Site icon Lucky Sebastian

GALAXY Z FLIP3, BISA DILIPAT HANYA GIMMICK?

Samsung Galaxy Z Flip3

Mewujudkan Mimpi

Memperhatikan sepak terjang Samsung, ada satu sifat yang dimiliki perusahaan besar ini, yaitu persistence atau kegigihan.

Kegigihan disini ketika mereka mempunyai pandangan jauh ke depan, akan seperti apa nanti smartphone beberapa tahun  kedepan dengan teknologi yang sedang dikembangkan sekarang, dan kemudian mencoba mewujudkannya.

Misalnya di tahun 2013, ketika Samsung berhasil mengembangkan layar AMOLED fleksibel yang bisa dilengkungkan, mereka sudah berpikir akan membawa dampak apa layar ini bagi perkembangan smartphone mendatang, dan mencoba membayangkan bagaimana dengan kehadiran teknologi layar lentur ini akan memungkinkan membuat smartphone yang bisa dilipat atau digulung, ringkas dalam bentuk, maksimal dalam ukuran tampilan,

2013, Smartphone Lipat Impian Samsung

Dua tahun lalu mimpi ini terwujud dengan hadirnya Galaxy Fold dan Galaxy Z Flip pertama, dan sekarang kita memasuki generasi Fold dan Flip yang ketiga, yang Samsung namakan dengan Galaxy Z Fold3 5G dan Galaxy Z Flip3 5G.

Di generasi ketiga ini, sepertinya Samsung menuai hasil dari kegigihannya, dengan penjualan 8x lipat lebih banyak dibanding versi sebelumnya, pre order perdananya di beberapa negara diantaranya Korea, China, Thailand, Singapura, hingga Indonesia banyak tak bersisa, sehingga untuk restock, pelanggan harus menunggu lebih lama.

Kondisi ini diakibatkan karena semakin banyak orang mengenal seri lipat ini yang menawarkan bentuk, fungsi, dan fitur yang baru, yang lebih fresh. Kemudian secara teknologi juga sudah berkembang lebih baik, seperti daya tahan air, layar yang lebih kuat, fitur yang lebih kaya, dan tentu saja harga yang lebih “terjangkau”.

Untuk seri Galaxy Z Fold3, saya rasa orang-orang lebih mudah memahami fungsinya, dilipat menjadi smartphone, dibuka menjadi tablet.

Yang saya rasa banyak dipikirkan orang adalah seri Galaxy Z Flip3, fungsinya apakah hanya membuat smartphone berukuran biasa bisa dilipat menjadi lebih kompak, itu sajakah nilai lebihnya?

Saya pikir para engineer dan desainer Samsung tidak senaif itu, hanya karena mereka punya teknologi layar lipatnya, dan “iseng” membuat smartphone bisa lebih kompak saja karenanya.

Pertanyaan itu membuat saya sangat tertarik untuk melihat lebih jauh tentang Galaxy Z Flip3, dan mencobanya, apakah benar kemampuan dilipat ini hanya untuk style atau gimmick saja, atau memang dirancang lebih?

Benefit Ukuran Kompak

Pertama, daya pikat dari Galaxy Z Flip3 ini memang pasti ukurannya yang kompak. Untuk memahaminya kita mulai dari awal android komersial pertama diperkenalkan, HTC Dream di tahun 2008, 13 tahun yang lalu. Ukuran layarnya hanya 3.2 inci. Demikian juga dengan iPhone pertama, layarnya hanya 3.5 inci.

Lambat laun layar smartphone semakin membesar, resolusi semakin tinggi, dan apa yang bisa ditampilkan di layar semakin banyak, beragam dan detail.

Kalau sekarang kita ditanya apakah layar 5.3 inci besar? Kita akan tertawa, dan menggolongkannya sebagai layar yang kecil. Tetapi saat Samsung memperkenalkan seri Galaxy Note pertamanya dengan layar 5.3 inci, saat kemunculannya ditertawakan banyak media, karena dianggap kebesaran, bahkan diledek Apple bahwa tidak ada yang akan menggunakannya.

Galaxy Note Pertama dengan Layar 5.3″. – Softpedia

Tetapi ternyata smartphone layar besar ini memikat banyak pengguna, dan mulailah era smartphone dengan layar besar, termasuk akhirnya juga diadopsi oleh Apple.

