Galaxy Buds Review, menjawab komentar berbeda banyak pengguna.

Samsung Galaxy Buds

Wireless earphone, atau earphone tanpa kabel, dikembangkan dengan banyak alasan. Tetapi dorongan yang utama agar simple, mengeleminasi kabel yang panjang dan mudah tersangkut, kemudian juga alasan untuk digunakan saat olahraga, dimana banyak gerakan akan terhambat dengan kabel yang menjuntai.
Beberapa wireless earphone hadir masih dengan sedikit kabel yang menghubungkan earphone kiri dan kanan, dimana baterai dan pemancar bluetoothnya juga terletak di sana.

Bluetooth wireless yang masih berkabel ini memiliki keuntungan mic yg dekat dengan mulut, dan controller yang bisa ditempatkan pada kabel, dan tidak mudah hilang sebelah. Tetapi ketika digunakan berolah raga, tengkuk yang berkeringat yang menempel pada kabel, mengurangi kenyamanan.

Berbagai macam earphone

Atau beberapa tipe lain yg lebih nyaman menggantung di leher, seperti yang dibuat Samsung dengan Level U series atau LG. Tipe dengan bagian kaku untuk ditempatkan dibawah kerah ini bisa dipakai untuk olahraga sekaligus di kantor. Tipe seperti ini agak repot karena agak besar, sulit dikantungi, harus lebih banyak didiamkan menggantung di leher.

Tetapi sekarang banyak wireless earphone sudah benar-benar tanpa kabel, yang melahirkan istilah true wireless earphones atau headphones.

Samsung menjadi salah satu brand yang sudah cukup lama bermain di true wireless earphone ini, produk awalnya kita kenal dengan nama Gear icon X yang sekarang sudah keluar 2 edisi. Edisi kedua keluar tahun 2018 lalu dengan banyak perbaikan dari edisi pertama, dan Gear icon X ini menitikberatkan fungsi untuk berolahraga.

Saat ini Samsung mengeluarkan lagi true wireless earphone terbarunya yang dinamakan Galaxy Buds.

Galaxy Buds ini mendapat perhatian lebih, karena selain selalu disandingkan dengan airpods dari Apple, juga banyak komentar beragam baik dari para pengguna dan reviewer.Ada yang mengatakan bagus, ada yang bilang lumayan, ada yang bilang kurang bagus.Ada yang bilang bass nya mantab, ada yang bilang cukup, ada yang bilang tidak ada bass.Ini agak mengherankan, mengapa bisa sangat beragam dan bertolak belakang.

Setelah menggunakan dan mencobanya beberapa lama, saya mengerti dan tahu jawabannya, so stay sampai bagian nanti dimana saya akan menceritakan mengapa komentar atau reviewnya bisa berbeda-beda.

Jadi di video review ini kita akan membahas 3 hal utama,

Pertama tentang Galax Buds dengan teknologinya

Kedua, mengapa pendapat orang bisa berbeda-beda

dan Ketiga, bagaimana bisa mendapatkan suara yang optimal dari galaxy buds.

Galaxy Buds

Selain kualitas suara, yang menjadi pertimbangan orang memilih true wireless earphone adalah masalah kenyamanan. Galaxy IconX generasi true wireless earphone sebelum Galaxy Buds, memiliki bentuk yang agak besar dan tidak mudah fit atau pas di dalam telinga banyak orang. Bagian wingtipnya dibuat cukup besar dan ini mendorong speaker masuk lebih dalam ke dalam ear canal.

Gear Icon X versi awal
Gear Icon X v2

Galaxy buds sebaliknya bentuknya jauh lebih kecil dan mudah pas di telinga kebanyakan orang. Dari sisi ergonomis, Galaxy buds yang lebih kecil lebih nyaman digunakan, bahkan karena ringan, hanya 6 gram, dan pas di telinga, earphone ini bisa dipakai berlama-lama tanpa terasa.

Wing tip nya sangat berguna untuk menahan earbuds tidak mudah jatuh, bahkan kalau dipilih  yg pas sesuai kontur dalam lekukan telinga kita, sulit untuk terlepas walau kita bergerak dan berolahraga dengan semangat.

