Site icon Lucky Sebastian

ZUK Z1 in-depth Review

Gambar 1

Tulisan ini pertama dibuat untuk detik.com yang telah di publish 11 Desember 2015 yang bisa dibaca DISINI . Isi review pada blog ini serupa, hanya dilengkapi dengan beberapa ulasan tambahan

Prolog

Satu-dua tahun belakangan ini, brand-brand dari Tiongkok benar-benar berbenah. Mereka sudah belajar dan melihat, smartphone tidak bisa bertahan jika hanya mengandalkan harga murah belaka. Smartphone harus murah tetapi berkualitas baik. Ternyata, untuk bisa merebut pasar dan meraih hati banyak penggemar, masih ditambah lagi menjadi: smartphone harus berkualitas baik, harga yang terjangkau, dan memiliki spesifikasi tinggi.

Dengan paduan resep tersebut, sedikit demi sedikit, image smartphone Tiongkok yang pada awalnya dikenal asal jadi, berubah menjadi smartphone yang memiliki banyak penggemar khusus. Mereka yang tadinya skeptis akan smartphone buatan Tiongkok, sekarang sudah berani mencobanya.

Gelombang berbagai brand dari Tiongkok yang menyerbu pasar global, pertama-tama menyasar pasar low-end kemudian masuk ke mid-end, dan ternyata cukup berhasil menggunakan resep yang sama. Sementara itu di pasar hi-end, ternyata masih sulit untuk menggoyang brand-brand  global yang sudah lebih dikenal dan dipercaya. Brand-brand papan atas kaya akan inovasi dan teknologi baru, tetapi memiliki kelemahan dari sisi harga. Brand-brand Tiongkok sudah mencoba menggempur brand global pada segmen hi-end device dengan mengunggulkan teknologi yang mirip, tetapi ternyata harga teknologi terbaru tidak murah, dan ketika harga yang ditawarkan terlalu dekat, brand global tetap memiliki keunggulan.

Tidak kurang akal, brand-brand Tiongkok mulai membidik segmen yang lain, segmen dimana konsumen menginginkan smartphone dengan teknologi tinggi, memiliki beberapa fitur utama yang mirip device hi-end, tetapi dengan harga yang lebih terjangkau. Pasar di segmen ini memang secara jumlah tidak sebesar pasar di segmen low end, tetapi segmen di pasar ini biasanya memiliki karakter yang menguntungkan: mereka lebih mengerti tentang smartphone, dan memiliki  keinginan sangat kuat untuk mendapatkan smartphone dengan spesifikasi hebat, tetapi secara ukuran finansial belum rela, atau belum sanggup untuk menebus smartphone hi-end yang beredar. Segmen pasar ini seringkali rela menunggu satu bahkan sampai dua tahun untuk membeli smartphone hi-end, ketika harga yang ditawarkan sudah lebih terjangkau.

Segmen pasar ini lah yang coba dibidik sekarang oleh Xiaomi, One Plus, Meizu, dan pemain baru yang sedang mendapatkan traksinya sekarang: ZUK. Mereka sadar, ini adalah satu langkah yang kelak bisa membawa mereka ke pasar hi-end yang bergengsi.

ZUK sendiri walaupun tertulis sebagai Lenovo ZUK, sebenarnya bukan perusahaan yang sama dengan Lenovo Mobile yang ada sekarang. Pada perusahaan ZUK ini, Lenovo berpartner dengan  Qihoo 360, hanya menjadi pemilik modal, tetapi tidak campur tangan dalam urusan desain dan perancangan produk dari ZUK, atau dengan kata lain ZUK adalah perusahaan independen.

Mengapa ZUK tidak menjadi bagian dari Lenovo saja? Bukankah nama Lenovo sudah sangat dikenal?