Sekarang ini kita sudah terbiasa dengan smartphone layar besar, dengan ukuran layar di atas 6.5 inci.

Tetapi wajar, ada sebagian orang mengeluh ukuran layar besar ini berarti ukuran smartphone yang besar, agak sulit juga dikantungi. Sebagian bernostalgia bahwa smartphone dulu dengan layar kecil akan terasa lebih kompak dan cocok.

Makanya sebagian orang mengira dengan hadirnya iPhone 12 mini dengan layar 5.4 inci adalah salah satu solusi yang akan disuka oleh banyak orang.

Sayangnya perkiraan ini salah, penjualannya ternyata kurang menggembirakan di pasaran, bahkan dikabarkan sampai dihentikan produksinya. Dimana salahnya?

“Orang-orang memang menginginkan bentuk yang kompak, tetapi bukan layar yang kecil”.

Sepertinya itu problem utamanya, jadi apa solusinya?

Smartphone lipat !

Secara bentuk dan ukuran menjadi sangat kompak, tetapi tidak mengorbankan ukuran layar.

(Saya membayangkan kalau saja iPhone 12 mini itu smartphone lipat seperti Galaxy Z Flip3, pasti penjualannya akan wow.)

Berangkat dari filosofi kotak bedak, saya juga awalnya berpikir smartphone lipat flip ini lebih cocok untuk wanita, sebagai pelengkap style, fashion, atau gaya.

Tetapi saya salah besar.

Buat kaum pria yang banyak membawa smartphonenya dengan dikantongi di kantong celana depan, sedikit menonjol karena cukup besar, cobalah Galaxy Z Flip3, rasanya tidak lagi membawa smartphone.

Smartphone “Standar” dikantongi biasanya Menonjol

Terasa lebih secure juga karena smartphone semua masuk ke dalam kantong , sehingga kecil kemungkinan terjatuh.

Ukuran kompak ini juga mudah dikantongi di celana pendek sekalipun, di kantung sweater, dan yang tidak bisa dilakukan smartphone biasa, di kantong depan kemeja, tanpa takut terjatuh.

Galaxy Z Flip3 dalam kantung Celana masuk sampai dalam

Saat di kendaraan, ukuran kompak ini juga memudahkan untuk diletakkan, di atas dashboard, di depan petunjuk speedometer, di laci tanpa penutup dashboard, di tempat minuman, bahkan di pintu di tekukan pegangannya.

Scale up dari ukuran yang kompak, Samsung masih mendesain casing tambahan yang terlihat sebenarnya sederhana, silicone case with ring. Dengan satu jari masuk ke dalam ring ini, pengguna akan merasa lebih aman menggenggam device yang ketika dilipat ini memang masuk dalam ukuran telapak tangan. Kemudian saat dibuka, ring ini membantu menjaga device tidak mudah slip dan terjatuh.

Cover Screen

Para pengguna smartphone sekarang banyak yang memilih layar AMOLED, bukan hanya karena tampilannya yang bagus, tetapi karena always on display atau AOD.

Kita memerlukannya untuk “melirik” notifikasi yang masuk, tanpa harus membuka aplikasi, memilah apakah notifikasi itu perlu segera dibaca atau dibalas, atau bisa nanti saja.

Galaxy Z Flip3 memiliki layar Super AMOLED berukuran 1.9 inci di bagian depan, dinamai cover screen. Ukuran layar ini lebih besar dibanding pendahulunya, dan tentu saja dengan ukuran yang lebih besar ini membuatnya memiliki keunggulan lebih.

Walau tidak terlalu besar, tetapi resolusi 260 x 512, menjadikan kepadatannya 302 ppi, yang membuat mata kita sudah tidak bisa membedakan titik pixel, dan gambar yang ditampilkan sangat jelas dan tajam, apalagi didukung dengan kecerahan 935 nits, dimana smartphone kebanyakan layar utamanya juga tidak punya kecerahan setinggi ini.

Layar cover screen ini dan engsel free stop, menjadi dua bagian yang membuat desain layar lipat ini bukan sekedar menawarkan ukuran kompak saja, tetapi fitur-fitur yang membuat kita akan sangat tertarik memilih device ini.

Layar cover screen ini tentu saja mengenal sentuhan dan gesture, yang menjadikannya melebihi fitur AOD.

