Introduction to Vivo

gambar1

Tentang Vivo

Laporan kuartal pertama tahun 2016 dari IDC cukup mengejutkan, dibawah 3 brand besar, Samsung, Apple, dan Huawei, terdapat 2 brand Tiongkok lain yang baru kali ini masuk menjadi bagian dari 5 vendor smartphone dengan pengapalan produk terbesar, yaitu Oppo dan Vivo.

Banyak orang asalnya mengira, dibawah 3 brand besar tersebut akan terdapat nama Lenovo dan Xiaomi, brand Tiongkok yang sudah lebih lama kita kenal.

idc_vivo

Di Tiongkok sendiri, dua brand ini, Oppo dan Vivo kabarnya senantiasa bersaing ketat. Kalau di Indonesia mungkin bisa disamakan dengan kios Indomaret dan Alfamart, dimana ada Indomaret, hanya sepelemparan batu jauhnya kita akan menemukan kios Alfamart, atau sebaliknya.

Dengan masuknya brand Vivo ke dalam daftar 5 besar, mari kita coba mengenal brand ini lebih jauh.

Vendor smartphone Vivo didirikan tahun 2009 di Tiongkok, dan berkantor utama di provinsi Dongguan. Pada tahun 2014, Vivo mulai melebarkan pemasaran smartphonenya keluar dari Tiongkok, termasuk ke Indonesia mendekati akhir tahun 2014. Sekarang beberapa gerai utama nya bisa kita lihat di beberapa kota besar di Indonesia.

Smartphone Vivo dibagi dalam 3 kategori besar

X series sebagai kelas atas

V series sebagai kelas menengah

Y series sebagai kelas terjangkau

Screenshot_20160526-025049

Beberapa produk smartphonenya menarik perhatian sebagai yang “ter”, misalnya di tahun 2012 seri X1 berhasil menjadi smartphone tertipis di dunia. Di awal tahun 2016, seri Xplay 5 menjadi smartphone android pertama yang menggunakan RAM 6GB.

Baru-baru ini brand Vivo juga menghentak dengan menjadi smartphone yang digunakan dalam film Captain America 3, Civil War. Terlihat digunakan oleh Capt America untuk bertelepon, dan digunakan juga seri futuristisnya dengan layar tembus pandang, oleh Tony Stark sang Iron Man.

BMD_CIVIL_WAR_COVER_3

vivo-cap

 

Mungkin tidak seheboh di film Civil War, ternyata di tahun 2015, smartphone Vivo juga tampil dalam film box office, The Martian

vivo-the-martian

Salah satu ciri fitur khas dari smartphone Vivo adalah mengedepankan kualitas audio, rata-rata perangkatnya selalu dibenamkan chip audio khusus yang sering disebut dengan istilah Hi-Fi. Chip audio ini adalah perangkat DAC, Digital to Analog Converter.

Data lagu yang kita simpan di memory smartphone adalah dalam bentuk biner digital. Lagu atau musik ini baru bisa didengar melalui speaker atau earphone, jika data dalam bentuk digitalnya diubah menjadi analog. Tugas DAC ini untuk mengeluarkan suara musik sedekat dan sesuai mungkin, seperti saat suara tersebut di rekam.

Smartphone Vivo menggunakan OS yang mereka namakan Funtouch OS, yang dibuat berdasarkan OS android, atau bisa dikatakan custom android OS.

 

Screenshot_20160526-030638

Vivo V3 dan V3max

Hari ini 26 Mei 2016, Vivo memperkenalkan 2 smartphone V series nya, yaitu V3 dan V3max untuk pasar Indonesia. Pada dasarnya ke-2 smartphone ini sama, hanya berbeda sedikit pada spesifikasi, terutama tipe prosesor yang digunakan, besaran RAM, ukuran layar dan resolusi, termasuk kapasitas baterai. Khusus untuk seri V3 max, pengisian baterai sudah support teknologi  fast charging

v3-s1-figure1-mini

 

Smartphone mid-range ini mengandalkan body metal sebagai casing, yang dilengkapi fingerprint security pada bagian punggung yang support 360 derajat, sehingga memungkinkan penempatan jari boleh dalam kondisi melintang atau terbalik, dan akan tetap terbaca.

Kamera selfie 8MP, dan kamera utama 13MP juga menjadi salah satu andalannya.

v3-s9-figure1-mini

Disisi software keduanya dilengkapi Funtouch OS 2.5, berbasis OS android Lollipop 5.1 yang kali ini memiliki fitur split screen, menjalankan dua aplikasi sekaligus dalam satu layar.

v3-s8-figure-mini

 

Saat ini di sisi audio, DAC dari Asahi Kasei, AK4375 32bit, sekarang menjadi andalannya untuk memberikan kualitas audio yang lebih pada perangkat smartphone. Untuk bisa menikmatinya, sebaiknya kita memiliki lagu dalam format lossless audio, dengan earphone atau headphone berkualitas baik.

img_sub_slide15

 

Perbandingan spesifikasi antara V3 dan V3max bisa dilihat dibawah ini.

SPEC_V3_V3MAX

Brand Ambassador

Tidak mau kalah dengan pesaingnya, kali ini Vivo juga memperkenalkan artis penyanyi dalam negeri dengan prestasi kelas dunia, Agnez Mo, sebagai brand ambassador nya, yang menurut CEO Vivo Indonesia, Duran Dong, mewakili 3 semangat Vivo, Fun, Young and Energetic.

TeamVivo

 

2 thoughts on “Introduction to Vivo

Leave a Reply