Kelengkapan Galaxy Buds termasuk rubber wingtip dan earbuds

Bagian wingtip ini penting, karena kita sering mendengar kejadian earbuds hilang sebelah sepertih yang banyak dialami pengguna airpods, dan ini hilang bukan hanya karena bergerak dengan aktif, tetapi terjatuh saat tertidur di MRT misalnya.

Setiap earpiece Galaxy Buds , dilengkapi dengan baterai 58 mAh yang secara teori bisa bertahan selama 6 jam untuk streaming lagu saat test di lab. Tapi dari banyak test real-world, karena bergantung juga dengan smartphone yang di pair, type bluetooth, kekerasan suara, dan genre lagu yang diputar, cocoknya dikatakan daya tahannya 4,5 sampai 5 jam . Ini kemampuan yang melonjak jauh dibanding Gear IconX dengan baterai 47 mAh, yang bertahan sekitar 1.6 jam.

Setiap diletakkan ke dalam wadah atau casenya, otomatis wadah yang memiliki baterai 252 mAh ini akan mencharge baterai di earpiece Galaxy Buds. Jadi kira-kira dengan bantuan charging di dalam case, ketahanan baterai galaxy earbuds menjadi sekitar 13 jam, waktu yang cukup panjang untuk dipakai traveling memutar lagu atau menonton film.


Case Galaxy Buds ini juga lebih kecil dan tipis dibanding Case Gear Icon X. Faktor ketipisan ini pula yang lebih memudahkan case Galaxy buds untuk dikantungi.

Kelebihan Gear icon X sendiri yang tidak dimiliki Galaxy buds adalah internal memory, dimana Gear Icon X bisa menyimpan lagu di dalam earpiecenya untuk digunakan berdiri sendiri tanpa streaming dari smartphone. Karena didesain untuk keperluan olahraga, ada beberapa fitur olahraga juga yang hanya ada di Gear icon X, seperti dorongan semangat “pelatih” saat digunakan berolahraga dan detak jantung.

Selain sudah dilengkapi bluetooth low energi 5.0, koneksi charging Galaxy Buds juga sudah USB C, dibanding Gear Icon X yang masih bluetooth versi 4.2 dan usb 2.1. Proses charging dengan USB ini juga cepat, sudah penuh dibawah 1 jam.

USB type C Charging

Galaxy Buds juga sudah support untuk wireless charging, jadi selain bisa di charge via kabel, juga bisa di charge lewat wireless charging, atau bahkan wireless power share dari smartphone yang memiliki kemampuan ini, seperti seri Galaxy S10. Wireless dengan “reverse charging” ini memudahkan Galaxy Buds untuk dibawa travel tanpa perlu membawa charger terpisah.

Wireless Power Share, charging dari Galaxy S10

Galaxy Buds yang juga bisa digunakan sebagai wireless earphone untuk menerima dan bercakap-cakap lewat telepon, sudah dilengkapi dengan 2 buah mic. 2 Mic ini berfungsi seperti mic pada smartphone yang sekarang umumnya lebih dari satu, dimana satu mic bisa mendengarkan suara sekitar dan menjadi fitur ambient mode saat kita berolahraga, misal berlari di tempat umum agar tetap aware dengan suara sekitar demi keamanan, atau saat galaxy buds ini digunakan sebagai wireless earphone bagi pengendara motor yang tertutup helm, dimana selain ambient sound, mic juga bisa berpindah, dari mic luar ke mic bagian dalam, agar saat bercakap-cakap suara yang dihasilkan pengendara motor lebih jelas diterima oleh lawan bicara.

Dual Mic, gambar: Samsung

Jarak antara device pemutar media dan Galaxy Buds juga bisa cukup jauh tanpa distorsi hingga sekitar 10 meter line of sight, kecuali terpisahkan tembok.

Saat terpisah tembok dan suara hilang, akan terdengar nada terputus dan media yang sedang diputar otomatis terhenti. Saat berada dalam jangkauan kembali, akan ada notifikasi suara, dan tinggal melakukan tap, maka suara streaming media tersambung dan di putar lagi ke Galaxy Buds.

Yang menyenangkan cara pairing dari Galaxy buds sekarang lebih mudah, dan bisa multiple devices. Ketika tutup case dibuka akan tersambung ke device di dekatnya yang sudah pernah melakukan pairing. Ini memudahkan saat kita ingin berpindah device tanpa harus pairing ulang seperti yang harus dilakukan di beberapa bluetooth device lain.