Walau namanya sudah dikenal secara global, sayangnya Lenovo dimata banyak orang bukan brand yang sejajar dengan brand global lain seperti Samsung, LG atau Sony bahkan HTC sekalipun. Produk Lenovo berhasil masuk ke pasar mid dan low end, tetapi produk hi-end nya masih sulit untuk bersaing dan dikenal oleh pasar. Kemungkinan Lenovo tidak mempunyai  “label” seperti Xiaomi, OnePlus atau Meizu yang dianggap orang sebagai inovator atau pendobrak dari Tiongkok. Membeli brand Motorola untuk bersaing di pasar hi-end global, dan berinvestasi pada ZUK, untuk menjadi pesaing para inovator dari Tiongkok, sepertinya langkah yang pantas dilakukan Lenovo. Belum lagi ada spekulasi mengatakan, bahwa nantinya brand Lenovo untuk smartphone akan ditiadakan, Lenovo mobile akan melebur ke dalam Motorola, dan flagship-nya akan dipegang oleh ZUK.

ZUK Z1 menjadi produk pertama dan satu-satunya saat ini yang diperkenalkan perusahaan yang baru didirikan di bulan April 2015. Selang 4 bulan kemudian, produk ZUK Z1 diperkenalkan untuk pasar dalam negeri Tiongkok, dan beberapa hari  kemudian bekerjasama dengan Cyanogen, ZUK Z1 langsung dilepas ke pasar global. Sekarang ZUK Z1 dalam waktu cepat selain menjadi pemain di pasar Tiongkok, sudah masuk ke pasar global seperti  Hongkong, Eropa, Arab, dan sekarang ke pasar Indonesia sebagai pasar Asia pertama. Di Eropa sendiri, sekarang ZUK Z1 menjadi peringkat pertama smartphone dengan kisaran harga $300-$400 terlaris.

Sesudah Indonesia, Zuk kemungkinan akan baru ekspansi ke Filipina, Vietnam dan Malaysia.

 

Desain

ZUK Z1 mengandalkan desain dengan pendekatan comfortable industrial design. Desain ini pendekatan utamanya bukan tampilan atau ukuran smartphone yang harus tipis, tetapi lebih ke arah kenyamanan ketika digenggam dan digunakan.

Setara dengan hi-end device, ZUK Z1 menggunakan aluminum aviation grade sebagai frame/kerangka, aluminum yang sama yang digunakan untuk industri penerbangan. Sisi frame metal ini sedikit melengkung dan kedua ujungnya memiliki chamfer atau sipatan diagonal yang selain membuat sisi metal terlihat memiliki aksen kilap, membuat ukuran lebar frame 6 MM nya menjadi terlihat lebih tipis, lebih lengkung, dan memberikan bentuk yang nyaman untuk digenggam jari.

Penutup body bagian belakang atau back cover bukan berbahan metal atau kaca, seperti material umum yang dipakai device hi-end sekarang. Material yang digunakan polycarbonate yang dibuat dalam proses layering dengan bentuk lengkung. Bagian lengkung tertinggi membuat ketebalan total device menjadi 8.9MM.

Desain back cover lengkung ini ternyata terjadi bukan hanya karena pendekatan comfortable design, dimana bagian belakang yang melengkung akan nyaman digenggam, karena sesuai dengan bentuk telapak tangan kita yang juga melengkung, tetapi sekaligus memberi ruang dibawahnya untuk 2 buah baterai yang ditumpuk, sehingga smartphone ini memiliki kapasitas baterai yang masif, 4100 mAh.

