Seagate Personal Cloud, smart storage

Seiring berkembangnya internet yang semakin cepat, dan semakin tinggi teknologi device atau perangkat yang terhubung dengannya, tanpa disadari setiap individu semakin besar mengumpulkan data digital setiap hari. Data tersebut bisa berupa foto, file dokumen, video, musik dan banyak lagi. Menurut IBM, di tahun 2015 saja, setiap hari manusia di dunia mengumpulkan 2.5 Kuintiliun Bytes data, atau setara dengan 2,5 juta Tera Bytes, dan 90% dari jumlah besaran data ini dikumpulkan dalam 2 tahun terakhir saja.

Baru beberapa tahun lalu, setiap ponsel dilengkapi dengan 2 GB memory eksternal dan sudah dirasa cukup, tetapi sekarang 16 GB eksternal memory saja sudah dirasa ukuran paling minimal. Dalam waktu singkat memory tersebut segera kehabisan daya tampungnya.

Setiap orang sekarang berharap senantiasa memiliki backup untuk data-datanya, tetapi kebanyakan orang juga menganggap pekerjaan mem-backup data secara manual, terlalu merepotkan. Pemilik smartphone tidak bisa dengan mudah bisa mencolokkan smartphone ke-sebuah eksternal hard disk, butuh perantara misalnya sebuah PC / notebook. Flashdisk dengan OTG bisa menjadi solusi sementara, tetapi kapasitas yang dimiliki terbatas, dan terkadang membandingkan harga setiap Giga Bytes nya dengan sebuah hardisk eksternal, terasa lebih mahal.

Akhirnya orang mulai mengabaikan backup data, dan menumpuk semuanya di perangkat. Semakin penuh data, semakin berat kinerja perangkatnya. Ketika perangkatnya rusak atau hilang, baru terasa betapa data yang dikumpulkan sangat-sangat penting. Kejadian ini sudah sering kita dengar, dan sepertinya akan tetap kita dengar berulang.

Baru-baru ini  seorang pengguna sosial media menawarkan imbalan 5 juta rupiah bagi mereka yang mau mengembalikan hard disknya. Hard disknya hilang ketika mobilnya dibongkar pencuri. Dengan uang 5 juta, sebenarnya ia bisa saja membeli, bahkan beberapa hardisk baru. Tetapi bukan itu yang penting, data di dalamnya yang penting. Kabarnya di dalam hard disk tersebut terdapat foto-foto saat anak pertamanya lahir dan kenangan peristiwa ketika ia menjadi seorang ayah. Data yang sangat personal dan sangat berharga untuknya yang tidak mungkin diulang.

Tidak lama kemudian seorang rekan juga membuat status sedih di sosial media, hard disk eksternalnya terjatuh, dan datanya tidak bisa dibaca lagi. Kejadian ini mungkin membuat kita berpikir, hard disk eksternal portable saja tidak menjamin data kita bisa aman.

Kalau soal laporan smartphone hilang, memory card rusak tidak terbaca, sepertinya sudah tidak terhitung lagi. Walaupun vendor pembuat memory card senantiasa memberi garansi untuk memory card yang rusak, bahkan ada yang seumur hidup, seringkali bukan masalah memory cardnya yang penting, yang tidak tergantikan adalah data di dalamnya.

Jadi apa solusinya?

Sebenarnya secara sederhana, setiap orang mendambakan cara backup yang aman, se- otomatis mungkin,  dan semudah mungkin. Dan ini bisa ditawarkan dengan sistem wireless storage.

 

Seagate Personal Cloud Storage

Harusnya sekarang ini istilah cloud storage sudah semakin umum dan dikenal. Tempat penyimpanan data dimana kita tidak memegang fisik storage datanya, tetapi melalui internet  menyimpannya di suatu tempat yang disediakan layanan penyimpan cloud storage. Layanan cloud storage ini disediakan banyak perusahaan besar, dari gratis hingga berbayar. Diantaranya mungkin kita lebih mengenalnya melalui namanya, seperti Dropbox, Google Drive, Onedrive, Box, dan lain-lain. Caranya betul-betul mudah, bahkan sebagian besar otomatis.