Pengenalan device saat membuka casing ini mirip dengan airpods dari apple.

Untuk smartphone Samsung, hampir semua smartphone sudah dilengkapi dengan aplikasi gear wearables, satu aplikasi terpusat yang bisa mengatur wearables produk dari Samsung seperti smartwatch, earphone, gearfit, dll.

Aplikasi ini ketika pertama pairing dan mengenali Galaxy Buds, didalamnya kita akan mendapat informasi seperti kapasitas baterai tersisa, melakukan custom terhadap touch atau gesture di Galaxy buds, mengatur notifikasi aplikasi, dan lain-lain. Notifikasi bisa menjadi bagian penting untuk mereka yang sibuk, misalnya saat sedang berlari sambil mendegarkan lagu, ketika ada pesan whatsapp masuk, akan ada notifikasi bicara menyela lagu, mengabarkan pesan whatsapp. Notifikasi ini bisa dimatikan untuk mereka yang mengganggap notifikasi ini tidak diperlukan dan mengganggu.

Lewat aplikasi ini juga dilakukan pembaharuan software untuk Galaxy Buds, seperti penambahan fitur atau memperbaiki bugs. Sejak awal saya gunakan, kira-kira sudah ada 3 kali pembaharuan aplikasi Galaxy Buds yang memperbaiki banyak kekurangan.

Kelebihannya dibanding wireless earphone yang masih berkabel atau bahkan dengan airpods, Galaxy Buds ini memiliki bagian touchpad di kedua earpiece nya, hanya dengan melakukan sentuhan pada bagian ini, akan memberikan input perintah saat penggunaan, misalnya tap sekali untuk mem-pause musik yang sedang diputar dan tap sekali lagi untuk play kembali

Tap dua kali untuk berpindah ke lagu berikutnya atau untuk menjawab panggilan telepon, tap tiga kali untuk kembali ke lagu sebelumnya, dan tap and hold yang bisa di custom, apakah untuk masuk ambient mode, mengaktifkan perintah suara seperti Bixby atau Google, atau untuk menaikkan volume.


Menariknya untuk ambient mode, dimana Galaxy Buds berbeda dengan airpods seperti apple yang menempel di kuping, earbuds-nya masuk agak dalam ke saluran telinga atau ear canal, sehingga suara luar terisolasi atau hampir tidak terdengar.

Ambient mode membuat suara luar bisa tetap didengar lewat mic, dan bisa diaktifkan setidaknya dengan 3 cara:

Pertama dengan memilih menu tap and hold untuk ambient mode terus menerus, atau mengaktifkan lewat menu di smartphone via aplikasi gear wearables, dan yang terakhir untuk penggunaan ambient mode sementara, misalnya ketika ada orang menyapa saat kita mendengarkan lagu, atau mendengarkan pengumuman penting saat kita di ruang tunggu bandara atau di kereta api tanpa harus melepaskan earbuds, cukup dengan tap and hold bagian earpods sebelah dan jari tetap menempel pada touchpad selama mendengarkan suara dari luar, ketika jari di lepas ambient mode juga berhenti.

Tidak ada tombol on-off pada Galaxy Buds, baik pada bagian earpods atau pada casingnya. Ketika earpods dipasangkan pada telinga, otomatis akan tersambung pada device, dan saat dilepaskan otomatis apa yang sedang diputar pada device akan di pause, baik saat mendengar lagu atau menonton video.

Saat earpods diletakkan ke dalam casingnya, otomatis akan di-charge oleh baterai yang berada di dalam casing, dengan penanda berupa lampu indikator, merah charging, hijau penuh.

Sebagian orang mungkin akan bertanya, apakah dipakai sebentar, kemudian disimpan ke casing langsung otomatis charging, dan setiap kali begitu berulang-ulang akan membuat baterai Galaxy Buds mudah rusak?

Tidak, justru dengan cara tersebut, cycle baterai akan berlangsung lama, karena baterai yang hampir habis atau habis total baru di charge yang sebenarnya membuat umur baterai pendek.

Charging lewat kabel maupun wireless bisa dilakukan berbarengan antara earbuds bersama casing, atau casingnya saja.