Gabungan desain sederhana dengan material kaca, metal dan polycarbonate, menjadikan device yang sudah masuk ukuran phablet 5.5 inci ini, menjadi salah satu device yang paling nyaman digenggam. Bahan polycarbonate yang dipilih sebagai back cover, pada device yang berwarna dark grey, dibuat dengan warna senada bernuansa metal dengan finishing doff, sehingga tidak banyak meninggalkan bekas sidik jari. Secara tampilan pilihan ini membuat kesatuan yang serasi antara back cover dengan metal frame, sekaligus bahan polycarbonate ini memberikan grip ekstra yang membuat smartphone tidak licin, mengingat device dengan baterai masif ini akan memberikan kontribusi besar kepada bobot smartphone, 175g. Pilihan back cover polycarbonate yang tidak licin menjadi  alasan sangat logis agar device tidak mudah jatuh. Distribusi berat pada smartphone ZUK Z1 juga sangat baik. Ketika diangkat dan digunakan, dugaan pertama kalau desain smartphone ini memberikan kesan desain yang kokoh dan berat, ternyata tidak seberat yang dibayangkan.

Setelah pemakaian cukup lama, back cover polycarbonate ZUK Z1 belum menunjukkan tanda-tanda tergores walau digunakan tanpa pelindung. Bagian metalic chamfer yang kebanyakan menjadi titik lemah casing metal untuk menjadi bagian yang paling mudah terlihat gores, ternyata tidak mudah terjadi pada frame metal ZUK Z1. Kondisi ini  menunjukkan seri aluminum yang digunakan dari kelas yang tinggi dan keras.

Mendampingi  warna dark grey, ZUK mengeluarkan juga Z1 dengan warna putih yang lebih glossy.

Selain comfortable design, ZUK Z1 juga menganut paham desain simple, tidak ada ornamen desain disematkan sebagai pemanis. Semuanya tampil sesuai fungsinya saja. Pada bagian depan kita akan menemukan tombol homescreen yang sekaligus berfungsi sebagai fingerprint touch sensor. Sensor sidik jari ini bisa merekam 5 sidik jari, berteknologi capacitance biometric buatan FPC (FPC1155), yang support pembacaan sidik jari 3D, 360 derajat. Teknologi ini menghasilkan pembacaan sidik jari yang cepat dan akurat, walau peletakan jari terbalik sekalipun. Fingerprint ini sekaligus memiliki touch sensor yang bisa diset fungsinya, tergantung kegunaan yang diinginkan, termasuk mengenali fungsi gesture swipe, yang akan bereaksi ketika jari digerakkan ke kiri dan ke kanan diatas home button.

Desain lubang speaker untuk telinga dibagian atas menjadi menarik karena selain sederhana, penempatan dan garis outlinenya menyatukan  speaker dan proximity/ambient sensor, sehingga tidak terlalu banyak lubang terlihat, selain lubang speaker dan kamera depan.

Bagian yang paling menonjol dari desain Zuk ada pada frame disisi bawah, dimana lubang speaker media, lubang mic dan port USB Type-C diletakkan berdampingan dan diapit oleh strip antenna. Desain dan penempatannya kemungkinan mengingatkan orang kepada desain dari iPhone 6, walau secara detail masih cukup berbeda, terutama pada penempatan jack audio 3.5mm, dimana ZUK Z1 lebih memilih menempatkannya dibagian atas.

 

USB Type-C port yang disertakan, menyiratkan ZUK siap masuk ke teknologi port baru yang akan segera menjadi port standar. Port USB Type-C akan  segera digunakan device-device baru mendatang, menggantikan port micro USB yang umum sekarang.

USB Type-C memiliki beberapa keunggulan, diantaranya colokan yang tidak akan salah pasang karena terbalik, kedua sisi baik sisi atas atau bawah sama saja. Port ini sudah mendukung kecepatan transfer data yang tinggi dan ZUK Z1 sudah memiliki standar  USB 3, yang memungkinkan kecepatan transfer datanya 10x lipat lebih cepat dibanding standar USB 2. Port ini juga sudah support USB OTG, dimana jika kita belum memiliki peripheral dengan konektor USB Type-C, port tersebut sanggup backward compatible dengan menggunakan port converter yang sudah mudah didapat.

 

Tombol power diletakkan pada area yang tepat, dibawah tombol volume, mudah dijangkau walau device sedang digenggam oleh satu tangan sekalipun. Fungsi tombol power ini seringkali tergantikan dengan kehadiran home button yang berfungsi sekaligus sebagai fingerprint sensor, atau karena kehadiran gesture mengetuk layar dua kali untuk mengaktifkannya.