Ada delapan aplikasi khusus cover screen yang bisa ditampilkan, kita bisa memilih dari pilihan yang saya rasa akan semakin banyak. Untuk menyalakan cover screen ini cukup tap 2 kali.

Pertama Notifikasi

Notifikasi ini akan menjadi kembaran notifikasi di layar dalam. Jadi kalau ada notifikasi WA, email, facebook, news, dll, semua akan bisa di scroll. Bahkan tanpa harus membuka ke layar utama kita bisa membaca isi email yang masuk, WA, dll, tetapi untuk membalasnya akan ada tanda “open phone to continue”, dan ketika kita membuka lipatan, otomatis sudah masuk ke aplikasi bersangkutan.

Kemudian kalau kia swipe kekiri ada halaman utama cover screen berisi info jam, tanggal, sisa baterai dan background yang bisa kita pilih, baik gambar foto sendiri, atau bawaan seperti animasi binatang, gambar yang bisa di pair sama dengan Galaxy Watch 4, dll.

Geser kekiri lagi kita bisa mengontrol musik yang sedang diputar, kemudian geser lagi berturut-turut, bisa menampilkan timer, skedul, cuaca, jumlah langkah, bahkan merekam.

Jadi fungsi-fungsi sehari-hari ini cukup bisa diakses di cover screen tanpa harus membukanya.

Selain swipe dari kiri atau kanan secara horisontal, kita bisa swipe dari atas di cover screen. Ini akan dengan cepat menampilan pilihan speaker, apakah mau bunyi, mute, atau getar saja. Juga ada slider untuk mengatur kecerahan layar cover screen. Berguna saat kita harus mematikan suara telp, misal saat meeting, atau ditempat umum yg akan dianggap mengganggu.

Cara cepat mematikan suara dan mengatur kecerahan layar depan

Saya pertama berpikir dibanding slider kecerahan, bukankah lebih baik slider untuk mengatur besar kecilnya suara, misalnya saat mendengarkan lagu. Tetapi ternyata tombol volume bisa dalam keadaan terlipat bisa digunakan, dan bagusnya desainer Samsung tidak lupa, bahwa dalam keadaan terbuka dan terlipat, tombol volume ini akan terbalik posisinya vol UP di keadaan terbuka akan ada di posisi vol Down.

Tetapi ternyata saat telipa tombol vol Down akan menjadi Up dan sebaliknya, sehingga pengguna tidak akan bingung.

Sebenarnya cover screen ini masih bisa di swipe up untuk menampilkan menu pembayaran Samsung Pay, cuma karena di negara kita belum jalan, maka fungsi ini masih dimatikan.

Sebagai tambahan, dalam keadaan terlipat, ketika ada telepon masuk, tidak perlu dibuka, lewat cover screen kita bisa menerima atau menolaknya. Saat diterima, maka otomatis pembicaraan akan melalui speaker phone.

Walaupun fungsi cover screen di layar 1.9 inci ini sudah banyak, ternyata Samsung merasa ada bagian penting yang akan banyak digunakan pemakainya, yaitu akses langsung untuk mengambil foto dan video.

Double tap volume pada Galaxy Z Fold3 dalam keadaan terlipat, akan mengaktifkan kamera yang memang posisinya ada disebelah layar cover screen.

Swipe ke kiri dan ke kanan kita berpindah untuk merekam foto atau video, dan swipe dari atas ke bawah kita bisa berpindah dari lensa utama wide, ke lensa ultra wide.

Hasil foto dan video ini tentu saja membuat selfie memiliki kualitas lebih karena diakses dari kamera utama. Tapi sepertinya akses kamera dari cover screen ini diperuntukkan utamanya bagi media sosial, karen gambar yang ditangkap formatnya square, kotak 1:1.

Kecepatan akses untuk mengakses kamera tanpa harus membuka lipatan ini akan disukai banyak pengguna, karena bisa dengan cepat selfie, wefie, atau bagi kreator konten dengan cepat mengambil video saat ada bagian yang penting yang harus direkam atau diceritakan.

Hinge – Engsel Free Stop

Jika saja engsel Samsung Flip didesain hanya untuk membuka dan menutup, Galaxy Z Flip3 akan banyak berkurang keistimewaannya.

Engsel Galaxy Z Flip3 bukan engsel yang lemah, untuk membukanya kita juga kebanyakan butuh membukanya dengan 2 tangan, tidak akan terbuka dengan cara dilempar atau dikedutkan dengan memegangnya satu tangan.

