Preview Redmi S2, smartphone khusus Selfie dari Xiaomi

*Catatan: Artikel ini pernah dibuat untuk BukaLapak , bagi yang ingin membacanya lebih lengkap bisa di Link Ini

Xiaomi sedang rajin terus menerus mengeluarkan smartphone mid-end nya untuk Indonesia, dan yang terbaru diperkenalkan tanggal 22 Mei 2018 kemarin, Xiaomi Redmi S2.

Sore hari di tanggal tersebut beberapa puluh media, tech-blogger, dan youtuber diundang berbuka puasa sambil mencoba device baru tersebut.

Seri S ini merupakan varian baru dari seri Redmi yang sebelumnya sudah ada dalam beberapa tipe, misal seri berlabel angka seperti Redmi 5, kemudian seri Note, misal Redmi Note 5. Huruf S ini singkatan dari Selfie, seri yang ditujukan untuk smartphone Xiaomi yang fokus pada kamera depan untuk selfie. Seri S2 menjadi seri pertama dari varian ini, dan sebelumnya tidak ada seri Redmi S atau Redmi S1, entah mengapa.

Dan dalam waktu terbatas mencoba, ini impresi dan info awal tentang Redmi S2.

Kelengkapan Xiaomi Redmi S2, Unit, Silicone Case, Charger, Kabel Data, Sim Ejector, Dokumen&Garansi

 

Desain

Walau mungkin buat sebagian orang desain hanya orat-oret sepele, desain pada smartphone adalah hal rumit dan memakan banyak biaya. Makanya smartphone harga terjangkau akan dikeluarkan dalam beberapa seri berbeda, dengan desain yang mirip, untuk menghemat biaya dan bisa dijual dengan harga lebih ekonomis. Selain menghemat biaya desain, penggunaan material atau parts di dalamnya kebanyakan bisa menggunakan parts yang sama dan desain motherboard yang mirip, memudahkan penyediaan parts hingga tahap service.

Tampak Depan Redmi S2

Tampak Belakang Redmi S2

Demikian juga dengan Redmi S2, kita akan melihatnya mirip Xiaomi Redmi lain yang baru saja keluar. Kali ini Redmi S2 menggunakan lagi back casing dari bahan metal dari atas hingga bawah dan menyematkan lagi garis antenna. Garis antenna yang biasanya dibuat satu garis tebal dan tersamar, sekarang dibuat menjadi dua garis tipis tapi dengan aksen yang nyata berwarna hitam.

Garis Antena

 

Saat digenggam, bagian lengkung frame metal smartphone terasa lebih tajam dibandong seri Redmi yang lain, jika diperhatikan lengkungannya lebih menyudut. Saya pikir ini untuk grip yang lebih baik, dengan lengkungan tajam, otomatis tanpa sadar tangan kita akan menggenggam lebih erat, mengingat smartphone ini ditujukan untuk selfie, agar saat menekan tombol shutter dengan satu tangan saat mengambil foto selfie, smartphone tidak mudah jatuh.

Lengkungan Frame lebih menyudut #RedmiS2

Dengan lengkung frame yang lebih tajam, terlihat layar smartphone terasa agak terpisah dengan frame, dan saat dilihat dari samping terasa ada 3 bagian layar, frame, dan kamera belakang yang menonjol.

Bagian Layar yang lebih menonjol

 

Masih tetap standar di bagian frame atas terdapat lubang audio jack 3.5, infra red remote control dan secondary mic.

Di bagian bawah terdapat port charger dan data yang masih dalam format micro USB, dan single speaker walau lubang-lubang speaker terlihat dua bagian, satu bagian lagi adalah microfon.

Di bagian kanan terdapat tombol volume dan power, dan dibagian kiri dengan SIM ejector yang disertakan kita bisa membuka SIM tray. Kabar baiknya, selama ini kebanyak seri Redmi disertai dengan hybrid SIM tray, kita harus memilih antara menggunakan dual SIM atau single SIM dan memory card, sekarand di Redmi S2, disediakan SIM tray yang komplit 3 slot, untuk dual SIM sekaligus memory card.

Full SIM tray

Memang sebaiknya mid-end phone dilengkapi dengan slot sim card yang komplit, karena kebanyakan penggunanya memiliki 2 buah SIM, satu nomor resmi, satu nomor yang hanya digunakan untuk data dan cenderung bisa berganti-ganti provider tergantung kondisi dan promo.

Sensor sidik jari diletakkan di belakang di bagian tengah, dimana di bagian belakang ini juga terdapat dual camera yang dilengkapi dengan LED flash .

Layar

Redmi S2 sudah menggunakan rasio layar kekinian 18:9 dengan resolusi HD 1440 x 720, dengan ukuran layar besar 5.99 inci. Ini menjadikan kerapatan layarnya 269 ppi, resolusi yang cukup padat untuk digunakan sehari-hari. Resolusi ini bisa memiliki keuntungan untuk GPU (grafis) pada SoC atau prosesor,  merender gambar lebih cepat dan FPS yang lebih tinggi untuk bermain game. Sedikit kemunduran dengan resolusi tersebut adalah batasan maksimal resolusi video yang bisa diputar, misal untuk streaming Youtube yang akan mentok di 720p.

Panel layarnya sendiri IPS LCD , dengan kecerahan hingga 450 nits, yang kira-kira cukup untuk untuk digunakan dibanyak kondisi pencahayaan sekitar, kecuali di bawah sinar matahari yang sangat terik.

Seperti biasa, Xiaomi dan kebanyakan smartphone dari Tiongkok menggunakan kalibrasi warna dalam color gamut NTSC yang menghasilkan warna-warna yang pop up. Untuk kaca pelindung layar sendiri tidak diketahui apakah sudah menggunakan scratch resistant seperti gorilla glass atau dragontrail. Jadi para peminat sebaiknya melengkapinya dengan lapisan antigores.

Kamera 

Nah untuk bagian yang serunya ini, saya encourage teman2 untuk terusin bacanya di sini ya, siapa tahu baca di sana hapenya ngga “ghoib”  🙂

Leave a Reply