisa dipasangkan dengan iPhone (iOS 8.2 ke atas). Ini membuat para pengguna smartphone dengan  dua OS, atau mereka yang yang mau berpindah OS smartphone tetap bisa memanfaatkannya.

Untuk smartphone android, smartwatch Moto 360 bisa dijadikan sebagai “kunci” untuk membuka smartphone. Selama kedua device, smartphone dan smartwatch berdekatan, maka smartphone tidak akan mengaktifkan kunci layar. Tetapi jika terpisah, maka otomatis layar smartphone akan terkunci password.

Watch face yang tidak terbatas, dengan script program yang membuat tampilan sangat hidup, menjadi salah satu daya tarik dari Moto 360 2nd Gen ini. Jumlah watch face nya jauh lebih banyak dibanding smartwatch dengan bentuk kotak. Tetapi terkadang ada saja  watch face yang belum sempurna dibuat, sehingga watch face ini mungkin saja menjadi beban bagi smartwatch dan membuatnya menjadi lag.

Kekuatan Moto 360 yang lain karena berbasis OS android wear, dimana pengembang aplikasinya banyak. Mudah menemukan aplikasi-aplikasi menarik yang mungkin cocok untuk kebutuhan kita di play store, dan sebagian aplikasi-aplikasi utama di smartphone, support untuk di ekstensi ke smartwatch. Jika melihat penjelasan aplikasi smartphone di playstore memiliki icon smartwatch, berarti aplikasi ini support untuk di kontrol via smartwatch.

gambar25

 

Sayangnya pada Moto 360 2nd Gen ini belum dilengkapi dengan speaker. Belum lama ini update OS android wear Marshmallow dari Google, memungkinkan smartwatch yang dilengkapi speaker untuk mengeluarkan suara, misalnya suara notifikasi, memutar lagu, bahkan digunakan untuk menerima telepon layaknya earphone bluetooth.

Tidak hanya desain hardware yang baik, OS android wear juga terlihat berusaha di desain sungguh-sungguh untuk smartwatch menjadi ekstensi dari smartphone, termasuk mengatasi berbagai kemungkinan situasi, seperti tersedianya menu DND (Do Not Disturb) yang bisa diakses dengan cepat cukup dengan swipe dari atas, sampai menu theater mode, supaya saat kita berada di dalam bioskop, layar jam tidak menyala setiap tangan kita bergerak dan mengganggu orang lain.

gambar26

 

Kuartal ke-3 tahun 2016 ini, OS android wear untuk smartwatch akan naik ke OS yang lebih baru, Android Wear 2.0. User Interface baru, kecepatan, dan simplicity , ada di OS yang baru diperkenalkan di Google IO 2016 beberapa saat yang lalu. OS yang baru ini membuat smartwatch seperti Moto 360 akan semakin lebih pintar, dan semakin mudah untuk menjalankan aplikasi yang sering digunakan, termasuk menempatkan shortcut-nya pada watch face. Saat ini, Moto 360 sendiri sudah bisa menggunakan koneksi WiFi secara langsung, tanpa harus selalu menggunakan koneksi melalui smartphone. Dengan OS baru android wear 2.0 nanti, smartwatch dibuat lebih bisa berdiri sendiri, tidak selalu harus terhubung dan tergantung dengan smartphone.

Jadi mau menggunakan watch face apa smartwatch kita hari ini?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply