Site icon Lucky Sebastian

Samsung Galaxy S8 Review

Intro

Rabu, 29 Maret 2017 kemarin, Samsung resmi memperkenalkan flagship barunya, Galaxy S8 di New York. Samsung Indonesia juga mengundang sekelompok kecil media, untuk menonton acara live streaming bersama-sama di Jakarta, dan saya kebetulan ikut menjadi undangan di acara ini.

Di acara ini, ternyata kita juga bisa melihat langsung dan mencoba Galaxy S8 dan Galaxy S8+, walau unitnya sendiri belum commercial unit, masih unit ujicoba.

Impresi dalam ujicoba kurang dari 24 jam ini saya coba tuangkan dalam artikel review atau hands-on ini, sekaligus meluruskan mana tebakan yang benar dan tidak benar dalam tulisan bocoran Galaxy S8 di sini .

Sekali lagi harap diingat, unit yang kita coba ini masih unit ujicoba, masih beta, terutama dalam segi software.

 

Desain

Pertama kali melihat langsung Galaxy S8, walaupun sudah sebulan melihatnya dalam bocoran-bocoran foto, mungkin bisa dikatakan lebih dari seeing is believing , device aslinya lebih sleek, cantik, dan bagoos (double o). Menurut saya ini desain smartphone paling cantik yang pernah Samsung buat. Aspect ratio yang memanjang, 18.5 : 9 membuatnya terlihat langsing, dan lengkungan edge displaynya blend dengan bezel atas bawah berwarna hitam yang ukurannya sekarang jauh lebih tipis.

Galaxy S8

Layarnya dalam kondisi standby berwarna hitam pekat dengan angka jam dari fitur  AOD (always on display) terpampang beserta ratusan titik putih yang nantinya ternyata bagian dari serangkaian desain wallpapernya yang baru, merepresentasikan bintang-bintang di angkasa.

AOD, Always On Display

Tombol home button yang berupa hard button tidak ada lagi, digantikan icon home button yang selalu menyala di layar. Dalam kondisi standby ini sudah terlihat desain Samsung sangat bagus memadukan antara desain hardware yang diperkuat fitur  always on display, sehingga berbeda dengan kebanyakan smartphone saat standby hanya memampilkan layar gelap, fitur AOD ini benar memperkuat tampilan keseluruhan display.

Home Button Icon

Unit test ini berwarna hitam, nantinya dalam unit commercial akan dinamai midnight black. Warna hitam yang menyeluruh ini membuat Galaxy S8 tampil seamless tanpa jeda dari depan hingga belakang. Dalam release resminya, Galaxy S8 akan tersedia dalam 5 warna, Midnight Black, Orchid Gray, Maple Gold, Coral Blue dan Arctic Silver. Walau tersedia dalam 5 warna, semua warna face dan bezel bagian depan akan berwarna hitam, selain untuk menonjolkan desain, warna face hitam ini juga dipilih untuk menyamarkan sensor-sensor yang ada dibagian depan. Untuk warna frame pinggir, mengikuti warna body belakang. Jadi jika ingin warna frame hitam, hanya ada di midnight black.

Warna Galaxy S8

Memang sulit mengetahui ukuran pasti dari Galaxy S8, walau foto-fotonya sudah tersebar cukup lama. Setelah melihat unit aslinya, lebih mudah buat kita mengerti, bahwa bayangan besarnya layar 5.8 inch akan membuat devicenya terlihat jumbo, ternyata salah besar.

Galaxy S8 lebih ramping dibanding Galaxy S7, lebarnya hanya 68.1 mm, 1,5 mm lebih ramping dibanding S7 yang layarnya 5.1”.  Galaxy S8 terlihat lebih ramping lagi jika dibandingkan dengan Galaxy S7edge.

Galaxy S8, S8+ dan S7edge

Bahkan iPhone7 yang selama ini disuka orang yang memilih device berukuran kecil, langsingnya hanya berbeda 1mm saja dari Galaxy S8, sementara ukuran layarnya berbeda jauh, iPhone 7 dengan layar 4.7” sementara Galaxy S8 5.8”.

iPhone 7 dan Galaxy S8 – courtesy of MKBHD

Semua “kelangsingan” atau bentuk yang sleek ini bisa didapat karena selain mengecilkan bezel di bagian atas dan bawah (dahi dan dagu), juga merubah sudut diagonal layar, karena ukuran layar dihitung dari garis diagonalnya. Perubahan sudut ini membuat layar lebih memanjang ke atas dan mempertahankan lebarnya untuk mendapatkan ukuran layar besar.

Screen Ratio

Saat digenggam, Gaalxy S8 benar-benar nyaman, tidak ada bagian atau sudut yang tajam, dan lengkungan antara layar dan belakang sama persis, yang dikenal dengan sebutan dual edge. Tebal keseluruhan 8mm, sebenarnya lebih tebal 0.3 mm dari Galaxy S7edge, tetapi dual edge membuatnya lebih nyaman digenggam. Device ini juga sangat mudah dikantungi. Mungkin banyak yang kawatir, area lengkung ini mudah tersentuh dengan tidak sengaja. Tetapi selama coba digunakan, tidak pernah area lengkung tersentuh tidak sengaja. Ini dimungkinkan karena sudut lengkungnya lebih dalam dibanding Galaxy S7edge, dan kalau diperiksa dibagian sensor, ada sensor khusus yang dinamai grip sensor, yang membantu membedakan tekanan pada ujung layar lengkung, apa sedang di genggam atau sengaja disentuh.

Grip Sensor

 

Futuristik

Desain yang terlihat, biasanya mencerminkan isi di dalamnya. Seperti mobil sport atau supercar, desainnya berbeda dengan kendaraan kebanyakan, dan tanpa harus menaikinya, kita sudah bisa menduga kalau mobil ini bisa berlari kencang. Demikian juga sebaiknya desain smartphone dibuat, dengan tampil futuristik seperti sudah mencerminkan kemampuannya.

Galaxy S8 memiliki karakter ini, desain yang terlihat futuristik, streamline, benar terlihat berbeda dengan smartphone kebanyakan. Bahkan pendahulunya, Galaxy S7 edge yang juga berdesain sangat baik, ketika dipadukan bersebelahan, terasa outdated.

Desain Galaxy S8 benar-benar menjadi kekuatan dan daya tarik flagship Samsung sekarang ini, saya percaya, dalam waktu yang tidak lama, Galaxy S8 akan menjadi referensi desain untuk smartphone-smartphone lain.

Wallpaper

Walau terkesan simple, hanya gambar background, ternyata tidak semudah yang dibayangkan untuk membuat wallpaper yang bisa memperkuat dan mempercantik seluruh tampilan smartphone. Sebagian brand smartphone masih menganggap wallpaper ini asal ada saja dan menjadi pelengkap, bahkan desainnya meniru brand lain.

Samsung di Galaxy S series cukup punya sejarah panjang memliki desain wallpaper yang banyak mengena di hati orang. Ingat bunga dandelion?, bunga putih bulat seperti kapas yang bisa kita tiup dan terbang? Wallpaper ini sangat terpatri di Galaxy S3.

Anak kecil yang membawa balon berwarna-warni di Galaxy S4 juga mudah diingat, dan wallpaper seperti air yang mengalir, memperkuat desain Galaxy S6 dengan layar lengkung ditambah dengan motion effect..

Galaxy S3, S4, S5, S6

Kali ini di Galaxy S8, Samsung menyertakan wallpaper tipe baru dengan nama infinity wallpaper. Nama wallpaper ini untuk mendukung sebutan Samsung bagi layar Galaxy S8 yang dinamai infinity display, layar yang seperti tidak ada batasnya karena kedua sisinya “mangalir” melengkung. Tema wallpaper yang dibawa bercorak langit malam, dengan banyak bintang dan gugus galaxy. Filosofi yang dirasa tepat menggambarkan kata “infinity”, karena langit adalah tanpa batas. Ratusan titik-titik bintang ini tampil saat standby dan saat digunakan, terlihat bergerak mengikuti gerakan smartphone kita, efek yang menarik, yang membuat kita tidak tega memenuhi layar utama (home screen) dengan banyak icon aplikasi.

Infinity Wallpaper

Icon-icon aplikasi di Galaxy S8 juga dibuat baru dan sangat sederhana, hanya berupa siluet berwarna putih dengan background berwarna, seolah-olah icon2 ini jangan terlalu mencuri perhatian lebih dari background.

Jika kita mengikuti perkembangan desain Samsung sejak Galaxy S6, kita akan terkesan bahwa fungsi yang dulunya sepertinya berdiri sendiri-sendiri, setiap saat berkembang dan bisa saling menguatkan. Misalnya motion effect pada wallpaper, tema wallpaper yang selalu baru dan sesuai dengan filosofi desain,  AOD mulai dari yang sederhana hanya sekedar jam di layar standby, hingga akhirnya ketika berkembang dan menyatu di Galaxy S8 ternyata saling melengkapi dan memperkuat desain. Dalam hal ini acung dua jempol untuk desainer Samsung untuk bisa memadukan semua fitur ini menjadi bagian desain Galaxy S8 yang futuristik.

 

Layar

Di artikel tentang bocoran Galaxy S8, kita sudah panjang lebar bercerita tentang layar Galaxy S8. Mengulang sedikit, resolusinya benar 2960 x 1440 dengan aspect ratio baru 18.5 : 9, yang memanjang ke atas. Layar memanjang ini memiliki 400 pixel lebih dibanding pendahulunya, Galaxy S7. Ternyata aspect ratio layar memanjang ini memberikan pengalaman baru, tanpa terasa pandangan kita lebih  fokus kepada apa yang tampil di layar.

Format layar yang baru ini belum sepenuhnya didudukung oleh semua aplikasi, tetap ada setting dimana kita bisa membuat aplikasi tampil memenuhi layar yang ada tanpa menyisakan bar hitam.

Menonton film seperti di Youtube, yang rata-rata formatnya 16:9, bisa kita maksimalkan menjadi 18.5 : 9, sehingga tampilan film memenuhi layar. Tampilan full screen ini memberikan efek berbeda, terasa lebih hidup. Tampilan full screen ini bukan men-strech atau menarik gambar asli, yang terkadang membuat gambar menjadi gepeng, tetapi sebenarnya meng-crop. Jadi jika video yang kita tonton ber-format asli 16:9 sebenarnya ada sedikit bagian di atas dan dibawah yang sedikit terpotong. Tetapi klip-klip film di Youtube yang biasa kita putar menyisakan bar hitam di atas dan di bawah, bisa tampil penuh dengan baik. Samsung menyebut layar barunya ini dengan nama Infinity Display

Layar memanjang ini juga membantu menampilkan konten lebih, baik hanya sekedar chat, dimana kemunculan keyboard membuat konten diatasnya terdorong, bisa tampil lebih komplit pada layar memanjang. Untuk mereka yang menggunakan smartphone untuk bekerja, tampilan office seperti excel juga memiliki kolom yang lebih banyak dibanding layar 16:9 untuk posisi landscape dan lebih banyak row untuk potrait.

Jumlah row lebih banyak di Galaxy S8

 

Super AMOLED dan HDR

Sepertinya hampir 2 tahun terakhir ini, setiap 6 bulan sekali, situs yang membahas teknologi layar, Displaymate memberi penghargaan kepada flaghship dari Samsung sebagai device dengan layar terbaik, dan kegigihan Samsung terus menggunakan layar Super AMOLED yang berbeda dengan device kebanyakan yang menggunakan LCD, akhirnya membuahkan hasil, walau disaat awal layar AMOLED ini sering dijuluki layar dengan warna “dangdut” karena warna-warnanya yang terlalu mencolok.

Tetapi setiap perkembangan ternyata membuktikan lambat laun layar ini menjadi layar yang semakin baik dan memiliki banyak kelebihan, seperti kontras yang tidak terbatas, warna yang tepat, bisa diubah konfigurasi color gamut-nya, dan tidak membutuhkan backlight cahaya, sehingga lebih hemat daya dan bisa menampilkan fitur seperti AOD. Layar AMOLED ini sekarang semakin banyak digunakan oleh banyak vendor smartphone, termasuk yang terbaru kabarnya Apple akan menggunakannya untuk iPhone mendatang. Pabrikan pembuat layar juga sudah banyak yang berinvestasi untuk membuat layar dengan type yang sama, jadi ke-depan, kemungkinan banyak smartphone akan menggunakan layar AMOLED dan meninggalkan LCD.

Sejak update Nougat, Galaxy S7 bisa dikonfigurasi untuk berganti resolusi secara instan, tidak melulu harus resolusi tertinggi QuadHD, tetapi bisa diubah menjadi Full HD, bahkan HD, sesuai kebutuhan kita, salah satunya untuk mengirit baterai. Demikian juga dengan Galaxy S8, memiliki konfigurasi resolusi layar yang bisa diatur. Bahkan pada keduanya ada pilihan untuk layar terbaik saat bermain game, atau layar dengan best performance, dimana pada settingan ini layar akan ditampilkan dengan konfigurasi terbaik.

Pilihan Resolusi Layar

Galaxy S7 sudah dikenal sebagai salah satu smartphone dengan layar terbaik, sepertinya sudah sulit membayangkan layar smartphone bisa lebih baik lagi.  Ternyata.., Galaxy S8 memiliki layar yang lebih baik, dan terlihat saat dibandingkan bersebelahan saat keduanya menggunakan setting best performance.

Layar Gaalaxy S8 vs Galaxy S7e

 

update: baru saja Displaymate merelease hasil lab mereka atas layar Galaxy S8, dan memberikan penghargaan sebagai smartphone dengan layar terbaik yang kali ini menyentuh grade tertinggi A+.

“The Galaxy S8 is the first in a new generation of OLED Smartphones that have a Full Screen Display design. It is the most innovative and high performance Smartphone display that we have ever lab tested, earning DisplayMate’s highest ever A+ grade.”

Galaxy S8 dan Galaxy S7e

Galaxy S8 menjadi smartphone pertama dengan layar yang mendapat sertifikasi 4K HDR premium. Layar HDR (High Dynamic Range), mampu menampilan perbedaan kontras dan yang lebih lebar, warna yang lebih kaya, warna putih yang lebih terang dan hitam yang lebih gelap, sehingga gambar yang ditampilkan terlihat lebih dinamis.

Untuk mendapat certified HDR Premium ini ada beberapa aspek teknis yang harus dimiliki device, misalnya standar color gamutnya harus sesuai dengan standar baru untuk film minimal 90% DCI-P3, kontras kecerahannya dari 0.0005-540 nits, dan support 10bit display pipeline. Menurut Displaymate, standar color gamut Galaxy S8 bisa memenuhi 113% standar DCI-P3, dan kecerahan 1020 nits.

HDR screen ini dibutuhkan untuk menampilkan gambar film sesuai dengan apa yang diinginkan pembuat film, misal bayangan orang saat gelap yang sering tidak terlihat karena menyatu dengan background, bisa terlihat dengan layar HDR ini.

 

Gesture baru

Dengan mengecilnya bezel dibagian bawah, maka tidak ada lagi hardware home button yang bertahun-tahun menjadi salah satu ciri khasnya. Seluruh menu seperti home, back dan recent apps button digantikan menu touchscreen. Tetapi home buttonnya bukan sekedar touch button biasa. Bagian layar ber-icon home button ini benar bisa ditekan, memiliki pressure sensor di bawahnya, dan akan memberikan heptic feedback, getaran balik, seperti kita menekan tombol. Heptic feedback dan touch press sensitive ini hanya berlaku di posisi home button, tidak pada kedua tombol lain.

Pressure Sensor Home Button

Tombol home button ini walau sedang tidak tampak iconnya, misal sedang menonton film atau bermain game, atau dihalaman aplikasi manapun ternyata bisa ditekan untuk segera kembali ke homescreen layaknya hard button.

Sayangnya home button ini tidak bisa lagi di klik dua kali untuk mengakses kamera dengan cepat. Untuk mengakses kamera dengan cepat sekarang sudah digantikan dengan menekan tombol power  dua kali. Cara ini tetap mudah untuk mengambil gambar dalam posisi landscape.

Touch menu screen ini bisa juga dipilih warna backgroundnya, apakah tanpa background sesuai warna aplikasi dibawahnya ata bisa di block dengan berbagai warna, termasuk pink 🙂

Secara default Galaxy S8 sekarang sudah menghilangkan icon app drawer, icon untuk mengakses aplikasi-aplikasi dibawah layar. Menu ini digantikan dengan cara yang lebih simple seperti panduan google di Pixel, cukup swipe jari ke atas atau ke bawah di layar untuk mengeluarkan semua aplikasi yang terinstall. Tapi bagi mereka yang ingin cara lama, bisa tetap mengembalikan menu app drawer ini seperti biasanya.

 

Camera

Tidak mengusung dual camera dan spesifikasi kamera mirip Galaxy S7 membuat banyak orang mengira tidak ada perubahan pada kamera utama di Galaxy S8. Sebenarnya tanpa banyak bicara sensor, Galaxy S8 sudah menggunakan sensor yang baru. Unit yang saya coba menggunakan sensor buatan Samsung sendiri ISOCELL dengan kode S5K2L2 , upgrade dari sensor di Galaxy S7 sebelumnya S5K2L1.

Galaxy S8 Main Camera 12MP

Untuk kamera depan, Galaxy S8 bukan saja membesarkan pixel kamera menjadi 8MP dari sebelumnya 5MP di Galaxy S7, menyematkan kemampuan baru, autofocus untuk selfie dan meng-update sensor kamera dari S5K4E6 ke S5K3H1.

Autofokus kamera tetap mengandalkan Dual Pixel, sampai saat ini memang dual pixel autofokus yang mulai diperkenalkan di Galaxy S7 terbilang sangat cepat untuk berpindah fokus, dan Galaxy S8 tetap mempertahankannya, termasuk ukuran 12MP kamera, dan aperture f/1.7 yang membantu menangkap cahaya lebih banyak di lowlight.

Main Camera – Kamera utama

Yang baru di Galaxy S8 adalah dari segi teknologi pengolahan gambar. Saat kita mengambil gambar dalam mode apapun, setiap kali tombol shutter ditekan, sebenarnya ada 3 gambar diambil simultan. Dari 3 gambar ini otomatis akan dipilihkan yang terbaik, dan 2 gambar lainnya akan di blend ke dalam gambar terbaik untuk meningkatkan ketajaman, koreksi warna, mengurangi noise, dll,  sesuai algoritma software.

Kalau saja Samsung tidak memberitahu teknologi ini yang terjadi saat kita mengambil gambar, kita tidak akan pernah menyadarinya, karena saat shutter ditekan foto pun jadi, tidak ada lag, tidak ada delay, tidak kelihatan ada proses penyatuan gambar dan tidak ada 3 gambar terlihat, semuanya seperti mengambil foto biasa saja, sangat cepat. Pengolahan gambar yang cepat ini dimungkinkan dengan penggunaan SoC prosesor yang baru.

Menu kamera sebagian besar sama dengan Galaxy S7, tetapi ada beberapa bagian yang dibuat baru. Semua mode dengan mudah diakses melalui swipe jari, swipe dari kiri ke kanan menampilkan pilihan mode kamera seperti auto, pro, selective focus, dll, swipe kanan ke kiri mengeluarkan pilihan filter, swipe dari atas ke bawah atau sebaliknya berganti dari kamera belakang ke kamera selfie.

Kalau dulu untuk digital zoom (upto 8x) dengan cara gesture jari pinch to zoom, atau menekan tombol volume, kali ini gesturenya lebih natural, icon tombol shutter bisa digerakkan ke atas bawah untuk zoom in dan zoom out.

Shutter Button Zoom

Pada pro mode , saat kita memilih manual fokus, di Galaxy S7 akan otomatis membesarkan gambar untuk mengetahui apakah sudah fokus di bagian tertentu, pada Galaxy S8 saat menggerakkan slider akan terlihat bagian yang fokus diberi hilite berwarna hijau tanpa mem-blow up gambar. Cara manual fokus ini lebih memudahkan untuk tetap mengetahui seluruh komposisi objek dalam frame. Pada bagian pro mode ini kita bisa mengatur manual ISO, shutter speed hingga 10 detik, EV, filter, AWB dan jarak fokus.

Salah satu kekuatan kamera di Galaxy S8 adalah HDR, berbeda dengan standar HDR pada smartphone biasa yang membutuhkan waktu karena menyatukan 2 foto, pada Galaxy S8 level HDR ini sudah dikendalikan langsung SoC prosesor, sehingga tidak berbeda dengan mengambil foto biasa. Saat dicoba di area yang backlight nya kuat, misal di dalam cafe yang cukup temaram dengan latar belakang cahaya matahari yang masuk dari kaca, foto-foto tetap bisa dihasilkan jelas tanpa menjadi siluet dan terlalu banyak bagian yang gelap.

Ini beberapa contoh fotonya (gambar tidak di edit hanya di resize):

 

 

Samsung menjadi salah satu brand smartphone yang mengedepankan mode foto untuk foto makanan (food photography), karena salah satu objek yang sering difoto orang adalah makanan. Dari beberapa mode flagship Samsung yang lalu, food mode ini ini berkembang semakin baik. Ada bagian fokus pada makanan yang bisa kita pilih dan sisanya akan lebih blur, ini membuat foto makanan menjadi lebih catchy seperti menggunakan kamera profesional. Pada bagian foto makanan ini secara default warna-warna juga akan lebih popup dengan AWB (Automatic White Balance)  yang lebih hangat. AWB food mode ini bisa kita set sesuai keinginan kita. Ini beberapa contoh foto makanan menggunakan mode food di Galaxy S8 dengan AWB default:

Pertanyaan berikutnya di kamera Galaxy S8 adalah absennya dual kamera, yang salah satu fungsinya pada banyak brand yang menggunakan, konfigurasi dual camer ini digunakan untuk bokeh, memisahkan objek di depan dan latar belakang dan membuat background lebih blur.  Sudah cukup lama Samsung mengusahakan cara bokeh ini menggunakan teknologi software, yang disebut selective focus. Setelah foto diambil, kita bisa menentukan mana bagian yang mau lebih fokus, apa objek di depan atau objek di belakang. Foto selective focus ini terkadang masih ada kesalahan algoritma, sehingga objek di depan yang kita ingin fokus kadang ada bagian blur atau sebaliknya, pada bagian yang ingin di-blur malah ada bagian yang fokus. Sepertinya di Galaxy S8 algoritma ini semakin diperbaiki. Satu contoh yang saya coba adalah mengambil foto potrait dengan mode kamera  selective focus, dan mem-blow up-nya. Biasanya pada bagian helai rambut sering terjadi kesalahan fokus, tetapi ternyata di Galaxy S8 ini terlihat tepat.

Selective Focus Mode – Front

Untuk perekaman video sambil bergerak berjalan, OIS (Optical Image Stabilization) dan VDIS (Video Digital Image Stablilization) pada Galaxy S8 terlihat improvement, lebih stabil dan tidak banyak bergoyang. Kamera belakang ini sudah support 4K video dan slow motion video 720p hingga 240fps.

Selfie!

Cukup mengejutkan ketika peruntukan kamera depan pada smartphone yang dulu dibuat untuk video call ternyata berubah menjadi kamera selfie. Akhirnya beragam modifikasi dilakukan banyak vendor untuk membuatnya lebih baik, ada yang dengan mega pixel lebih besar, dual camera depan, wide lens, bahkan ada yang berencana memasang 5x optical zoom di kamera depan (What? Untuk apa ya? Foto pori-pori?) 🙂

Samsung sebenarnya selalu memperhatikan kualitas dan fitur kamera depan, bahkan pernah mempopulerkan grup selfie pada acara Oscar yang heboh dan sempat menjadi foto tweet yang paling banyak di-retweet. Hanya saja mungkin karena Samsung tidak pernah mengungkapkannya secara berlebihan dalam iklannya, banyak orang mungkin mengira kamera selfienya biasa-biasa saja.

Pada Galaxy S8, Samsung menyediakan kamera depannya dengan fitur smart auto focus. Kebanyakan kamera depan karena biasanya digunakan sebatas jangkauan tangan atau tongsis, hanya dilengkapi dengan fokus yang fix sesuai jarak tersebut. Ini juga biasanya karena kendala teknis sempitnya ruang untuk menempatkan kamera depan.

Tidak ada yang harus di tap di layar untuk menentukan fokus saat penggunaan kamera depan selfie di Galaxy S8, karena smart auto focus ini berarti kamera depan akan mengenali wajah dan menetapkan jarak fokus secara otomatis. Pengenalan wajah ini bukan hanya untuk selfie sendiri, jika ada 3 orang bersama selfie, maka seluruh wajah akan dikenali, bahkan saat grup.

Ternyata setelah dicoba untuk mengetahui keuntungan autofocus ini di kamera depan 8MP ini, foto detail muka bisa diambil sangat jelas, termasuk detail background untuk mereka yang sengaja selfie untuk memperlihatkan lokasi tempat mereka berada. Tentu saja mode beauty untuk otomatis “mempermak” wajah tetap ada lengkap dengan level beauty nya.

 

Saat dicoba di kondisi pencahayaan yang sulit, misalnya foto selfie di dalam ruangan temaram dan dibelakang adalah sumber backlight seperti jendela dengan cahaya matahari, kamera depan Galaxy S8 ini menunjukkan superior nya. Bandingkan dengan kamera depan Galaxy S7 yang berkualitas baik tetapi belum autofocus.

Autofocus Selfie on harsh light Galaxy S7 vs Galaxy S8

 

Jika kita menghadapi lingkungan dengan kontras yang besar seperti backlight, pada kamera depan juga sekarang disediakan menu HDR, agar baik wajah dan background keduanya bisa terlihat jelas.

Kadang memang saat selfie tidak selalu background layak dipertontonkan, untuk itu di Galaxy S8 juga disertakan menu selective focus agar background bisa di blur. Hasilnya lumayan, walau belum sehebat bokeh dengan kamera belakang. Bagi mereka yang suka foto selfie di tempat-tempat yang pencahaannya kurang, aperture f/1.7 membantu untuk mendapatkan hasil foto yang lebih baik.

Selective Focus Front Camera – Bokeh Effect

 

Bagi para vloggers yang banyak menggunakan kamera depan untuk perekaman video, kamera depan ini sudah dilengkapi juga dengan VDIS untuk gambar yang lebih stabil dan microfon high AOP yang mencegah suara distorsi dan riuhnya suara lingkungan, agar suara pembicara bisa direkam lebih jelas.

 

Smart or Fun?

Ada dua menu tambahan pada kamera, di sebelah kiri agak bawah terlihat icon mata, yang adalah Bixby Vision, untuk mengenali objek yang dilihat, dan disebelah kanan ada puluhan sticker. Sticker ini otomatis mengenali wajah dan bisa menempatkan posisinya sesuai wajah kita, misalnya telinga binatang diatas kepala, bagian hidung, mulut dll. Sticker ini bukan saja untuk gambar diam tetapi juga video, sehingga saat kita membuka mulut atau melakukan gerakan, ada sticker lain ditambahkan, misal makanan atau bentuk bibir yang berubah. Stiker ini bisa mengenali sampai 3 wajah dan menempatkannya tepat sesuai posisi. Untuk versi smart nya kita jelaskan lebih detail dibagian Bixby dibawah.