Ini karena device dilengkapi dengan engsel khusus free stop, dimana engsel bisa berhenti di sudut yang bebas yang kita inginkan. Jadi engselnya harus agak “keras” buka tutupnya.

Keseimbangannya juga baik, sampai sudut 135 derajat dibuka, device tidak terguling.

Free stop hinge ini yang membuat Galaxy Z Flip3 menjadi unik untuk menggantikan keperluan akan tripod.

Kita mungkin sudah melihat dari banyak iklan dan review soal Z Flip sejak edisi perdananya tentang kelebihan mengambil foto dan video dengan posisi device bisa ditekuk menggantikan tripod.

Tetapi saat saya mencoba Galaxy Z Flip3, saya melihat lebih dari itu. Dan bisa saya katakan, para kreator konten yang banyak bekerja dengan smartphone, pertimbangkan device ini sungguh-sungguh karena kemampuan free stop hinge nya.

Mengapa video IG, TikTok, segera mendapat sambutan cepat? Saya rasa selain durasinya pendek dan padat, tetapi format utamanya potrait,

Secara alami pengguna smartphone akan merasa lebih firm mengambil video dalam posisi portrait dibanding landscape. Apalagi pada smartphone berukuran besar, dan pengambilan gambar sambil bergerak. Memegang smartphone dalam posisi berdiri lebih mantap dan tidak mudah terjatuh.

Memegang dan merekam dalam posisi Potrait

Mengambil dalam format landscape yang menjadi format utama YouTube, biasanya butuh memegang dengan dua tangan. Bisa melatih dengan satu tangan, tetapi biasanya gampang lelah dan mudah bergoyang.

Memegang dan merekam dalam posisi Landscape

Dengan alasan posisi pengambilan gambar ini, ada satu fitur AFAIK yang tidak dimiliki smartphone lain, di Galaxy Z Flip3 kita bisa memilih mengambil format video landscape dengan tetap memegang smartphone dalam posisi berdiri atau portrait. Karena standarnya smartphone saat posisi potrait, video akan diambil dalam format portrait, dan posisi landscape akan landscape.

Mengambil video landscape dengan posisi smartphone potrait

Jadi para konten kreator, apapun format arah video media sosialnya tidak akan menjadi masalah untuk Galaxy Z Flip3

Banyak perekam video yang menampilkan wajah mereka, merekam dengan kamera selfie. Tetapi biasanya kamera selfie kebanyakan lebih inferior dibanding kamera utama yang ada OIS, anti shaking, fast focus, fitur tambahan, dll. Ini karena mereka ingin memastikan posisi mereka ada di dalam frame karena terlihat layar, sedangkan di smartphone biasa, lensa kamera utama yang berada di belakang sulit menentukan apakah posisi mereka tepat.

Pada Galaxy Z Flip3, kita bisa mengaktifkan dual screen baik layar utama dan cover screen saat merekam video. Jadi dengan bantuan layar cover screen kita bisa memastikan wajah, atau objek yang kita tunjukkan masuk dalam frame dan merekam dengan kamera terbaik.

Biasanya untuk membuat video yang baik dan fokus pada kreatornya, smartphone dalam posisi yang statis akan menghasilkan gambar yang status pula yang kurang hidup. Tetapi kebanyakan konten kreator juga bekerja sendiri.

Galaxy Z Flip3 punya fitur yang dinamakan Auto Framing. Cukup meletakkan device di atas meja dengan posisi yg kita pilih, misal ditekuk 90 derajat, biarkan lensa utama menghadap ke arah kreator, saat kreator bergerak maju mundur, bergerak ke kiri dan ke kanan, kamera bisa mengikuti dan mengatur sendiri framing pada kreator seolah-olah ada seorang kameramen yang memegang device. Ini akan sangat berguna sekali untuk menghasilkan video yang lebih hidup. Auto Framing ini juga akan mengatur sendiri frame yang pas saat ada orang lain masuk dalam area kita, misalnya saat kita membuat video podcast.

Auto Framing, kamera mengatur sendiri komposisi sesuai banyaknya objek atau perpindahan posisi

Tidak hanya fitur yang sudah dibawa Samsung, tapi free stop hinge ini ternyata bisa mengubah cara kita lebih inovatif dalam mengambil gambar.