Tetapi tidak semua orang menyukai layanan ini. Ada beberapa alasan menurut mereka yang ragu dengan layanan cloud storage tersebut:

  • Kapasitas storage gratis yang disediakan terbatas, untuk mendapatkan kapasitas lebih, harus membayar sewa storage tambahan, baik bulanan atau tahunan.
  • Ada biaya internet data yang dikeluarkan susuai jumlah data baik yang di-upload maupun di-download.
  • Beberapa kejadian bocornya data seperti foto para artis dari layanan cloud, membuat sebagian orang ragu akan keamanan data mereka. Mereka merasa jika ada yang mengintip dan memcoborkan data, mereka tidak punya kuasa atasnya.
  • Kecepan internet sangat berpengaruh terhadap kecepatan data mereka di-upload atau di-download kembali.
  • Data di cloud storage perusahaan besar selalu mempunyai backup di beberapa server, sehingga jika ada data yang kita ingin hapus, kita tidak yakin apakah backupnya tetap ada di server yang lain.

Untuk mengatasi kendala ini, sebenarnya sudah cukup lama kita mengenal storage yang bisa di akses melalui jaringan atau NAS (Network Attached Storage) . Hanya karena awalnya NAS ini butuh pengetahuan jaringan, alat bantu, dan setting yang cukup rumit, tidak banyak orang, apalagi kategori personal, mau berurusan dengan NAS storage.

Dimensi / Ukuran Seagate Personal Cloud

Tetapi sekarang sistem NAS ini, seperti yang ditawarkan Seagate lewat personal cloudnya, sudah berubah dan bisa dikatakan zero configuration untuk kebanyakan orang, termasuk mereka yang minim pengetahuan tentang jaringan. Hanya perlu meng-koneksikan kabel power dan kabel ethernet ke modem router WiFi di rumah, tanpa perlu setting macam-macam, selesai.

Koneksi ke Router Modem

Seperti kita ketahui, sekarang ini di rumah dan divkantor, kebanyakan sudah memiliki internet yang koneksinya tersebar nirkabel melalui koneksi WiFi. Mereka yang berlangganan layanan Indihome (speedy), MNC media, First Media, dan banyak provider lain, biasanya sudah terima beres di rumah atau kantor terpasang modem router untuk mengakses internet melalui WiFi. Pada modem router yang disediakan ini, biasanya tersedia multiple port ethernet, colokan seperti kabel telepon rumah tetapi dengan ukuran lebih besar.

Seagate Ports

Perangkat Seagate Personal Cloud, cukup dikoneksikan ke modem router ini ke salah satu port ethernet yang tersedia, dan tidak lama kemudian lampu LED putih pada perangkat tersebut berkedip dan beberapa menit kemudian diam menyala, yang menandakan semua setting sudah selesai dan personal cloud storage sudah siap diakses.

White LED

Cukup buka pc / notebook, kemudian buka file explorer dan scroll ke bagian bawah network, akan terlihat ada storage baru, Personal Cloud. ( Jika menggunakan Mac OS , ada di Finder – Shared)

Personal cloud network folder

Saat pertama personal cloud ini dibuka, akan diminta untuk membuat username dan password untuk menjagi “gerbang” keamanan data. Ada 10 akun user bisa dibuat di personal cloud, sehingga kita bisa membaginya masing-masing dengan anggota keluarga atau untuk staf di kantor. Setiap personal cloud user akan memiliki username dan password masing-masing. Selain folder personal user dengan nama masing-masing pengguna, ada sebuah folder public, dimana data yang diletakkan di dalamnya akan bisa diakses oleh setiap personal user yang ada di dalam jaringan network.

Pilihan Operating System

Seperti namanya personal cloud, fiturnya seperti “penyimpanan di awan” yang ditawarkan penyedia layanan cloud storage seperti Google Drive, Dropbox, dll, yang sudah kita sebut di atas, tetapi kali ini kita menguasai juga fisik storage nya, dan lebih bebas mengatur siapa yang bisa meng aksesnya, dan dibuat kustom sesuai keperluan kita.

Ada beberapa keuntungan memiliki personal cloud sendiri dibanding menyewa ke layanan cloud storage:

  • Tidak ada harga sewa storage per-bulan, dan kita bisa menentukan sendiri ingin memiliki seberapa besar storage penyimpanan. Sebagai perbandingan seagate personal cloud yang di test ini berkapasitas 3TB dan harganya berkisar 2 juta-an. Sedangkan untuk menyewa cloud storage 1TB di Google Drive, harganya USD10 per 1TB per bulan, atau sekitar 133rb rupiah. Jadi untuk menyewa 3TB  di Google Drive selama setahun kira-kira butuh biaya 4.8 juta rupiah.
  • Satu perangkat personal cloud ini bisa digunakan langsung oleh beberapa orang, baik anggota keluarga (untuk di rumah) dan staff (untuk di kantor), tanpa ekstra biaya.
  • Jika kita sedang di rumah / kantor dalam area WiFi , setiap pertukaran data dari dan ke personal cloud, tidak membutuhkan biaya internet, karena data di transfer melalui jaringan WiFi.
  • Mereka yang benar-benar menjaga keamanan datanya, bisa menggunakan router tanpa koneksi ke internet, jadi data hanya bisa diakses dari area yang dicakup WiFi router.

Fitur Lengkap

Seagate personal cloud ini tidak berarti hanya seperti hard disk yang dilengkapi kemampuan wireless, kegunaannya lebih dari itu. Ada bagian manajemen perangkat dengan beberapa fitur tambahan yang menarik yang akan tampil di browser kita saat mengakses personal cloud, atau bisa juga di-installkan sebagai aplikasi yang berjalan sendiri di luar browser.

Seagate Dashboard

Device Manager

Untuk mengatur user dan password. User pertama akan menjadi admin yang bisa mengontrol dan menghapus user lainnya. Untuk mengundang user baru, bisa langsung dibuatkan user dan password, atau hanya tinggal mengundangnya via email

Download Manager

Fitur ini menarik, pc/notebook dan smartphone hanya menjadi pemicu atau remote untuk mendownload file dari internet, yang selanjutnya akan dijalankan dan langsung di simpan di hard disk personal cloud, cukup hanya dengan meng-copy paste url file tersebut ke dalam kolom url download. Jika kita sering mendownload file dari torrent, fitur ini akan terasa sangat berguna dan mudah, cukup masukkan url magnet dari file yang ingin kita download, misal film HD yang berukuran besar. Pekerjaan downloada ini bisa dilakukan simultan langsung beberapa file sekaligus, tanpa perlu menunggu satu demi satu selesai. Setiap ada file yang telah selesai di download, kita akan mendapat notifikasinya di email. Sangat mudah.

Download Manager

Backup Manager.

Salah satu fitur terpenting mengapa kita memilih personal cloud ini adalah kemampuan backupnya yang komplit.

Seperti diceritakan di awal, banyak orang malas membackup karena terasa merepotkan. Pada Seagate personal cloud ini hanya butuh setup pertama kali untuk backup yang kemudian akan bisa berlangsung secara otomatis, dan backup ini bisa untuk PC / Notebook, eksternal hard disk, usb flashdisk, dan smartphone / tablet.

Notebook

Kebanyakan notebook modern sudah berukuran tipis, dan memiliki hard drive yang bukan lagi dalam bentuk hard disk tetapi sudah SSD. SSD ini jauh lebih cepat dibanding hard disk, tetapi karena harganya yang masih tinggi, biasanya ukuran kapasitasnya tidak terlalu besar untuk sebuah notebook. Setiap beberapa saat, data yang dikumpulkan perlu dipindahkan atau di backup karena keterbatasan storage.

Dengan Seagate Personal Cloud, hanya butuh waktu luang yang lebih lama pertama kali bila data-data di hard drive notebook ingin di backup seluruhnya. Seagate personal cloud tidak bisa diperlakukan seperti eksternal HDD biasa yang tinggal dicolokkan ke USB dan data bisa dipindahkan via kabel USB. Untuk data awal yang besar, bisa digunakan kabel ethernet yang tersedia untuk menghubungkan notebook dengan seagate personal cloud untuk transfer rate yang lebih cepat.

Jika cukup banyak waktu, data bisa dipindahkan secara wireless dari notebook ke personal cloud. Untuk perkiraan, ketika di test memindahkan data file film sebesar 941MB atau hampir 1GB data dari notebook secara wireless ke Seagate personal cloud, dibutuhkan waktu 2 menit 18 detik. Sebagai pembanding, notebook yang sama memindahkan data yang sama ke seagate eksternal hard disk lain dengan koneksi kabel USB, membutuhkan waktu 14.8 detik, atau 9 kali lebih cepat.