Sticker Selfie

 

Pilhan Fun Stiker

 

Kinerja

Unit yang dicoba dan untuk pasar Indonesia akan menggunakan prosesor terbaru dari Samsung, Exynos 8895, dengan proses fabrikasi yang baru 10nm, yang kali ini di dalam SoC nya sudah embedded modem 4G LTE dengan Gigabit speed Cat16. Sayangnya operator kita belum menyediakan kecepatan sekelas ini sekarang. Jika tersedia, speed internet 1Gbps bisa didapat di smartphone ini. Kira-kira dengan kecepatan gigabit ini, film berdurasi 2 jam yang biasanya membutuhkan 21 menit untuk di download melalui kecepatan internet 10Mbps, akan menjadi 8 detik saja di kecepatan gigabit.

Untuk mereka yang mengandalkan Wifi, juga ada pembaharuan di sisi kecepatan koneksi datanya dengan 1024 QAM, yang kira-kira akan 20% lebih cepat untuk download, tetapi ini juga mengharuskan modem yang kita gunakan mendukung teknologinya.

RAM yang disediakan 4GB dan internal storage dengan standar baru yang lebih cepat UFS 2.1 dibanding pendahulunya dengan UFS 2.0. Kapasitas internal yang tersedia 64 GB, tersedia slot hybrid untuk memory card 256 GB yang secara teoritikal jika ada pembuat memorynya, bisa sampai 2 TB.  

Hybrid Slot, Dual SIM atau SIM + Memory Card

Galaxy S8 akan menjadi device pertama yang menggunakan prosesor dengan teknologi dan generasi terbaru, fabrikasi 10nm baik untuk device yang menggunakan prosesor buatan Qualcomm, Snapdragon 835, maupun Exynos 8895, yang di-release ke pasaran. Secara umum Exynos 8895 pada Galaxy S8 dikatakan memiliki komputasi prosesor 10% lebih cepat dan grafis 21% lebih cepat dibanding pendahulunya Exynos 8890 yang digunakan pada Galaxy S7.

Sebagai gambaran kita lihat perbedaannya secara sintetik benchmark geekbench untuk mengetahui gambaran kinerja prosesor. Sebagai catatan acuan ini hanya gambaran sekilas saja, dan belum tentu menjadi kinerja prosesor yang pasti karena unit yang dicoba belum unit komersial.

Geekbench Galaxy S7e vs S8

 

Perpaduan teknologi terbaru ini memberikan kinerja yang tidak hanya cepat menjalankan aplikasi-aplikasi, tetapi juga kecepatan data, karena keduanya sekarang tidak bisa dipisahkan, kinerja device yang cepat tanpa koneksi data yang cepat juga akhirnya membuat kita menunggu lebih lama. Dalam test, terasa loading aplikasi, perpindahan layar, multitasking, terasa sangat cepat di Galaxy S8, dan tetap terasa lebih cepat walau dibandingkan dengan Galaxy S7 yang juga sudah masuk dalam barisan smartphone tercepat saat ini.

Baterai untuk Galaxy S8 disediakan 3000 mAh dan Galaxy S8+ 3500 mAh, kapasitas yang terlihat biasa-biasa sasja untuk device-device terbaru sekarang. Tetapi jika hanya sekedar membandingkan angka bisa saja kita terkecoh, karena teknologi prosesor, layar, dan kernel software berperan besar menentukan boros tidaknya sebuah device.

Walau belum menguji hingga tuntas, dari percobaan sementara terlihat Galaxy S8 (3000 mAh) bisa dikatakan akan memberikan performa baterai yang baik, dengan SoT (Screen on Time)- kondisi dimana device menyala- (sedang digunakan bukan standby), 3 Jam 40 Menit (mendekati 4 jam), dan baterai masih tersisa 48%. Dengan acuan ini kira-kira SoT 6 jam, bahkan lebih, kira-kira akan bisa dicapai oleh Galaxy S8.

Battery Galaxy S8 (300mAh)

 

Untuk charging, Galaxy S8 sudah dibekali fast charging baik via kabel dan wireless charging. Dalam test singkat sepertinya kecepatan fast chargingnya cukup menjanjikan, dalam waktu beberapa menit saat saya mengenakan sepatu, bisa naik 10%. Saya sempat mencobanya dengan app battery log, tetapi kondisi device tetap digunakan sambil charging, bukan standby, yang tidak bisa merepresentasikan kecepatan chargingnya. Yang bisa diperhatikan adalah device sama sekali tidak terasa panas, walau digunakan sambil charging dengan fast mode. Dari catatan battery log, suhu terpanas baterai adalah 32.5 derajat celcius, dan suhu mencapai diatas 30% selama proses charging sambil digunakan, hanya berlangsung 10 menit saja, sisanya suhu selalu berada dibawah 30 derajat celcius.

Setelah masalah dengan baterai di Galaxy Note 7, Samsung sekarang lebih berhati-hati dengan masalah baterai dan menerapkan 8 poin pengecekan baterai. Dan baterai yang digunakan di Galaxy S8 sekarang memiliki teknologi baru dimana baterai smartphone biasanya mengalami degradasi setelah pemakaian lama, bisa diperlambat. Rata-rata baterai smartphone setelah digunakan selama 1 tahun kapasitasnya tidak lagi 100% seperti pertama kali digunakan, akan berkurang menjadi 80%. Baterai yang digunakan di Galaxy S8 dijanjikan akan memiliki kapasitas 95% setelah 1 tahun digunakan.

