Site icon Lucky Sebastian

Samsung Gear VR, review

Gambar1

Samsung Gear VR, Virtual Reality experience.

(Artikel ini pernah di post untuk forum ICITY Indosatooredoo, yang bisa dibaca dalam 2 bagian disini: Bagian1 dan disini Bagian2 . Artikel dibawah ini sudah mencakup ke dua bagian tersebut.)

Jika anda pernah menjadi penggemar film fiksi  Star Trek, mungkin anda pernah mendengar tentang holodeck. Dalam perjalanannya bertahun-tahun menjelajah angkasa yang luas, para kru tentu saja perlu berlibur, sementara bumi dan planet tempat dimana kru berasal sudah ditinggal jauh dalam hitungan jarak tahun cahaya. Holodeck menjadi ruang virtual dimana mereka bisa menciptakan realitas lain, apakah berlibur di pantai, mendaki gunung, menjelajahi hutan, bahkan terlibat dalam lakon kisah tertentu di dunia virtual.

Virtual Reality kini difokuskan akan menjadi sesuatu yang besar di masa sekarang dan masa depan.

Google, Facebook, Oculus, Samsung, Valve, Sony dan banyak perusahaan besar lain,  sekarang dengan serius memasuki dunia ini. Virtual Reality atau VR, akan menjadi bisnis dan teknologi yang akan sangat berkembang, dan dunia virtual ini sudah dimulai sejak sekarang.

Masing-masing perusahaan memiliki pendekatan berbeda, google memulai dengan google cardboard, sebuah alat tambahan yang murah dan terbuat dari kardus, yang  bisa mengubah fungsi smartphone menjadi device untuk memasuki dunia virtual. Google bahkan sudah mencoba nya untuk digunakan di sekolah-sekolah menjadi sarana pembelajaran yang lebih hidup.

Oculus dan Valve, mencoba menjajaki dunia VR untuk memasuki dunia game ke tingkat keseruan baru, membawa pemainnya benar-benar masuk ke dalam dunia 3D.

Samsung menjadi salah satu perusahaan yang serius memandang peluang, bahwa  virtual reality akan dibutuhkan dan akan menjadi hype dimasa sekarang dan masa depan. Pada ajang Mobile World Congress tahun 2015, Samsung bekerjasama dengan Oculus, memperkenalkan perangkat Gear VR, yang mengubah Galaxy Note 4 menjadi device untuk memasuki dunia virtual. Tidak berapa lama kemudian versi Gear VR yang lebih sempurna diperkenalkan untuk kalangan terbatas sebagai innovator edition, dan memasuki akhir 2015, Samsung memperkenalkan edisi Gear VR untuk publik, penyempurnaan dari innovator edition, yang berbobot lebih ringan dan dengan harga yang dianggap terjangkau. Di Tahun 2016 ini, berbarengan dengan direlease nya flagship smartphone terbaru dari Samsung, Galaxy S7, Gear VR juga direlease untuk pasar Indonesia.

Berbeda dengan pendekatan Oculus Rift dan Valve yang membutuhkan komputer PC sebagai tenaga untuk memasuki dunia VR, dan Sony yang membutuhkan konsol game, pendekatan Samsung lebih seperti google, menjadikan fungsi VR yang lebih portable dan mudah digunakan dimana saja, karena semua komputasi untuk menjalankan program VR dilakukan oleh smartphone.

Ketika kita mengenakan peralatan VR, mata kita akan memandang sebuah dunia atau realita yang lain. Berbeda dengan menonton bioskop atau televisi 3D, yang membawa film seolah-olah lebih hidup karena bisa terasa keluar dari layar, VR membawa kita masuk ke dunia tersebut, seolah-olah kita berada di dalamnya. Gerakkan kepala ke kiri, ke kanan, ke atas dan ke bawah dan melihat berkeliling, sebuah dunia baru berada disana. Mata dan otak kita “ditipu” bahwa kita sedang melihat realita yang berbeda dengan realita asli dimana kita berada sekarang. Kita bisa berada diatas gunung dan memandang sekeliling, di bibir pantai, bahkan melayang-layang  di angkasa. Atau sedang berada di sebuah museum, di gedung putih istana presiden, bahkan di dunia purba jaman dinosaurus.

Bagi mereka yang pernah mencoba google cardboard dan merasa pengalaman virtual reality yang diberikan sudah sangat menarik, jangan mengira Gear VR yang dibuat Samsung akan memberikan pengalaman yang sama, hanya terasa lebih fancy dengan device yang lebih mewah dan tidak lagi terbuat dari kardus.

Saya pun pernah berpikir yang sama, mengapa harus lebih mahal dari google cardboard, jika hanya memberikan sekedar device yang lebih mewah?.

Ternyata apa yang ditawarkan Gear VR adalah dunia virtual yang lebih advance dan lebih hidup. Jika pada google cardboard, semua dunia virtual ditampilkan dan dikomputasi hanya dari sebuah smartphone, dan google cardboard hanya sekedar kotak yang dilengkapi lensa untuk memberikan ilusi optik, Gear VR memberikan teknologi VR yang lebih terintegrasi di dalamnya. Selain software khusus VR dari Oculus yang otomatis terinstall ketika smartphone diletakkan ke dalamnya, pada peralatan Gear VR tersedia langsung sensor gyroscope, proximity dan akselerometer yang terkalibrasi dan mengambil alih sensor tersebut dari smartphone.