Kita juga bisa menetapkan satu atau beberapa folder saja data dari notebook untuk senantiasa di backup berkala secara otomatis berdasarkan interval waktu. Pada waktu yang sudah ditetapkan tersebut, folder-folder beserta isinya akan di backup ke folder personal cloud.

Eksternal hard disk / flashdisk

Ada 2 port USB di perangkat Seagate personal cloud. 1 port USB 3.0 yang ditandai dengan strip biru dengan posisi di samping, dan satu port USB 2.0 dengan posisi di belakang, di sebelah port ethernet. Saat port ini dihubungkan dengan eksternal hard disk atau flash disk, maka pada pc / notebook akan terbaca sebagai hard drive tambahan. Kita bisa melakukan copy paste data yang tersimpan didalamnya manual seperti biasa, atau dengan program backup bisa melakukan backup otomatis saat eksternal hard disk atau flashdisk dicolokkan kesana, tanpa butuh bantuan komputer. Kita bisa memilih dalam setup, apakah keseluruhan isi eksternal hard disk / flashdisk di di-backup ke Seagate personal cloud, atau folder tertentu saja.

Backup isi Flashdisk secara otomatis

Ingat tentang kejadian rekan yang eksternal hard disk nya terjatuh dan tidak terbaca di atas?. Atau yang kehilangan eksternal hard disk saat mobilnya dibongkar maling? Seagate personal cloud ini bisa menjadi solusi untuk senantiasa memiliki backupnya. Setiap pulang kerja, cukup colokkan eksternal hdd ini ke port USB personal cloud, maka backup akan otomatis dibuat.

Smartphone / Tablet

Tidak semua pengguna smartphone tau cara membuat backup. Bahkan banyak pemilik smartphone enggan berganti smartphone karena berpikir datanya tidak bisa dipindahkan. Sebagian lagi, seperti cerita di atas, kehilangan data penting saat smartphonenya rusak atau hilang. Dengan Seagate personal cloud, data smartphone dari mulai kontak, foto-foto, video, musik, sms, dll, bisa otomatis di-backup ke personal folder pemilik smartphone setiap kali smartphonenya tersambung dengan wifi rumah / kantor, sesuai dimana jaringan personal cloud diletakkan. Inisiasi backup ini bisa dimulai dengan menginstalkan aplikasi seagate backup pada smartphone, dan semuanya akan berjalan otomatis sesuai setup. Data seperti foto dan video yang memakan banyak tempat di smartphone, bisa di set untuk dihapus jika sudah berhasil di backup, atau dibiarkan tetap ada.

Kemudahan ini akan terasa untuk anggota keluarga, misal di-set otomatis untuk smartphone orang tua, atau istri dan anak, agar senantiasa memiliki backup. Saat mereka tiba di rumah dan tersambung dengan jaringan WiFi, data mereka otomatis ter-backup ke folder personal masing-masing.

Smartphone Backup

Jika kita tidak memerlukan backup berkelanjutan terus menerus, dengan mudah kita bisa memilih file dari smartphone dan share ke storage seagate untuk membuat copynya, semudah kita membagikan (share) gambar ke whatsapp.

Untuk mereka yang senantiasa butuh backup berkelanjutan, bisa men-set backup ini tetap berjalan melalui internet, jadi saat bepergian atau bekerja ke luar kota, backup bisa terus berjalan, selama terkoneksi ke internet.

File-file yang tersimpan di Seagate Personal Cloud juga bisa dibagikan dengan mudah, tanpa harus mengirimkannya dalam bentuk file dan ukuran sesungguhnya.  Setiap file bisa di share link nya, dan penerima bisa mendownloadnya. File sharing ini memiliki jangka waktu, setelah lewat 24 jam, link tersebut tidak berlaku lagi.

Link File Sharing

Application Manager

Seagate personal cloud memiliki nilai tambah dengan tersedianya banyak aplikasi yang bisa kita install sesuai kebutuhan. Jika kita gemar menonton film, kita bisa menginstall Plex media server, sehingga koleksi film yang kita download atau letakkan di personal cloud bisa tersusun rapi, lengkap dengan poster film, judul, tahun film, genre dan lain-lain.