 

Bixby, Artificial Intelligence Assistant

Satu fitur baru di Galaxy S8 adalah Bixby, asisten pintar berdasarkan AI atau artificial intelligence. Sayangnya di unit hands-on ini, Bixby yang digunakan belum versi release, masih versi awal dan belum jalan fungsi voicenya. Secara umum Bixby ini selain bisa digunakan seperti asisten milik Google, juga akan masuk lebih dalam ke aplikasi. Bixby bisa diakses dengan perintah suara, dengan menyebutkan kata “Bixby” atau melalui tombol khusus dibawah volume. Tombol khusus ini ditekan saat kita memberikan perintah suara, atau untuk mengakses Bixby Home.

Asisten pintar Bixby ini memiliki ke-4 kategori kemampuan, Talk, See, Recommend dan Remind.

Talk ini mengenal perintah dan pertanyaan via suara atau voice, yang sementara ini masih baru mengenal beberapa bahasa saja, dan bahasa Indonesia belum termasuk. Untuk bahasa Inggris, Bixby dikabarkan cukup pintar untuk mengenal berbagai dialek dan pelafalan.

See akan dikenal sebagai Bixby Vision, dimana Bixby bisa mengenal objek barang yang dilihat, termasuk barang yang sama, jenis barang, hingga pengenalan dan terjemahan teks. Untuk terjemahan Bixby berkolaborasi dengan google translate.

Recommend adalah cara Bixby mengenal kebiasaan kita, yang semakin lama akan semakin pintar. Ada layar khusus disebelah kiri untuk Bixby (Bixby Home) yang memberikan rekomendasi, misal email penting yang harus dibaca, saatnya berangkat kerja, berita apa yang baru, kondisi cuaca, dll. Info ini diberikan dalam bentuk cards, dan kita bisa mengaturnya secara custom.

Remind, layaknya kita memiliki asisten yang bisa diberikan tugas untuk mengingat jadwal kita, baik berdasarkan waktu maupun lokasi. Bixby akan aktif mengigatkan apa yang harus kita lakukan sesuai jadwal.

Kehadiran Bixby ini tidak serta merta menghapuskan asisten dari Google, jika kita tetap ingin menggunakan google assistant, tetap bisa kita akses dengan menekan dan tahan  tombol home.

Lebih jauh tentang Bixby Vision, ini test yang saya lakukan:

 

Security

Ada 6 macam security yang bisa digunakan di Galaxy S8. Standar lock security seperti penggunaan PIN, Pasword atau Pattern, dan 3 security biometrik yang lebih advance, Fingerprint sensor, Iris Scanner dan Face Recognition.

Iris Scanner bisa dikatakan menjadi security dengan level tertinggi, yang sebenarnya sudah diperkenalkan di Galaxy Note 7. Saat ini iris scanner sulit di duplikat , dan kemungkinan ada pola iris mata yang sama adalah 1: 10 pangkat 78, dan jumlah manusia di bumi ini baru 10 pangkat 9. Iris scanner tidak bisa dikelabui melalui foto selfie, gambar, bahkan bola mata yang dicongkel seperti film-film Hollywood.

Berbeda dengan Note 7 dimana iris scanner masih dalam warna hitam putih, di Galaxy S8 sudah berwarna. Iris scanner ini bisa bekerja dalam gelap, karena ada sinar infra merah yang membantu membaca pola iris mata kita. Kecepatan bacanya cepat. Cukup tekan tombol power dan arahkan smartphone ke depan muka untuk membaca mata. Iris scanner ini hanya bisa digunakan oleh satu orang.

Iris Scanner sekarang berwarna

Fingerprint Sensor menjadi tingkat security yang ke-dua. Hanya kali ini posisinya di belakang, dan memang agak sulit dijangkau jika kita biasa memegang smartphone dengan tangan kiri. Dapat merekam 5 sidik jari. Fingerprint sensor ini juga memiliki fungsi lain, bisa di swipe ke bawah dan ke atas untuk memunculkan notifikasi dan menyembunyikannya lagi tanpa harus menyentuh layar.

Fingerprint Sensor

Face Recognition adalah fungsi keamanan baru. Tingkat keamanannya tidak sebaik fingerprint dan iris scanner, hanya penggunaannya sangat nyaman. Perekaman muka cepat, dan bekerja dengan mengenali beberapa titik pada muka kita , misalnya jarak antar mata, jarak mata ke hidung, dan lain-lain. Ini kunci unlock yang paling cepat untuk membuka layar. Hampir tidak ada bedanya dengan tidak memasang security layer pada device. Hanya saja untuk suasana lowlight, dibutuhkan waktu lebih lama untuk membaca muka, dan sulit membaca muka dalam kondisi gelap. Sayangnya kita harus memilih antara iris scanner dan face recognition, tidak bisa digunakan berbarengan. Setiap layer security hardware, harus dibarengi dengan backup security standar, seperti pin, password dan pattern. Jadi saat menggunakan face recognition di tempat gelap, kita tetap bisa mengakses device dengan security backup ini, misalnya memasukkan pin.

Pilihan Security

Face recognition mungkin saja bisa diakali dengan gambar atau orang yang mirip atau kembar, makanya Samsung tidak memberinya  akses otentifikasi, misal Samsung Pay dan Samsung Pass yang hanya bisa menggunakan iris scanner dan fingerprint.