 

Layar

Layar ZUK Z1 berukuran 5.5 inci dengan resolusi Full HD 1920×1080 yang memiliki kerapatan 401 ppi, dengan lapisan pelindung tahan gores dragon trail. Warna-warna yang dihasilkan masuk kategori cukup pop up, vibrant, dan tidak wash out. Warna-warna yang lebih pop up ini dihasilkan karena ZUK Z1 memilih setting warna color gamut NTSC, yang memiliki  saturasi warna tinggi. Contrast ratio 1500:1 nya cukup baik untuk ukuran layar LCD dengan IPS panel. Contrast ratio mengukur rasio warna dari yang paling terang (putih) hingga yang paling gelap (hitam).

Uniknya pada settingan layar terdapat settingan Live Display, jika diaktifkan, pada saat malam hari otomatis setting warna putih layar akan diubah dari 6500K ke 4500K yang membuat layar lebih warm atau kekuningan. Layar yang lebih warm ini membuat mata lebih nyaman dan tidak terlalu mengganggu saat kita masih menatap layar mendekati waktu tidur.

Ada setting warna tambahan pada layar, yang membuat  orang bisa memilih preferensi tampilan layar mana yang menurut mereka lebih baik, apakah lebih putih atau lebih kuning. Preferensi warna ini bisa di setting ke warm, standard, maupun cool.

Layar ZUK Z1 memiliki kecerahan mencapai 450 nits atau cd/m2. Dengan kecerahan tersebut layar tetap akan terlihat jelas dibawah sinar matahari langsung. Panel touchscreen disusun dengan teknologi layer yang cukup baru GFF, Glass Film Film, yang membuat layar bisa lebih tipis dibanding layer Glass to Glass.

 

Kinerja

Ada dua pilihan sekarang untuk menghadirkan smartphone yang memiliki harga lebih terjangkau. Menggunakan prosesor seri baru, tetapi untuk mid-range smartphone, atau menggunakan prosesor kelas atas, tetapi seri prosesor lawas yang pernah berjaya. Beberapa brand smartphone Tiongkok memilih untuk menggunakan prosesor hi-end “lawas” untuk produk barunya, seperti yang dilakukan OnePlus, ZTE, Xiaomi dan juga ZUK.

Jika kita masih mengatakan bahwa HTC M8, Samsung Galaxy S5, LG G3, Sony Xperia Z3, Motorola Moto X, sebagai smartphone hi-end, berarti langkah yang dilakukan ZUK sudah benar adanya.

Harga second smartphone hi-end agak lawas tersebut mungkin saja sama atau dekat dengan harga ZUK Z1 yang baru, yang tentunya bisa menjadi pertimbangan, karena selain bisa terus keep up dengan OS baru, juga memiliki beberapa kelebihan hardware, seperti RAM 3GB, kapasitas internal storage besar 64GB, touch fingerprint sensor dan baterai masif 4100mAH, yang kebanyakan tidak dimiliki smartphone-smartphone hi-end tersebut.

Berbekal prosesor Qualcomm Snapdragon 801, prosesor dengan empat inti dan clock speed tertinggi di 2.5 GHz (MSM8974AC), ternyata masih banyak keunggulan yang bisa ditawarkan dari prosesor yang sudah berumur hampir 2 tahun ini. Prosesor seri Snapdragon 801 ini menjadi salah satu prosesor terbaik buatan Qualcomm. Range hi-end smartphone yang menggunakan prosesor ini lebih banyak dibanding seri berikutnya seperti seri 805, 808 atau seri 810 yang terkena isu overheat.