Terintegrasinya software VR dan sensor dalam satu paket, memberikan pengalaman masuk ke dunia virtual yang lebih hidup, atau dikenal dengan istilah immersive.

Problem yang dihadapi google cardboard, pengalamannya sangat bergantung dengan smartphone apa yang digunakan. Selain kemampuan komputasi smartphone, resolusi layar dan kelengkapan sensor sangat menentukan kenyamanan dan pengalaman menggunakannya.

Keterbatasan di google cardboard, membuat banyak orang tidak bisa menyaksikan dunia virtual dalam waktu yang lama, apalagi pada aplikasi yang membutuhkan ritme dan pergantian gambar dengan cepat, seringkali membuat banyak orang pusing bahkan dibuat mual. Ini dikarenakan tidak semua device sanggup merender gambar dengan cepat sesuai gerakan mata atau kepala. Device VR harus sanggup bereaksi dengan gerakan arah kepala dibawah hitungan ms (milisekon). Reaksi diatas 20ms, akan terlalu lambat, dan menghasilkan motion sickness untuk pengguna. Dudukan jarak lensa ke mata yang fix, juga membuat sebagian orang yang memiliki problem mata seperti mata minus atau plus dan berkacamata, sulit untuk menikmati pengalaman dunia virtual di google cardboard.

Tantangan bisa mengatasi pusing bahkan mual (motion sickness) dan merasa benar-benar berada di dunia virtual ini yang coba dijawab dengan GearVR. Kecepatan dan ketepatan mengubah posisi gambar sesuai gerakan kepala, jarak fokus dari layar ke mata yang bisa disesuaikan, dan kontrol yang mudah, sedikit banyak meminimalisir dan menghindari efek pusing dan mual yang mungkin terjadi. Ritme tampilan gambar yang tidak sesuai dengan gerakan kepala, akan membuat pengalaman virtual menjadi tidak nyaman.

Gear VR sementara ini hanya bisa dipasangkan dengan smartphone high end dari Samsung, Galaxy S7 dan S7edge, Galaxy S6, S6edge dan S6edge+, Galaxy Note5. Sepertinya pilihan ini bisa dibenarkan, karena untuk memberi pengalaman yang lebih hidup, membutuhkan layar dengan resolusi tinggi (QuadHD ke atas) dan komputasi yang cepat. Seberapa cepatpun kita memalingkan kepala, gambar di GearVR bisa mengikuti tanpa jeda.

Banyak orang memandang dan mengira kalau VR ini hanya bentuk entertainment yang lebih advance, pendapat tersebut betul, tetapi sebenarnya VR bisa menjadi sarana yang lain dari sekedar entertainment. Mari kita lihat apa yang sudah dibuat VR sekarang dan kemungkinan perkembangannya nanti.

 

Games

Tentu saja sambutan untuk VR, terbesar datang dari dunia games. Sudah begitu lama orang mendambakan bermain games bukan lagi sekedar controller dan layar, tetapi mencoba masuk ke dalamnya. Hadirnya kinect, dimana gerakan tubuh dan gesture bisa menjadi bagian dari pengendalian permainan membuat game jauh lebih menarik. VR akan melengkapinya, karena kita benar masuk ke dalamnya.

Game pada Gear VR saat ini memiliki dua cara controlling, dengan touchpad yang berada di sisi kanan, memiliki arah atas, bawah, kiri dan kanan, plus tap, dimana sebagian besar permainan dikendalikan dengan cara gesture slide, misal dari kiri ke kanan atau atas ke bawah.

Selain touchpad, beberapa game harus dimainkan dengan bluetooth controller layaknya game pad. Bluetooth controller ini pada paket pembeliannya tidak disediakan dan bisa dibeli terpisah, tidak harus merek dari Samsung, tetapi bisa menggunakan bluetooth game pad kompatibel.

Ke depan versi lain dari GearVR akan mendukung gesture dari gerakkan tangan seperti kinect.

Beberapa contoh game yang ada di Gear VR mungkin bisa menggambarkan lebih jelas, bagaimana VR menawarkan “rasa” bermain game yang baru.

#Temple Run

Game ini sangat terkenal, dimana kita berlari, melompat, slide, mengambil jalur kanan-kiri, mengumpulkan koin, menghidari hambatan, sambil di kejar monster. Pada game original  kita hanya berpaku untuk melihat ke depan dan monster mengejar kita dari belakang. Pada GearVR, semuanya berlangsung 360 derajat, sambil berlari layaknya orang berlari sekuat tenaga karena dikejar monster, sesekali kita ingin memalingkan muka ke belakang, untuk melihat apakah pengejar kita sudah mendekat atau masih jauh. Dan ini bisa dilakukan. Ketika melihat ke belakang kita bisa melihat wajah dan sosok monster yang mendekat, dan ternyata monsternya tidak hanya satu, disebelah kiri dan kanan kita juga anda monster sejenis. Dengan kondisi ini, tentu saja permainan terasa lebih hidup dan menghasilkan tingkat ketegangan yang lebih tinggi. Bahkan saat jalan menurun dan kita harus melompat atau bergeser, game yang mengajak kita masuk dan berada di dalamnya sama sekali memberikan pengalaman yang berbeda dari sekedar melihat layar 2D. Sama seperti perasaan ketika melompat dan takut jatuh, atau sliding, yang sering membuat ada perasaan “sesuatu” yang jatuh dari dada kita, perasaan yang sama bisa dialami saat bermain game ini, karena mempengaruhi keseimbangan tubuh.