Samsung Pay sendiri kabarnya sedang penjajakan dengan otoritas keuangan di Indonesia, dan jika sudah jalan, kita bisa menggantikan fungsi kartu kredit dan debit ke dalam smartphone atau smartwatch. Samsung Pass sendiri penggunaaan biometrik sensor untuk menggantikan user name dan password yang biasanya harus selalu kita ketikkan jika mengakses web tertentu yang membutuhkan otentifikasi, misal mbanking, google account, google play dll.
Secure Folder

Secure Folder ini sebenarnya adalah Samsung Knox, sistem keamanan lanjutan untuk device Samsung. Secure folder ini seperti sebuah lemari besi di dalam rumah. Jika pintu rumah jebol, masih ada lemari besi yang melindungi barang berharga kita, dan di smartphone ini berarti data-data penting.

Secure folder dilindungi dengan security tambahan, seperti iris scanner dan fingerprint. Bukan hanya sekedar untuk menaruh data penting, secure folder juga memungkinkan kita seperti memiliki device ke-2. Di dalamnya kita bisa installkan berbagai aplikasi yang kita anggap perlu, dan lebih secure, misalnya whatsapp, bbm, telegram, gmail, galeri foto dll, sehingga kita bisa memisahkan mana whatsapp untuk keperluan kantor dan mana whatsapp untuk keperluan pribadi, keduanya bisa berdiri sendiri dengan data sendiri-sendiri, seperti kita memiliki 2 smartphone yang berbeda. Jika data yang kita letakkan di secure folder terasa sensitif, kita juga bisa “menghilangkan” aplikasi secure folder dari daftar aplikasi.

Bluetooth 5.0 – Audio

Galaxy S8 menjadi device pertama yang menggunakan bluetooth versi 5.0. Bluetooth versi 5 memiliki beberapa keunggulan, misalnya jarak pancarnya 4x lebih jauh dan lebar bandwithnya 2x lebih besar. Bluetooth 5.0 juga bebas intervensi, misal terganggu gelombang radio dari perangkat lain, seperti microwave, sinyal TV, dll.

Tetapi yang lebih seru adalah bluetooth 5.0 di Galaxy S8 bisa dihubungkan dengan 2 perangkat wireless bluetooth yang berbeda secara bersamaan, misalnya satu ke speaker bluetooth, dan satu lagi ke earphone bluetooth. Atau mendengarkan musik yang sama berbarengan dengan pasangan, dengan masing-masing earphone bluetooth bisa menetapkan sendiri besaran volume.

Satu lagi keunggulan bluetooth yang baru adalah bisa menetapkan suara apa yang dikirimkan via smartphone, jadi saat kita mau mendengar lagu lebih serius, hanya suara musik yang dikirimkan ke perangkat bluetooth, tanpa lagi terganggu suara notifikasi, dering telepon, dll. Semua suara lain itu hanya akan berbunyi di smartphone.

Kalau dulu Samsung tidak terlalu banyak mempromosikan audionya, kali ini setelah mengakuisisi Harman, Galaxy S8 mendapat perhatian lebih degan memaketkan earphone di dalamnya dengan earphone puresound by AKG yang kabarnya bernilai $99, termasuk setting UHQ (ultar High Quality) audio 32bit

AKG earphone inside

 

Fitur Menarik Lain

Masih banyak fitur menarik di Galaxy S8 yang terlalu banyak untuk diceritakan, nanti saja kita buat bagian terpisah lagi 🙂

Salah satu contohnya, ketika kita menggunakan google chrome dan screenshot sebuah halaman page di web, biasanya gambar screenshot ini hanya menjadi gambar biasa. Tetapi di Galaxy S8 gambar screenshot ini ketika kita buka kembali, ada pilihan menu URL, yang kalau kita klik akan bisa kembali lagi ke website bersangkutan. Memudahkan untuk suatu saat kita membuka kembali sumber gambar tersebut di web aslinya. Sekarang kita bisa tag url web dengan cepat, hanya dengan melakukan screenshot, yang bisa dilakukan dengan gesture swipe screen tangan lurus, maupun kombinasi power+volume bawah. Menu scroll screenshot untuk mengambil 22 halaman web secara utuh langsung bersambung ke bawah, dan anotasi untuk memberikan coretan pada screenshot juga tetap bisa dilakukan.

Sebagai tambahan spesifikasi, Galaxy S8 juga tetap dilengkapi dengan sertifikasi IP68 untuk tahan air dan debu, dan baik kaca depan dan kaca belakang sudah dilengkapi gorilla glass 5, port USB type C, dan masih memiliki audio port 3.5 standar, dengan letak speaker di bagian bawah sebelah port USB-C, single speaker tetapi cukup lantang.

Audio port, USB-C, Speaker

Penutup

Walau sempat bermasalah dengan Galaxy Note 7, dan harus menunda kemunculannya lebih mundur dari jadwal biasanya, ternyata Galaxy S8 masih bisa mengejutkan dengan banyak inovasi-inovasi baru, terutama desainnya yang segar, layar yang lebih baik lagi, dan smart asistennya. Device ini bisa dikatakan mudah terlihat stand out baik dibanding flagship-flagship yang sudah ada, dan flagship lain yang baru saja diumumkan. Sepertinya Galaxy S8 akan bisa menorehkan catatan baru, sebagi flagship dari Samsung yang paling berhasil.

 

*FYI, saat ini sudah diumumkan resmi untuk Indonesia harga Galaxy S8 adalah 10.5 juta , dan Galaxy S8+ 12jt. Untuk Indonesia tersedia warna Maple Gold, Orchid Grey dan Midnight Black. Pre Order akan diselenggarakan mulai tanggal 8 – 18 April 2017 melalui web www.galaxylaunchpack.com , dan device akan diterima 5 Mei 2017. 

Dimensi Galaxy S8 dan S8+

 

Exit mobile version