Prosesor Snapdragon 801 walau bukan prosesor terbaru dan masih menjalankan android di 32bit, secara kinerja tetap sanggup memberi pengalaman yang baik. Bahkan games-games berat yang boros tenaga pun sanggup dilakoni dengan baik. Dibanding dengan prosesor mid range yang lebih muda seperti Snapdragon 615, Snapdragon 415, Mediatek MT6753, yang memiliki  kemampuan 64 bit, Snapdragon 801 masih terlalu perkasa untuk menjadi lawan mereka. Beberapa hasil benchmark malah menunjukkan bahkan dengan prosesor kelas atas barupun,  seperti Mediatek Helio X10 yang menjadi andalan smartphone hi-end seperti HTC M9+, Xiaomi Redmi Note3, benchmark Snapdragon 801 ini masih mengimbangi dengan baik.

 

Dengan kemampuan ini, kita bisa menggolongkan smartphone ZUK Z1 bukan sebagai mid-end  smartphone biasa, tetapi satu kelas diatasnya, sedikit dibawah flagship-flagship smartphone terbaru. Sebenarnya ada alasan khusus banyak brand kembali menggunakan prosesor Snapdragon 801. Prosesor ini terkenal sangat stabil. Dari banyak uji, banyak prosesor yang memiliki performa bagus di depan, tetapi setelah beberapa saat pemakaian performanya drop, entah karena panas, entah throttling, entah untuk menghemat daya. Snapdragon 801 dikenal sebagai prosesor ber-endurance baik, sanggup mempertahankan kinerjanya ketika dipakai berjam-jam sekalipun.

ZUK Z1 untuk pasar global dilengkapi dengan OS android 5.1.1 dari pembuat OS terkenal Cyanogen, yang menyebutnya dengan CM 12.1. Untuk pasar Tiongkok, menggunakan base android OS yang sama dilengkapi  user interface ZUI. Jika kita memiliki sedikit pengalaman menginstall custom ROM, maka dengan mudah kita bisa berpindah OS antara Cyanogen dan ZUI. .

Cyanogen dulunya adalah pembuat custom ROMs android, sejak android mulai diperkenalkan lebih luas di tahun 2009. Banyak keterbatasan android OS ketika pertama hadir, dilengkapi dan diperbaiki oleh Cyanogen dan membuat custom ROMs ini terkenal. Sebenarnya Cyanogen di desain mirip dengan original Android OS atau yang dikenal sebagai Vanilla. Bedanya, Cyanogen menambahkan banyak opsi dan fitur yang aslinya tidak ada atau tidak bisa dilakukan di android OS original, menjadikannya OS yang dapat di custom sesuai kebutuhan pemakainya.

Cyanogen OS dengan pengalamannya yang bagus, berperan banyak pada ZUK Z1, menjadikan device ini bisa berjalan ringan dan gegas. Perpindahan dan loading aplikasi bisa dikatakan sangat cepat, tidak ada lag dan stutter. Management RAM dan daya juga sangat baik. Dengan RAM 3GB LPDDR3 terasa “ruang” yang disediakan untuk menjalankan aplikasi secara multitasking sangat cukup, dengan sisa RAM rata-rata masih 1GB lebih yang lowong. Ukuran internal storage hanya tersedia satu pilihan, 64 GB dengan kelas kategori memori yang cepat eMMC5.0. Kapasitas yang disediakan seharusnya sangat cukup untuk sebagian besar orang, karena ZUK Z1 tidak mendukung memori eksternal.

Kita bisa melakukan banyak kustomisasi dengan Cyanogen, misalnya menyesuaikan gesture apa yang menurut kita terbaik. Apakah memilih tombol back dan menu terpisah seperti standar android device, dengan mengaktifkan tombol kapasitif di kiri dan kanan home button, atau merasa back menu cukup dengan menyentuh tombol home key saja. Menu ini bahkan bisa dialihkan ke layar, seperti standar menu ala device Nexus dari Google.

Double click pada home button bisa difungsikan sebagai recent menu atau mengaktifkan kamera, menjadi contoh kecil dari keleluasaan yang ditawarkan oleh OS Cyanogen.