Makanya game ini masuk kategori “Comfortable for Few” , tidak semua orang akan nyaman memainkannya. Beberapa orang yang mencoba bermain sambil berdiri, segera merasa akan jatuh karena pergerakan dan pengalaman yang hidup, ada beberapa yang berkeringat saking tegangnya, hanya setelah bermain satu menit lebih saja. Dengan semua pengalaman tersebut, game semacam ini akan semakin menantang, semakin sulit dimainkan, tetapi memberi pengalaman yang jauh lebih seru dibanding bermain game standarnya.

#Anshar War

Dambaan orang ketika bermain game pesawat terbang dan saling menembak adalah seperti berada di langit tanpa batas, bisa menengok ke kiri kanan dan ke belakang, tidak hanya melihat ke depan saja.

Anshar war menjadi peperangan di luar angkasa lengkap dengan portal untuk berpindah tata surya. Permainan perang luar angkasa ini dimulai dengan pesawat kita melewati portal dan masuk ke angkasa yang luas. Perasaan pertama mereka yang mencoba game ini akan berasa wow, angkasa luas menjadi medan pertempuran, dan pesawat musuh datang dari segala arah. Dengan VR kita dengan mudah bisa melihat musuh dengan hanya menggerakkan kepala, dan sekaligus pesawat luar angkasa kita akan bergerak ke arah kita memandang. Pertempuran akan terasa intens dan bergerak ke semua arah dengan bebas. Pengendalian dengan gerakkan kepala ini juga menyederhanakan cara navigasi dengan VR, dan ketepatannya sangat baik. Jika ingin mencoba pengendalian dengan gerakan kepala, Gear VR bisa seakurat apa, bisa mencoba game sederhana Poly Runner.

 

 

#Minecraft

Game yang sangat populer ini baru saja masuk menjadi bagian dari game Gear VR.  Dengan VR sekarang dunia minecraft yang tampil dengan grafis kotak-kotak tersebut bisa dilihat dengan lebih utuh 360 derajat. Percaya atau tidak, pergantian hari di dunia minecraft ketika menjadi rembang sore hari dan berganti malam dan juga pada game-game lain, akan terasa lebih menarik di VR.

Persepsi 3 dimensi yang lebih utuh, dimana kita berada ditengah game membuat suasana yang ditampilkan menjadi lebih hidup. Bahkan pada game-game yang tampil dengan bentuk polygon agak kasar dan terlihat masih kotak-kotak, persepsi kedalam, rasa akan jatuh ketika melompati jurang, bergantinya hari, tidak bisa didapat pada game sebagus apapun renderingnya di layar datar.

 

#Game Lain.

Bermacam genre game yang bisa ditemui di oculus Gear VR, termasuk game horor. Walau terlihat sederhana, ketika memainkan game bergenre horor seperti Sister, suasana gelap, alunan musik ala film horor, bisa menambah degup jantung dan ketegangan berlipat. Atau lewati lorong-lorong gelap di Dreadhalls dan rasakan takutnya ketika membuka pintu bertemu dengan…

Gear VR juga dilengkapi dengan 3D sound, seperti di bioskop, dimana suara bisa mengikuti pergerakan benda dan suasana lingkungan, sehingga suasana yang dibangun bisa lebih hidup. Banyak aplikasi senantiasa menyarankan kita untuk menggunakan earphone atau headphone untuk menikmati pengalaman yang lebih hidup. Mirip dikehidupan nyata, jika kita berjalan mendekati sungai, suara gemericik air terasa semakin keras ketika mendekat, suara burung terbang bisa terdengar mendekat dan menjauh, semuanya dibangun dengan lebih sempurna saat menggunakan gear VR yang dilengkapi 3D sound.

Berbagai genre game seperti kebanyakan game konsol atau pc bisa ditemui di VR, jumlahnya kini ratusan dan terus berkembang, dan setiap game sering memberi pengalaman yang unik karena persepsi kita yang menjadi berbeda. Permainan sederhana dan tampil kartun sekalipun seperti memancing, bukan hanya menawarkan game simple, tetapi suasana saat memancing yang bisa meneduhkan hati.

Game akan menjadi lebih advance di VR seiring bertambahnya waktu. Game strategi seperti Tactera yang saat ini baru memasuki tahap demo, sudah tampil luar biasa, apa yang kita lihat hanya sebagai bagian imajinasi di film yang dimiliki Tony Stark, dengan meja hologram, robot dan layar komputer transparan, sekarang tampil “nyata” di depan kita.

 

Pendidikan / Sarana Belajar

Banyak anak-anak, bahkan kitapun senang bermain, tetapi malas belajar. Mungkin karena bermain mengasikkan, tetapi belajar menjemukan.

VR bisa menjadi sarana belajar yang baru. Contohnya game konsep yang bernama #The Body VR, bercerita tentang darah, kita diajak masuk ke dalam tubuh seperti film inner space dan mengalir bersama darah di saluran tubuh. Sepanjang jalan kita berkenalan dengan keping darah merah, darah putih dan bagian darah lain-lain. Lebih jauh ada cerita tentang protein dan bagaimana protein bekerja. Hal yang sepertinya akan sangat sulit dimengerti dan membosankan ketika dibaca dalam text book, sekarang tampil secara visual dengan storytelling yang mudah dipahami dan lebih mudah diingat.