Aplikasi tambahan yang bisa di install

BitTorrent sync, memungkinkan kita membuat server file yang bisa dibagikan via torrent untuk grup kita sendiri, bahkan kita bisa membuat cloud server sendiri dengan aplikasi Own Cloud. Untuk mereka yang terbiasa membuat blog atau web, bisa membuat personal cloud ini menjadi hosting server bagi layanan WordPress.

Untuk pengguna iTunes pada PC atau Mac, tanpa perlu menggunakan aplikasi tambahan, file media yang tersimpan di personal cloud bisa di streaming langsung ke iTunes. Tetapi fungsi ini berjalan untuk perangkat mobile.

iTunes Streaming

Sdrive

Sdrive memungkinkan isi di Seagate personal cloud bisa diakses dari mana saja asal tersedia internet. Saat bekerja di luar rumah atau kantor, kita tetap bisa mengakses data yang tersimpan di Seagate personal cloud. Untuk keamanan, data yang bisa diakses adalah data yang diletakkan di folder public.

Seagate Media

Aplikasi ini diperuntukkan bagi smartphone atau tablet, baik android maupun iOS. Dengan aplikasi ini file di folder public yang ada di Seagate personal cloud bisa diakses via smartphone dan tablet, baik dalam jangkauan WiFi rumah/kantor atau dari luar lokasi selama ada koneksi internet. File-file seperti musik dan film bisa langsung di streaming ke perangkat mobile, bahkan bisa dipindahkan (mirroring) ke layar besar seperti LCD tv jika sudah mendukung DLNA, Miracast, atau LCD yang dilengkapi perangkat cast seperti google chromecast.

Saat di test, Seagate personal cloud yang diletakkan di kantor terhubung dengan layanan internet MNC media 10-15Mbps , file-file personal cloud diakses dari smartphone dengan koneksi selular data dari rumah (10-40Mbps). File berupa film bisa langsung diputar tanpa buffer dan terputus, dan bisa langsung  dikoneksikan ke layar lebar melalui google chromecast.

Seagate Media – Mobile

Kemudahan ini membuat file-file besar seperti film/musik yang biasanya perlu di download dan disimpan ke perangkat mobile (yang terbatas kapasitas storagenya) sebelum bisa diputar, bisa diatasi. Perangkat mobile hanya menjadi remote dan pemutar saja.

IFTTT

Sebenarnya IFTTT ini bagian dari application manager, hanya ditonjolkan oleh Seagate sebagai “must have app”. Bagi mereka yang masih asing dengan IFTTT, ini kira-kira seperti aplikasi berbasis web yang menyediakan applets untuk melaksanakan sebuah tugas, seperti layaknya kita memiliki asisten di web.

IFTTT sendiri singkatan dari If this than that, seperti trigger untuk melakukan sesuatu saat ada kondisi tertentu. Applets ini juga kita bisa buat sendiri, dan applets yang tersedia di ifttt.com sangat beragam, dari trigger untuk urusan email, sosial media, bahkan sampai trigger untuk IoT. Jadi garis besarnya, jika tidak tersedia aplikasi khusus untuk sebuah “tugas”, kita bisa menjembataninya dengan IFTTT applets.

IFTTT applets for Personal Cloud

Tersedia banyak applets untuk Seagate personal cloud di IFTTT, misalnya untuk otomatis menyimpan foto atau video yang kita post di instagram ke seagate personal cloud. Atau membackup otomatis ke personal cloud, setiap foto yang kita upload ke Flickr atau facebook. Bahkan jika suhu perangkat Seagate personal cloud terlalu panas, kita bisa mendapat notifikasinya.

IFTTT applets untuk Seagate personal cloud bisa diintip disini: https://ifttt.com/seagate

 

Menjaga Data.

Akhirnya akan muncul pertanyaan, bagaimana tentang backup data di Seagate personal cloud-nya sendiri?, karena bagaimapun fisik hard drive bisa saja mengalami bebarapa masalah. Misalnya hard drive, seperti barang elektronik lain, mungkin saja rusak dan data tidak bisa dibaca kembali. Bagaimana dengan force majeure, misalnya terjadi kebakaran, banjir, pencurian, dll, akhirnya data tersebut bisa hilang juga bukan?