Saat ini update OS Cyanogen yang baru CM13 berbasis android Marshmallow 6.0 sedang diuji coba, di jadwalkan akan direlease Januari 2016.

 

Lengkapnya sensor yang dimiliki ZUK Z1 (24 sensor), seperti gyroscope, accelerometer, pedometer, gravity sensor, dll, lebih meyakinkan lagi kala device ini memang layak ditempatkan di atas seri mid-end. Kebanyak device mid-end standar sekarang ini hanya mengejar prosesor dan RAM yang cukup besar, tetapi mengabaikan banyak sensor yang diperlukan untuk menjalankan berbagai aplikasi dengan baik.

Smartphone ini dilengkapi dual SIM dengan ukuran nano SIM, keduanya sudah mendukung 4G LTE baik FDD LTE di band 1, 3 dan 7, dan TDD LTE di Band 38, 39, 40, 41. Tentu saja harus dipilih slot mana yg akan diaktifkan 4G nya. Saat ini dengan selesainya proses refarming frekuensi, seharusnya ZUK Z1 dapat digunakan dengan semua operator LTE di Indonesia. Ada settingan pada dual SIM ini yang memungkinkan jaringan 4G berpindah dari satu SIM ke SIM lainnya secara otomatis sesuai kondisi network.

Prosesor Snapdragon 801 terkenal selain desain arsitektur kustom yang dinamai krait, juga karena didalam SoC nya dibenamkan modem dan penerima sinyal telepon yang terintegrasi. Prosesor ini juga yang menjadi salah satu prosesor pertama yang memperkenalkan kemampuan WiFi 802.11 ac selain a/b/g/n dan mendukung frekuensi 5.8GHz selain 2.4Ghz. Hasilnya sinyal WiFi yang bisa diterima ZUK Z1 sangat baik dan kuat dibanding rata-rata smartphone, termasuk suara yang jernih saat dipakai bertelepon.

4100mAh baterai tentu kapasitas yang masif. Kebanyakan  jika memilih smartphone dengan kapasitas baterai besar, harus bisa menerima kekurangan dari spesifikasi smartphone yang diusung, karena umumnya kapasitas baterai yang masif biasanya hanya digunakan pada smartphone mid-end. Tentu kapasitas masif baterai 4100 mAh bertipe Lithium-ion Polymer akan menjadi pilihan menarik untuk banyak orang, yang penggunaan smartphone-nya menuntut ketahanan baterai yang hebat. Dengan pemakaian berat sekalipun, mudah bagi ZUK Z1 untuk diajak melewati hari tanpa harus khawatir kehabisan baterai. Pemakaian standar kira-kira sedikitnya akan mencapai 2 hari penggunaan smartphone. Dengan baterai sebesari ini, lama screen on time, penggunaan terus menerus dengan layar menyala,  bisa dicapai berkisaran 6-8 jam. Rata-rata smartphone memiliki SOT sekitaran 3-5 jam.

Daya tahan yang lama ini, selain karena kapasitas yang besar, juga pengaruh dari penggunaan OS Cyanogen  maupun ZUI. ROMs buatan Cyanogen dari dulu terkenal memiliki manajemen baterai yang baik. Penghematan ini juga ditunjang dengan agresifnya OS membatasi apakah sebuah aplikasi boleh dengan mudah berjalan di background atau menggunakan koneksi internet (ZUI). Untuk aplikasi yang kita kehendaki supaya selalu bisa berjalan di background setiap saat, seperti aplikasi email dan chatting, kita bisa men-set nya untuk diijinkan selalu boleh berjalan kapan saja. Memang seringkali banyak aplikasi yang tidak diperlukan bebas berjalan di background, selain menghabiskan daya juga koneksi internet, yang oleh Google sudah mulai dibatasi dengan fitur Doze pada OS android terbaru, marshmallow.