#In Mind, dengan misi pendidikan yang mirip, menyambar menjadi permainan game tentang  apa yang terjadi pada syaraf otak kita, bagaimana penyakit menyerang syaraf otak, dan kita mencoba menghalaunya.

#TheBluVR membawa kita ke dalam laut dekat artik, untuk mempelajari ikan-ikan di laut sesuai kedalamannya. Suasana yang dibangun termasuk atmosfir kesunyian dan ketenangan seperti ketika kita menyelam ke dalam air, dibangun dalam aplikasi ini. Kita berkenalan dengan ikan paus, ikan hiu, pari, dll, secara lebih hidup dengan narasi yang menarik. Anak-anak pasti sangat menyukainya dan mudah belajar, karena pembelajaran kali ini bukan hanya teks dan gambar, atau video, tetapi turut masuk ke dalamnya.

Apa yang dulunya menjadi sarana  belajar yang membosankan, berdasarkan buku teks dan sedikit gambar, kemudian menjadi lebih menarik dalam bentuk video, akan terasa lebih menarik lagi saat modelnya menjadi bentuk virtual reality.

Cobalah #Titans of Space , kita mengarungi angkasa untuk menyaksikan planet di tata surya, memandang planet-planet seperti film fiksi ilmiah, dengan penjelasan menarik tentang besarnya planet, perbandingan ukuran, bulan yang mengelilingi planet, dll. Kita seperti duduk pada kursi terbuka yang melayang di angkasa, dan kadang setiap pergerakan perpindahan antar planet, terasa bahwa kita seolah benar bergerak dan tubuh berusaha menyeimbangkannya. Pengalaman virtual realitynya sangat menarik, luar biasa megahnya tata surya akan terasa, dan betapa kecilnya bumi. Apa benar tidak ada makhluk hidup lain di luar sana? I want to believe 🙂 Aplikasi Titans of Space yang sama juga ada untuk google cardboard, tetapi setelah mencoba diantara keduanya, antara google cardboard dan Gear VR, akan mudah mengatakan bahwa virtual reality di Gear VR lebih menghanyutkan.

VR sebagai sarana belajar akan semakin berkembang untuk banyak dunia pendidikan, termasuk pendidikan kedokteran. Salah satu contoh aplikasinya, VR RCSI, Royal College of Surgeons in Ireland. Kita dihadapkan dengan pasien yang mengalami kecelakaan di emergency room, lengkap dengan peristiwa kejadian, statistik kondisi pasien, seperti tekanan darah, ritme jantung, dll. Kita diminta mengambil keputusan, seperti apakah akan bicara dengan pasien, mendapat informasi dari suster, dan kemudian mempertimbangkan apakah memerlukan hasil scan, dll, untuk mengambil langkah yang tepat menolong pasien. Dengan simulasi seperti ini banyak calon dokter bisa dibantu untuk belajar dengan cepat.

 

Entertainment

Hiburan akan menjadi lahan subur inovasi dari pemanfaatan virtual reality. Saat ini sebagian kecil aplikasi hiburan sudah sangat menarik di Gear VR,  misalnya Oculus Video. Salah satu fitur sangat menarik di oculus video, membuat vr menjadi bioskop pribadi kita.

Mengapa banyak orang tetap suka pergi ke bioskop?, walaupun banyak film HD sudah bisa dinikmati di smartphone atau televisi di rumah? Bioskop membuat orang fokus untuk menonton film, lebih minim distraksi dibanding menonton via televisi atau layar smartphone. Kemudian bioskop juga selain menghadirkan layar besar, juga memberikan tata suara yang lebih menarik.

Copy-kan film HD kita ke smartphone, dan rasakan menonton dengan suasana bioskop di Gear VR, rasanya benar mirip. Bedanya hanya kita sendiri yang ada di bioskop, walau detail gedung bioskopnya mirip. Lihat ke bagian kursi, ada tempat minum. Lihat ke sudut kanan bawah, sama ada pintu exit. Lihat ke atas, ada langit-langit lengkap dengan lubang pendingin udara, bahkan kita bisa menengok ke belakang. Kita duduk di tengah, di barisan bangku ke-8 dari layar, baris bangku yang paling pas di gedung bioskop.

Suasana pencahayaan teater bisa berubah sesuai cahaya yang tampil di layar, jika film sedang adegan siang hari, terasa gedung bioskop mendapat bias cahaya lebih terang, kursi2 lebih terlihat, saat adegan film gelap, begitu pula sekitar kita, lebih gelap, benar mirip seperti di gedung bioskop. Dengan kondisi lingkungan seperti ini, kitapun lebih fokus menikmati film, apalagi jika disertai headphone atau earphone yang baik, dan film HD yang sudah memiliki tata suara bagus dalam rekamannya. Mirip seperti berada di bioskop.

Selain di dalam teater gedung bioskop,  kita juga bisa berganti tema dan memilih teater lain, misal home theatre di rumah, atau ant theatre, dimana seolah-olah kita menjadi seukuran semut yang sedang menatap layar smartphone Samsung yang teronggok di tanah dikelilingi beberapa “sampah” seperti kunci, kaleng soda, dll.