Bagi mereka yang menggunakan Seagate personal cloud untuk keperluan kerja yang benar-benar krusial datanya, misalnya untuk kantor atau SOHO (Small Office Home Office), Segate personal cloud memiliki juga tipe personal cloud dengan dual bay. Ada dua hard disk berkapasitas sama di dalamnya. Hard disk kedua ini akan selalu mem-backup isi hard disk pertama, sehingga ketika salah satu hard disk rusak, datanya masih ada di hard disk lainnya.

Data di dalam personal cloud juga bisa juga di backup ke eksternal hard disk. USB port yang disediakan beserta aplikasi backup, bisa ditetapkan untuk bekerja dua arah, baik dipilih untuk mem-backup isi eksteranl HDD atau kebalikannya mem-backup isi personal cloud.

Data di Seagate personal cloud juga bisa di backup lagi ke personal cloud yang lain, baik dalam satu area WiFi atau diluar area. Misalnya Seagate personal cloud di kantor, di backup secara otomatis ke personal cloud di kantor lain atau ke personal cloud di  rumah, atau bahkan ke penyedia jasa server storage. Ketika force majeure terjadi, seperti kebakaran atau banjir, data tetap memiliki backup.

Backup terakhir yang bisa dilakukan adalah ke layanan cloud storage enterprise, seperti Google Drive, Dropbox, Onedrive, dll, untuk mereka yang terbuka dengan layanan cloud storage yang dikelola perusahaan besar. Backup ini bisa menyeluruh, atau bisa juga hanya folder-folder tertentu.

 

Penutup

Setelah teknologi NAS dikembangkan bertahun-tahun, akhirnya sampai juga kita ke teknologi NAS berupa personal cloud storage yang tidak membutuhkan pengetahuan yang dalam tentang teknologi jaringan dan bisa digunakan oleh siapa saja. Cukup hubungkan kabel ethernet dari perangkat cloud storage ke modem router dan perangkat siap digunakan, bisa dikatakan zero configuration.

Walaupun kecepatan transfer data belum secepat menggunakan kabel, tetapi fitur backup yang otomatis, wireless, membuat pekerjaan mem-backup data ini sangat dimudahkan, terutama untuk device-device yang kita gunakan secara mobile setiap hari, seperti notebook, smartphone, dan tablet.

Kemana-mana kita bisa cukup berbekal flashdisk saja, yang datanya saat pulang bisa dipindahkan otomatis hanya dengan mencoloknya ke usb drive personal cloud.

Ukuran Seagate Personal Cloud dibanding Smartphone

Kesanggupan storage ini terhubung ke internet dan bisa diakses dari mana saja, dengan perlindungan enkripsi untuk keamanan data, melengkapi fitur yang sangat dibutuhkan saat ini, layaknya layanan cloud storage enterprise tetapi dengan privasi lebih.

Dengan segala kemampuan tersebut di atas, Seagate cloud storage tidak cukup disamakan dengan eksternal hard drive biasa, tetapi bisa dikatakan sebagai smart storage.

 

6 thoughts on “Seagate Personal Cloud, smart storage

  1. Dave koent on

    Slamat siang Pak Lucky S,.saya mau bertanya, apaakah Seagate Personal Cloud bisa utk backup file hasil recordng ip camera? Kbtulan saaya memakai ip cam xiaomi Yi Dome,..Terima kasih Pak ssblmnya

    • Lucky on

      Nah ini yang saya belum coba. Nanti saya coba cari tahu how to nya apakah mungkin dan saya update ya. Thank’s.

  2. Justin on

    Kalau tidak salah dalam manual book dikatakan Seagate Personal CLoud tetap dapat diakses meski posisi dalam keadaan off /stand by tapi waktu saya coba off (listrik tetap tersambung) tidak bisa akses ya? Saya salah mengerti atau bagaimana? thx

    • Lucky on

      Setelah beberapa lama tidak ada akses, otomatis personal cloud ini standby. Tetapi harusnya jika kita akses lagi dari laptop, atau smartphone, otomatis akan bekerja lagi seperti biasa, tidak perlu ada power yang di tekan.

  3. Sangat lengkap reviewnya, pak lucky beberapa yang saya sedikit bingung untuk konektivitasnya, apa tidak perlu menggunakan ip public statik atau modem biasa bisa? dan seagate ini di colok ke switch bisa atau tidak saat kita akses dari luar jaringan ?

Leave a Reply