Tidak untuk semua smartphone

Selain bisa di pairing dengan smartphone Samsung, galaxy buds juga bisa di pairing dengan smartphone brand lain, bahkan iPhone dan laptop. Bedanya untuk android brand lain, akan ada ada tambahan aplikasi plug in yang harus diinstall juga selain galaxy gear.

Nah saya mencoba mempairingnya dengan beberapa smartphone lain untuk mencoba apakah fungsinya semua berjalan normal dan mencoba mencari kalau-kalau ada perbedaan.

Untuk brand Samsung saya mencoba dengan Galaxy S10 plus, Galaxy A50, dan Galaxy A70.

Kemudian dengan Nokia 3.1, Vivo V15, dan Xiaomi Redmi Note 7.

Ternyata dengan test in, saya menemukan jawaban yang kita cari di awal tadi, mengapa banyak reviewer dan pengguna Galaxy Buds memberikan komentar yang berbeda-beda soal kualitas device ini.

Banyak yang berpikir, karena kualitas audio ini subjektif, setiap orang bisa memiliki pandangan yang berbeda apa yang menurut mereka baik dan dinilai lebih dari kualitas audio. Ada yang berdasarkan pengalaman dan pemahamannya menganggap kualitas audio itu baru bagus kalau bass nya nendang, ada yang mengerti tentang sound staging, ada yang berpatokan pada lagu genre tertentu sebagai dasar, dan lain sebagainya.

Ini bisa jadi salah satu bagian dari pengalaman yang berbeda-beda tentang Galaxy buds, tetapi saya pikir bukan pemicu perbedaan yang utama.

Sama seperti kualitas earphone yang bagus, untuk bisa optimal juga harus mendapat input dari sumber audio yang bagus juga, karena berbeda sumber input, bisa berarti berbeda output yang dihasilkan.

Saya menemukan saat Galaxy Buds diparing dengan Xiaomi Redmi Note 7, semua pairing berjalan baik, tetapi ternyata suara yang diterima Galaxy Buds tidak bertenaga, bahkan saat volume ditekan penuh sekalipun, kerasnya suara hanya sekitar 50% dari smartphone Samsung, juga suara yg dihasilkan flat, tanpa bass yg cukup, tanpa keseimbangan yg baik dengan mid dan treble.

Di settingan earphone Xiaomi, Redmi Note 7 ini tidak mendeteksi unit sedang terhubung secara wireless ke earphone.

Hal yang hampir mirip saya temui juga pada Vivo V15.

Galaxy Buds di-pairing dengan berbagai smartphone

Saya tidak tahu pasti apakah ini hanya berhubungan dengan smartphone China brand secara khusus, atau terjadi hanya pada smartphone affordable saja, harus di cek lebih lanjut dengan lebih banyak smartphone. Saya menduga, manajemen baterai yang ketat pada banyak smartphone China brand, mungkin membatasi seberapa besar power yang bisa diberikan bluetooth untuk menghasilkan suara yang lebih kuat.

Pada Nokia yang menggunakan android one, walaupun dicoba pada smartphone affordable seperti seri 3 dan 4, kekurangan power ini tidak terjadi. Hanya kualitas suara yang dihasilkan tidak terlalu sempurna, bass bisa menendang keras tetapi tidak bulat dan tidak bisa diikuti keseimbangan dengan treble dan mid.

Berbeda dengan smartphone Samsung mid-range, Galaxy Buds ini menghasilkan suara yang bagus, bass yg kuat dan bulat, keseimbangan dengan treble dan mid yang baik untuk mereka yang suka dengan lagu-lagu pop. Bahkan untuk lagu-lagu yang lebih serius yang menonjolkan karakter vokal, dapat disuarakan dengan baik. Saat diparing dengan laptop, suara yang dihasilkan juga sangat baik.

Jadi saya mengambil kesimpulan, ini penyebab review dan pengalaman orang yang beragam tentang kualitas Galaxy Buds, tidak semua device cocok dan bisa men-deliver dengan baik suara ke Galaxy Buds.

Nah bagaimana jika di-pairing dengan device hi-end seperti Galaxy S10? Dengan device ini suara yang diberikan Galaxy Buds lebih baik lagi, lebih sempurna di atas Galaxy A series, ini bisa jadi dimungkinkan karena kedua perangkat sama-sama dituning oleh AKG.