Masih mau berganti suasana kita bisa pindah ke bulan, dimana dipermukaan bulan terpasang layar tancap, dan sebuah projector terletak dimeja, dan bangku tempat duduk mirip bangku pesawat luar angkasa. Diatas kita bintang dan angkasa lepas.

Jika kita hendak menonton tanpa suasana, bisa memilih void theatre, tidak apa-apa disana selain ruang hitam dengan layar.

Seperti bioskop modern sekarang, kita tidak hanya bisa menyaksikan film-film 2D standar, tetapi juga bisa film 3 dimensi, tanpa membutuhkan kacamata khusus. Efeknya mirip, misal menyaksikan film The Walk, ketika galah penyeimbang jatuh, ada kemungkinan kita akan menggeser kepala secara reflek, karena seolah-olah galah tersebut jatuh dan akan membentur muka. Ketika sang tokoh, Philippe Petit, berjalan diatas tali menyeberangi gedung twin towers New York dan memandang ke bawah, kita juga akan merasakan phobia akan ketinggian.

Selain film 3D, kita juga bisa menyaksikan video 360 yang sekarang banyak dibuat orang dengan kehadiran kamera berlensa banyak yang bisa merekam ke segala arah. Kita sekarang tidak lagi menyaksikan video dari satu arah tetapi seperti sang kameramen yang bisa melihat ke segala arah. Apa yang dilihat seorang pemain ski ketika menuruni bukit salju yang terjal, saat melompat dan mendarat?  Apa yang dialami pemain surfing ketika berselancar masuk ke dalam gulungan ombak, dan apa rasanya skydiving?, atau menaiki speeder bike milik Rey di padang pasir Jakku sambil melewati onggokan pesawat Star Destroyer? Kita bisa turut mencicipi nya sekarang di Gear VR.

Cobalah download atau streaming sebuah rekaman video 360 dari sebuah roller coaster, dan rasakan dengan Gear VR, rasa seram bercampur keseruannya bisa dirasakan. Dan apa yang tidak kita berani lakukan ketika menaiki roller coaster adalah menengok ke belakang, melihat para penumpang lain menjerit.

 

Untuk next entertainment, bahkan Gear VR sudah dipakai di beberapa tempat taman bermain roller coaster asli di Amerika. Para penumpang roller coaster mengenakan gear VR yang di program ter-sync dengan gerakan asli naik turunnya roller coaster, hanya sekarang realita apa yang penumpang roller coaster pandang berubah, bukan lagi taman bermain, tetapi bisa menyajikan dunia yang lain, misal seperti roller coaster di angkasa, kota masa depan, atau berperang dengan robot dan alien. Keseruan dari goncangan dan gerakan yang sesungguhnya dari roller coaster yang terkalibrasi dengan apa yang ditampilkan Gear VR, masih bisa ditambah dengan kemampuan untuk membidik dan menembak sasaran yang ditampilkan di layar.

 

Saat launching Galaxy S7 dan roadshow Samsung, biasanya mereka juga membawa kursi khusus untuk VR, dimana kursinya bisa bergerak seirama dengan aksi yang sedang kita lihat di Gear VR. Bisa jadi suatu saat kursi dan Gear VR ini bisa kita temukan di tempar bermain seperti Timezone, atau bahkan bisa dibeli untuk digunakan di rumah layaknya aksesoris game konsol.

 

Untuk mereka yang tidak mau terlalu repot dan ingin mengalami sensasi gerakan yang lebih di Gear VR, team Samsung Creative Labs sudah memperlihatkan sebuah headphone khusus yang dinamai Entrim 4D+. Headphone ini tidak hanya menghasilkan suara, tetapi memiliki algoritma yang bekerja dengan Galvanic Vestibular Stimulation (GVS), mengirimkan sinyal elektrik kepada syaraf sekitar telinga dan membuat kita mengalami sensasi bergerak seirama dengan apa yang kita saksikan di VR, sehingga pengalamannya akan sangat terasa walau sebenarnya kita sedang duduk.

Beragam konten virtual reality semakin banyak tersedia di internet, baik yang bisa di streaming langsung atau di download. Kreativitas olahannya semakin beragam, dari panggung konser yang bisa kita lihat berkeliling, hingga  kita bisa berada satu panggung dengan penyanyi. Video klip pun bisa tampil berbeda, pernah melihat girls band Korea menyanyi mengelilingi anda, dan menari benar-benar di depan anda?

Dunia jaman jurassic bisa dilihat lebih hidup dibanding yang kita saksikan di bioskop, hingga pengalaman berada di tengah pertunjukkan sirkus Cirque du Solelil  yang luar biasa, membuat hiburan sepertinya mendapat format baru yang semakin ke depan akan semakin banyak diminati, termasuk yang sudah bisa dinikmati sekarang, menonton streaming video berlangganan seperti Netflix dan Hulu. JIka anda penyuka musik, terkadang mendengarkan musik untuk relaksasi atau kebalikannya untuk memompa semangat dengan mendengarkan lagu-lagu dengan beat yang kuat, Groo VR menjadikan musik memiliki visual grafis yang menarik. Sepertinya hiburan takkan pernah habis.

 

Motivasi

Sebagian besar orang takut akan ketinggian, tetapi ada juga yang ketakutannya sangat besar. Jika melihat ke bawah dari ketinggian sedang saja, langsung merasa kehilangan keseimbangan. Atau orang yang takut jalan di sisi railing tangga atau menaiki lift, dan pesawat terbang. Ketakutan atau phobia ini ternyata bisa coba diatasi, salah satunya sekarang dikenal dengan cara VRT, atau virtual reality therapy.