Sebagai test ketahanan baterai tambahan, ZUK Z1 dicoba untuk memutar nonstop satu seasons film seri televisi DareDevil berformat 720p. Film seri ini terdiri dari 13 Episode, yang setiap episode berkisar 48-58 menit. Setting kecerahan layar di set di 50%. Dalam 10 jam pertama, baterai ZUK Z1 baru habis kurang lebih separuhnya, menyisakan 48% baterai. Setelah baterai tersisa 15%, device mengeluarkan pop up untuk meminta di charge, dan diabaikan. Dalam waktu 18 jam, akhirnya ZUK Z1 kehabisan baterai, setelah memutar seluruh 13 episode dan memulai lagi dari episode pertama hingga berhenti kehabisan baterai di episode ke 6, yang berarti total 19 episode. Daya tahan baterai yang sangat impresif !

Penggunaan port USB Type-C memungkinkan charger 5V 2A nya mengantarkan arus dengan cepat untuk mengisi daya baterai. Rata-rata dibutuhkan 2 jam lebih untuk mengisi kapasitas dari low battery hingga full. Waktu yang tidak terlalu lama mengingat ukuran kapasitas baterai yang masif, dan diisi sambil device menyala. ZUK Z1 juga sudah menerapkan proteksi arus yang membuat baterai device ketika sudah penuh 100%, berhenti di charge, dan device menyala langsung menggunakan arus dari adaptor.

 

Kamera

Kamera menjadi salah satu elemen utama yang menentukan, untuk banyak orang memilih smartphone, dan setiap tahun kamera smartphone apalagi dari versi hi-end selalu dituntut untuk menghasilkan foto yang baik. OIS atau optical image stabilization, menjadi salah satu aspek yang membuat kamera-kamera smartphone hi-end senantiasa sanggup mengambil foto yang tajam, dan tetap tajam dalam kondisi kurangnya cahaya sekalipun. OIS mengoreksi gerak lensa ketika tangan kita bergoyang atau berguncang, supaya objek yang difoto tidak blur atau kabur.

Cukup mengejutkan fitur OIS ini disematkat pada ZUK Z1, padahal smartphone terbaru seperti Sony Xperia Z5, Nexus 5X dan 6P tidak memiliki fitur ini.

Kamera utama 13MP ZUK Z1 dilengkapi sensor Sony Exmor RS IMX214, sensor terkenal yang banyak digunakan oleh beragam smartphone. Lensa kamera belakang terdiri dari 5 lapis lensa plastik dengan blue glass untuk memfilter sinar infrared, dan memiliki bukaan aperture f 2.2. Ketika dibutuhkan untuk membantu pemotretan malam hari, kamera juga dilengkapi dual tone LED flash.

Loading kamera, fokus, dan pengambilan gambar sangat cepat dan snappy. Kehadiran fungsi Auto HDR (ZUI ROMs) memberikan nilai plus tersendiri. Fungsi auto HDR ini baru dimiliki sedikit smartphone saja, misal pada iPhone atau Samsung flagship. Fungsi HDR (High Dynamic Range) sendiri memang banyak dimiliki oleh kamera smartphone, fungsinya ketika tombol rana kamera ditekan, smartphone mengambil 2 atau lebih gambar yang berbeda kontras gelap dan terang, kemudian menggabungkannya, agar foto tidak ada bagian yang terlalu gelap. Fungsi Auto HDR berbeda, proses sudah dilakukan oleh prosesor sebelum gambar diambil, sehingga foto HDR tidak membutuhkan waktu lama dan tangan yang harus steady, menunggu sampai foto selesai di proses. Ini dimungkinkan karena ZUK memanfaatkan dual ISP (Image Signal Processor) dari SoC Snapdragon 801 untuk memproses fitur tersebut.

Original kamera Z1 berukuran 13MP dengan perbandingan 4:3. Jika kita menginginkan rasio foto 16:9 sesuai resolusi layar, maka resolusi yang didapat 10MP.