Free stop hinge yg membuat kamera bisa pivot, memungkinkan kita mengambil gambar dengan sudut-sudut yang berbeda. Menggerakkan sudut ini saat mengambil video, seperti menggunakan pivot tripod.

Bodynya dengan kaca tahan gores Gorilla Victus, bisa diajak bergeser di atas meja sambil mengambil video seolah-olang menggunakan slider,  dan bisa digabungkan dengan gerakkan engsel.

Demikian pula sambil mengambil foto, free stop hinge ini sangat membantu mengambil foto dengan mudah, misalnya foto objek kecil di atas meja dengan sudut sejajar, atau saat mengambil foto objek sudut kemera yang bisa diatur membuat objek bisa diambil dari sudut yang menarik tanpa kita repot-repot harus memposisikan diri untuk bisa melihat apakah objek berada dalam posisi frame yang tepat.

Flex Mode

Ketika layar ditekuk, maka praktis ada dua bagian layar, satu layar dalam kondisi tidur dan satu layar dalam kondisi berdiri.

Jika satu layar penuh seperti biasa, layar Dynamic AMOLED 2x yg bagus ini saat ditekuk tidak akan punya fungsi lebih, jadi untuk membuatnya lebih berguna, banyak aplikasi sudah support untuk fitur yang dinamakan Flex Mode.

Flex Mode ini pada intinya membagi 2 layar, bagian yang tegak menjadi tampilan utama, dan bagian yang tidur menjadi fungsi lain, seperti menu, trackpad, dll.

Dengan rasio layar yang tidak umum 22:9, memang layar terasa lebih panjang dari biasanya, tetapi ini menguntungkan untuk split screen, karena apa yang ditampilkan masing-masing layar menjadi lebih banyak, dan lebih mendekati tampilan 2 layar smartphone dengan rasio biasa.

Fungsi flex mode ini sudah dirancang untuk aplikasi umum, misalnya saat menonton youtube, bagian atas akan memutar video, bagian bawah kita bisa melihat komentar atau list video lain secara terpisah.

Saat membuka galeri foto, bagian atas menampilkan foto, bagian bawah menampilkan trackpad, yang bisa digunakan untuk zoom-in zoom-out foto dan scroll foto, dengan lebih mudah tanpa harus menyentuh foto yg harus ditampilkan dan membuat posisi smartphone bergeser.

Saat memutar video, bagian atas bisa menjadi video yang diputar, bagian bawah menjadi menu seperti play, stop, fast forward dll.

Untuk aplikasi yang belum didesain secara khusus untuk flex mode, ada menu Labs, dimana kita bisa memilih aplikasi-aplikasi mana yang mau “dipaksa” untuk coba dimodifikasi menampilkan menu flex mode

Untuk aplikasi-aplikasi yang sering kita tampilkan bersama, kita tetap bisa membuat shortcutnya si side panel untuk akses yang cepat, misalnya google map dengan whatsapp, atau google map dengan spotify, excel dengan kalkulator, dll. Dua aplikasi dalam layar bersamaan ini memudahkan pekerjaan dan bisa mem-boost produktivitas.

Dari segala penjelasan di atas, kita bisa melihat bahwa Galaxy Z Flip3 ini tidak dirancang untuk bisa dilipat hanya demi bentuk yang kompak dan fashion saja, tetapi memang dipikirkan lebih jauh benefit yang bisa didapat.

Saya yang awalnya merasa fitur lipat ini hanya gimmick, berubah pendapat 180 derajat saat sudah mencoba dan menguliknya. Bahkan saya punya kebiasaan baru mengambil foto, merekam video sambil bergerak, dengan posisi Galaxy Z Flip3 terlipat 90 derajat. Posisi ini membuat lebih sedikit getaran saat berjalan, dan posisi mengambil foto juga lebih tidak goyang dan variasi sudut tinggal diatur lewat derajat engsel.

Masih banyak bagian menarik dari Galaxy Flip3 ini yang belum sempat kita bahas, seperti performa, layar, build quality, baterai, fitur-fitur baru, dll, yang akan kita bahas pada artikel selanjutnya.

Sementara kiranya membahas dari sisi lipatnya ini membuat kita punya sudut pandang lain dan mengerti mengapa Samsung membut versi lipat tidak hanya Fold, tetapi Flip.

Exit mobile version