Salah satu aplikasi VR  yang sudah diuji coba secara nyata oleh Samsung di Gear VR, dinamai #BeFearless .

Karena pengalaman yang seperti nyata, Gear VR memberikan simulasi secara bertahap untuk membantu mereka yang takut akan ketinggian. Dimulai dengan keberanian untuk menaiki lift berdinding kaca yang menghadap ke arah kota, naik beberapa lantai, kemudian ke belasan lantai, sampai ke lantai tertinggi. Disetiap fase kita bisa mendapatkan pilihan isian apakah kita merasa takut, sedikit takut, atau sama sekali tidak takut. Jika tidak diajak melanjutkan lebih tinggi. Selama proses berlangsung pergerakan kepala kita memandang diukur, apakah kita banyak berani menatap ke bawah atau banyak menghindar. Data ini semakin lengkap jika memliki smartwatch Gear S dari Samsung, yang sekaligus terhubung dan mengukur detak jantung kita.

Jika kita berhasil melewati tahap awal lift, kita diajak melewati tahap lain, berkendara dengan mobil di tepi jurang. Jika masih sanggup kita diajak untuk ikut naik helicopter melewati pegunungan, kemudian menuruninya sebagi pemain ski.

Tahap terakhir yang pasti membuat banyak orang ciut adalah berjalan di tepian gedung tinggi para railing bagian luar gedung. Kemudian mencondongkan badan dan melihat ke bawah.

Samsung sudah mencoba aplikasi ini kepada sekelompok orang yang punya rasa takut akan ketinggian, setelah mereka berhasil melewati tahap virtual reality, mereka diajak sungguhan untuk mengalaminya di kondisi nyata.

 

Selain phobia terhadap ketinggian, ke “takutan” lain yang banyak dimiliki orang adalah berbicara di depan publik. Tidak semua anak berani maju ke depan kelas untuk berbicara, bernyanyi, atau bercerita, padahal itu di depan teman-teman yang mereka kenal. Bagaimana rasanya jika harus presentasi di depan banyak orang yang tidak kita kenal? Kebanyakan orang grogi pada saat awal. Ketika grogi dan panik, suara kita tercekat, keringat dingin mengalir, dan apa yang sudah dipersiapkan bisa berantakan dan terlupa. Seringkali rasa groti  tidak perlu hanya di depan publik, tetapi coba bicara depan kamera yang sedang merekam, misalnya untuk membuat video blogging, tidak mudah. BeFearlerss untuk berani bicara di depan publik ini memiliki tahap latihan yang baik. Kita harus menyelesaikan keberanian bicara di 3 situasi utama, di sekolah, dengan rekan bisnis, dan kepada publik. Dimulai di sekolah dengan sharing mengobrol dengan avatar rekan-rekan sekolah, nada bicara kita, berapa lama kita bicara, apakah kita berani menatap ke mata teman bicara, dan ritme jantung ( jika menggunakan Gear S )  akan diukur.

Jika berhasil melewatinya kita akan dibawa ke tahap selanjutnya. Saya rasa aplikasi ini selain bisa belajar untuk bicara depan publik, juga bagus untuk mereka yang akan menghadapi wawancara pekerjaan. Selain buatan Samsung sendiri, aplikasi untuk belajar bicara di depan publik ini juga ada yang dibuat pihak ketiga, misalnya Speech Center.

 

Social Media

Biasanya kita berbagi kabar di sosial media melalui ketikan, bercakap-cakap dengan fasilitas chat, berbagi foto dan video. Banyak yang berkata, tidak ada lagi jarak yang jauh dengan media sosial, semuanya bisa bertemu di satu tempat. Gear VR mempertemukan kita dengan cara yang lain, kita bisa bertermu dan saling bercakap-cakap, tetapi bukan lagi ditempat yang biasa. Aplikasi sperti Alt Space atau Oculus Social, membuat kita bisa bertemu ditempat virtual dengan bermacam suasana yang bisa kita pilih, apakah kita sedang pergi berkemah, mengobrol bersama sambil menikmati api unggun dibawah langit malam, cafe di Paris, atau kita mau bertemu di stasiun luar angkasa, mengobrol sambil menikmati suasana angkasa luar.

Setiap personal akan diwakili oleh sebuat avatar yang bisa kita rancang, dari gender, gaya rambut, kacamata, kumis, dengan pilihan baju, celana, hingga sepatu yang beragam. Gaya pertemuan ini menjadi menarik karena beragam lokasi menarik yang disiapkan dengan kelengkapan suasananya masing-masing.

 

Charge your spirit

Setiap akhir pekan dan waktu liburan, berbondong-bondong orang berdesak-desakan pergi ke tempat berlibur atau berjalan-jalan, dengan maksud melepas penat dari beban rutinitas pekerjaan. Banyak orang juga mengambil waktu sebagai quality time untuk dirinya sendiri, menghabiskan waktu untuk membaca, pergi ke tempat yang hening sebagai sarana untuk melepas lelah dan mendapatkan semangat kembali.