Suara yang Optimal

Jika kita memasangkan Galaxy Buds dengan perangkat Samsung, ada beberapa cara yang membuat suara yang dihasilkan lebih optimal.

Pertama, di dalam dus bawaannya terdapat beberapa ukuran rubber baik wingtip dan earbuds tip.

Pilih wingtip yang paling sesuai dengan lekukan telinga kita, dan pilih rubber tip yang bisa masuk dengan pas ke dalam kanal telinga dengan nyaman dan sebisa mungkin mengisolasi suara dari luar. Jika tidak suka dengan wingtip, ada pilihan rubber yg polos.

Pilihan ukuran rubber wingtip dan earbuds tip

Bisa saja baik telinga kiri dan kanan akan menggunakan ukuran wing tip dan earbuds tip yang berbeda, kuping kanan dan kiri saya menggunakan ukuran earbuds tip yang berbeda.

Kedua, sambil menggunakan Galaxy Buds di tempat yang sunyi , di bagian setting suara ada ada fitur adapt sound. Fitur ini seperti setting audio custom sesuai dengan kemampuan pendengaran telinga kita terhadap frekuensi nada, baik telinga kiri dan kanan.

Adapt Sound

Sejumlah bip suara akan diberikan dengan berbagai frekuensi yang berbeda, kita tinggal menjawab apakah bisa mendengar suara bip tersebut atau tidak. Setelah selesai berikan nama, dan sekarang device akan membantu kita mendapatkan suara yang lebih penuh dari semua frekuensi, termasuk di bagian dimana kita kesulitan mendengarnya.

Ketiga Dolby Atmos.

Fitur ini sekarang hampir ada di semua smartphone Samsung keluaran 2 tahun terakhir. Saat diaktifkan selain membuat spatial sound, suara seperti pada film terdengar arah dan sumbernya, juga memberikan power lebih untuk bass, mid, dan treble. Kita bisa memilih fitur ini secara auto, mendeteksi apa yang sedang kita putar, apa berupa lagu, film, atau percakapan, atau memilihnya secara manual. Pilihan movie menyumbang power yang paling besar untuk suara. Untuk seri hi-end Samsung Dolby Atmos ini juga ada tambahan untuk Gaming.

Jika masih dirasa kurang, masih ada pilihan pengaturan equalizer pada setting suara, baik secara otomatis sesuai genre lagu, atau custom.

Kesimpulan

Nah jadi kesimpulan akhirnya, Galaxy Buds ini menyenangkan untuk menjadi earphone tanpa kabel yang bisa dibawa kemana saja dengan mudah. Memang Galaxy Buds ini dirancang untuk bass yang lebih punchy, karena disiapkan juga untuk mereka yang akan menggunakannya saat berolah raga, karena iringan musik dengan beat yang cepat, menurut riset, mampu membantu stamina kita lebih baik dan lebih lama untuk lelah.

Ukurannya pas di telinga dan nyaman digunakan untuk waktu lama, walau para ahli kesehatan menyarankan kita memberi jeda saat memakai earphone setiap 30 menit.

Walau tidak ada mic yang memanjang lebih dekat ke arah mulut, suara yang dihasilkan saat bercakap-cakap tidak membuat lawan bicara sulit menangkap apa yang kita ucapkan.

Dan mic dengan mode perintah suara ke Google Assistant atau ke Bixby, membantu kita mengontrol beberapa perintah pada smartphone tanpa harus menyalakannya, misalnya untuk mengganti aplikasi lagu, menyalakan stopwatch, dll.


Kualitas suara yang diberikan tergantung juga dengan smartphone yang dipasangkan, untuk suara yg optimal memang paling pas disandingkan dengan smartphone produk dari Samsung juga, walau smartphone lain, terutama yg hi-end juga bisa memberikan hasil suara yang baik.

Terakhir, bagi kalian pemilik smartphone hi-end Samsung yang dilengkapi dengan earphone berkabel AKG bawaannya, mungkin bertanya, bagus mana kualitasnya?

Well dengan semua setting yang sama yg saya bicarakan sebelumnya, earphone kabel AKG (yang asii tentunya ya), sedikit lebih baik kualitas suaranya dibanding Galaxy Buds, apalagi bawaan Galaxy S10 series.

Tetapi untuk teman traveling dan berolahraga, Galaxy Buds ini menjadi pilihan yang lebih nyaman.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.