Kamera depan selfie memiliki besaran 8MP, dengan sensor kamera buatan OmniVision. Ukuran yang cukup besar dari rata-rata kamera selfie yang umum, yang berkisaran di 5MP. Kedua kemera depan dan belakang mendukung juga pengambilan video upto 1080p atau full HD video. Untuk berfoto selfie, fingerprint sensor bisa dimanfaatkan sebagai shutter button, cukup dengan disentuh tampa harus menekannya lebih dalam.

Bagaimanapun kondisi cahaya masih berpengaruh banyak untuk ZUK Z1 bisa menghasilkan foto yang optimal. Foto-foto outdoor siang hari, dengan pencahayaan cukup menghasilkan foto-foto yang tajam dan baik. Ketika pencahayaan mulai termaram, proses akhir dari software foto terkadang cukup banyak melakukan olahan pada gambar, seperti kecerahan dan ketajaman yang memungkinkan beberapa foto terlihat seperti cat air.

Secara keseluruhan foto-foto yang dihasilkan bisa dikatakan baik, diatas rata-rata kebanyakan smartphone yang beredar di pasaran. Tetapi memang jika dibandingkan dengan kamera flagship smartphone sekarang ini, masih ada gap yang harus disusul.

Beberapa contoh hasil kamera dari ZUK Z1.

Hasil kamera yang lebih lengkap dengan ukuran asli bisa dilihat di link  DISINI 

 

Audio

Tergantung kita menggunakan ROM ZUI atau Cyanogen, settingan audio akan berbeda. Pada ZUI music player yang disiapkan berasal dari QQ Music. Ini semacam google music atau apple music. Database nya luar biasa, mungkin ini yang menyebabkan di China Apple dan Google music akan sulit jalan. Lagu mandarin, lagu barat terbaru bahkan lagu Indonesia ada QQ Music databasenya, bahkan kita bisa streaming sampai download hi-res lagunya. QQ Music menggunakan settingan audio DTS untuk enhanced audio. Sedangkan padar ROM Cyanogen, terdapat enhanced audio FX, yang lebih ke arah preset equalizer.

Penutup

Walaupun ZUK baru hadir di tahun 2015, dan namanya juga masih terdengar asing, perusahaan baru ini sebenarnya diisi oleh orang-orang lama yang sudah berpengalaman di dunia smartphone. Bukan hanya smartphone, ZUK didirikan juga untuk mengembangkan bisnis IoT atau Intenet of Things.

Kinerja perusahaan ini bisa dibilang impresif, sudah menghasilkan smartphone pertamanya yang menarik hanya dalam waktu beberapa bulan saja, sejak perusahaan ini diresmikan, dan sanggup melakukan penjualan global selang beberapa bulan kemudian.

ZUK Z1 memiliki kombinasi spesifikasi dan kinerja yang sangat mumpuni. Desain yang sangat baik, prosesor yang tangguh, RAM dan internal memory yang besar, plus baterai yang masif.  Tentu saja device ini akan mudah memikat banyak orang, apalagi jika harganya terjangkau. Fingerprint dan USB-Type C memang segera akan menjadi fungsi yang umum pada smartphone mendatang, dan ZUK Z1 sudah memilikinya, menunjukkan perusahaan ini tidak ingin banyak kompromi dalam menghasilkan smartphone yang bagus, dan ingin segera maju bersaing dengan brand-brand yang sudah lebih dahulu ada..

Kekurangan kecil yang bisa dikatakan pada smartphone ini adalah ketidakhadiran NFC. Kombinasi fingerprint security dan NFC dibutuhkan untuk memasuki era baru sistem pembayaran tanpa membutuhkan kehadiran kartu kredit/debit.

Secara keseluruhan ZUK Z1 layak menjadi pilihan untuk mereka yang menginginkan kinerja smartphone yang baik, baterai yang tahan lama, storage yang berlimpah, dengan fitur-fitur smartphone masa kini.

Exit mobile version