Dalam sela-sela istirahat di waktu sibuk, Gear VR bisa menjadi sarana untuk melepaskan penat, atau berpaling dari suasana hiruk pikuk. Aplikasi seperti #MindMyths meditation bisa menjadi cikal bakal sarana baru untuk membawa kita ke dunia yang tenang, berdiam diri ditepi danau sambil memandang air tenang, kupu-kupu beterbangan, dan gunung yang indah di sebagai latar belakang. Suara alam yang melengkapi, bisa ditambah iringan musik relax,  sepertinya bisa membawa kita untuk menenangkan diri dan masuk ke alam meditasi. Suasana sekitar yang hiruk pikuk, tiba-tiba bisa berubah menjadi tenang.

Banyak orang juga mencari tempat yang tenang untuk membaca buku. Mungkin cerita fiksi, kisah motivasi, biografi, dll. Aplikasi seperti #Chimera Reader, memungkinkan kita memilih lokasi untuk membaca buku, apakah di ruang study abad ke 19, atau di perpustakaan yang tenang sambil lamat-lamat mendengarkan musik. Mungkin suatu saat ketika orang sudah terbiasa dengan VR, lelah karena macet di angkutan umum saat pulang bekerja, bisa diisi dengan membaca buku di “tempat” yang tenang ini.

Efek virtual reality ini memang menarik, untuk dalam waktu sekejap memindahkan kita dari kehidupan nyata, ke dunia virtual yang menghibur dan menenangkan. Aplikasi-aplikasi eksperimen seperti the box yang menyajikan gambar polygon kartun dan suasana malam di dalam hutan saja bisa menenangkan. Bahkan cerita kartun lucu tentang kelinci dan alien di Invasion, bisa membawa kita menikmati suasana pegunungan salju dan danau yang membeku sambil tertawa.

 

Tips n Trick

Smartphone yang akan digunakan untuk Gear VR , sebaiknya tersambung ke wifi untuk memulai instalasi.

Set ukuran penjepit smartphone pada Gear VR sesuai tipe smartphone, dengan memaju mundurkan bagian penjepit. Kebanyakan casing smartphone harus dilepas sebelum dipasangkan pada Gear VR. Walau tidak tertulis di Gear VR, Samsung Galaxy S7 dan S7 edge bisa dikenakan dengan baik.

Pasangkan smartphone pada Gear VR pertama kali, maka akan terdengar notifikasi untuk melepas smartphone dan menginstall aplikasi (oculus) yang sekarang tampil otomatis di layar

Setelah aplikasi oculus terinstall, dalam keadaan smartphone hidup, pasangkan kembali ke Gear VR, yakinkan pengunci sudah rapat.

Kenakan GearVR, dan proximity sensor pada Gear VR akan menjalankan program Gear VR secara otomatis, ikuti langkah setting dari awal. Atur jarak lensa dengan memutar roda dibagian atas Gear VR. Sekarang anda siap untuk eksplorasi Gear VR.

Aplikasi-aplikasi  tidak perlu di download saat mengenakan Gear VR, bisa di download langsung di smartphone dengan membuka aplikasi oculus, sama seperti kita mendownload aplikasi di play store.

Bermain virtual reality paling baik jika kita duduk di atas kursi putar, untuk menghindari rasa ketidak seimbangan, dan mudah untuk menengok 360 derajat

 

Jika punya, lengkapi dengan earphone atau headphone bluetooth, untuk suara yang seru tanpa repot dengan kabel. Jika tidak ada, earphone atau headphone berkabel juga oke. Suara langsung ke kuping ini sangat membantu untuk memberikan efek immersive, karena Gear VR sudah support 3D sound, yang baru terasa jika kita menggunakan earphone atau headphone.

Gear VR juga disarankan tidak digunakan oleh anak dibawah 13 tahun, dan penggunaan terlalu lama tanpa jeda.

 

Cara menonton film HD.

Film High Definition sekarang ini mudah didapati di internet. Untuk bisa menontonnya di “bioskop” Gear VR, tempatkan film ini di folder yang tepat. Walaupun kita bisa “menitipkannya” di folder foto DCIM, cara yang lebih benar adalah menempatkannya di bawah folder Oculus. Biasanya ketika kita sudah menginstall aplikasi Oculus untuk VR, ada sebuah folder bernama Oculus di internal storage. Jika smartphone kita memiliki memori eksternal, kita juga bisa menempatkan film-film yang kita ingin tonton di memory card. Buat urutan folder seperti ini, boleh di internal storage, boleh di eksternal storage.

Oculus/Movies/YourMovies (didalam folder Oculus, buat folder baru dan namai Movies, kemudian di dalam folder Movies buat lagi folger baru bernama YourMovies ).

Letakkan film-film HD yang ingin kita tonton di folder YourMovies.

Jika kita senang menonton dengan adanya text subtitles, letakkan file subtitlenya (.srt) di lokasi yang sama dan pastikan nama filenya sama, hanya berbeda ekstensi.

Untuk melihat film yang sudah kita tempatkan di folder tersebut, saat membuka Gear VR dan aplikasi Oculus Video, pindah ke menu paling bawah, my video, dan scroll sampai kita melihat film yang kita simpan.

 

Cara menonton film 3D

Banyak dari film HD juga disediakan sebagai film 3D. Bedanya kalau di putar dengan cara biasa, film akan terbagi dua, side by side, atau sering dikenal dengan istilah SBS atau HSBS. Film dalam format ini jika diputar di oculus video, akan tampil 3 dimensi. Supaya bisa di deteksi oleh Gear VR sebagai film 3D, letakkan film tersebut di folder 3D. Urutannya foldernya sebagai berikut:

Oculus/Movies/YourMovies/3D .

 

Cara menonton video 360 derajat

Film 360 derajat menempatkan kita sebagai pelaku film di tempat kejadian dan membuat kita bisa melihat kemana saja. Contoh video 360 derajat ini banyak di youtube, dan dikenal sebagai youtube 360.

Ada 2 cara untuk menonton film 360 derajat, bisa langsung steraming, dan bisa didownload terlebih dahulu. Kelebihan jika film kita download terlebih dahulu, ada beberapa tingkat kualitas film yang biasanya bisa kita pilih. Beberapa video 360 di youtube bisa di download hingga format 4K video. Misalnya video ski jump dari Samsung mobile disini: SkiJump .

Download video 360 yang anda suka dengan cara yang anda pilih, dan letakkan file videonya secara khusus di folder ini: Oculus/360Videos ( jadi di dalam folder Oculus kita create folder baru dan namakan sebagai 360Videos ) .

Buka dengan cara yang sama di aplikasi VR di Oculus Video dan cari video 360 anda di bagian my video.

 

Jika malas men-download terlebih dahulu videonya, asal internet kita kencang silahkan langsung streaming. Di oculus video, bagian awal banyak terdapat video 360 dari Facebook yang senantiasa bertambah dan berganti setiap hari. Tetapi jika kita mau menonton video 360 dari youtube begini caranya:

Pastikan di Gear VR kita memiliki aplikasi Samsung Internet. Aplikasi ini seperti layaknya browser, hanya dalam bentuk 3D. Di bagian alamat web atau search, masukkan pencarian youtube 360 . Memasukkan kata pencarian bisa menggunakan perintah suara, atau kita bisa menampilkan papan ketik virtual.

Pilih video 360 yang akan kita streaming. Tampilan pertama pasti 2D(imensi) seperti kita membuka youtube di layar pc. Tap di tengah video, nanti di bagian bawah akan keluar tanda kotak untuk membuat video tampil full. Klik kotak tersebut.

Setelah itu lihat ada menu mode, biasanya di bagian atas. Klik menu mode dan kita dihadapkan dengan pilihan tampilan 3D. Untuk mendapat pengalaman video 360, umumnya kita memilih tampilan 360 2D atau 360 3D TB. Pilih saja mana yang cocok dengan format video yang disajikan yang bisa menghasilkan pengalaman video virtual reality 3D.

 

Kenyamanan

Untuk kenyamanan menggunakan Gear VR, pastikan strap yang mengelilingi kepala kondisinya tidak terlalu kencang tetapi tidak terlalu kendur.

Kadangkala dalam kondisi tertentu, lensa Gear VR seperti buram, ini bisa disebabkan pengembunan uap dari panas muka kita, atau sidik jari, atau ketika dikenakan lensa menempel dengan kulit muka. Untuk mengurangi efek penguapan, kita bisa menggunakan anti fogging atau cairan pembersih kacamata.

Gunakan kain khusus untuk lensa (kacamata) atau micro fiber untuk mengelap lensa bagian dalam dan luar Gear VR. Pastikan juga ketika dikenakan layar smartphone kita dalam kondisi bersih.

Setiap aplikasi memiliki “rating” karena tidak semua orang memiliki kenyamanan dan kemampuan yang sama untuk menyesuaikan diri ketika melihat lingkungan virtual reality. Ada 3 bagia rating aplikasi, comfortable for most, yang hampir dipastikan nyaman dimainkan semua orang, comfortable for some, hanya sebagian orang merasa nyaman memainkannya, dan comfortable for few, yang biasanya mudah membuat banyak orang pusing atau mual. Jadi pastikan di dunia VR kita cocok mencoba aplikasi dalam rating yang mana.

 

Kebanyakan smartphone akan menjadi panas saat menggunakan Gear VR, ini wajar karena kompleknya komputasi yang harus dilakukan. Saat terlalu panas mungkin saja akan ada petunjuk untuk menghentikan pemakaian sementara. Smartphone Galaxy S7 dan Galaxy S7edge cenderung tidak sepanas smartphone Galaxy lainnya ketika menggunakan Gear VR, ini dikarenakan device tersebut sudah memiliki liquid cooling system untuk mengantisipasi panas berlebih.

Sebenarnya jika kita memiliki Galaxy Note 4, kita juga bisa menggunakan Gear VR ini, hanya saja harus agak tega menekannya ke perangkat Gear VR, dan sebaiknya tutup baterai di buka supaya tidak terlalu tebal, dan selotip baterai agar tidak lepas.

Karena komputasi yang intensif, wajar juga kalau saat digunakan untuk Gear VR, baterai smartphone akan cepat terkuras. Sambil menggunakan Gear VR, kita juga bisa men-charge smartphone baik dengan power bank maupun dengan charger listrik, dengan mengkoneksikan charger ke usb port dibagian bawah kanan perangkat Gear VR.

Jika selama menggunakan Gear VR kita tidak mau diganggu dengan pop up notifikasi atau dering telepon, tekan dan tahan tombol back pada Gear VR, dan pilih untuk mematikan notifikasi.

Panduan lengkap manual book Gear VR bisa dibaca disini: GearVRManual

Enjoy your Virtual Reality world !

 

 

 

 

 

 

Exit mobile version