Galaxy S9 | S9+, Next Level Entertainment

*Catatan:  Artikel dengan isi sama yang lebih singkat padat di bawah ini pernah di post untuk detik inet dan bisa dibaca di Link Ini

Layar Bagus pada Smartphone, Sangat Penting

Semakin lama, rata-rata pengguna smartphone semakin lama menatap layarnya. Semakin banyak aktivitas dilakukan di smartphone, termasuk aktivitas yang dulunya dilakukan pada layar lebih besar, seperti televisi dan komputer, misalnya untuk menonton film atau video.

Survey counterpoint terakhir menunjukkan, kalau smartphone dengan layar besar atau phablet, menjadi smartphone dengan pertumbuhan paling besar sekarang hingga 71%, alasannya karena orang semakin lama menatap layar smartphone.

Banyak orang yang dulu membutuhkan layar televisi untuk menonton, sekarang beralih ke layar smartphone. Bicara video streaming dari salah satu penyedianya, Youtube, sekarang ini pemirsanya di atas 1 miliar orang, dan setiap hari lebih dari satu miliar jam video-video Youtube ditonton.

Untuk negara Amerika saja yang maju dalam industri TV kabel, tidak ada pemirsanya yang mendekati jumlah pemirsa Youtube Amerika.

Lebih dari setengah penikmat video Youtube di dunia menontonnya dari layar smartphone. Belum lagi sekarang penyedia film streaming seperti Netflix, HBO, Amazon, iFlix, Hooq, Viu, dan lain sebagainya, mengejar konsumen untuk menonton di smartphone.

Selain menonton video, pengguna smartphone juga lama menatap layar untuk bermain game. Survey App Annie dan Counterpoint mengatakan, selama tahun 2017 kemarin, game smartphone dimainkan 2.3 kali lebih banyak dibanding game pada PC, dan 3.6 kali lebih banyak dibanding konsol.

Jadi ada satu bagian yang penting yang menjadi petunjuk saat kita banyak melakukan berbagai aktivitas di smartphone, layar smartphone harus bagus.

Coba buka setting baterai di smartphone dan lihat berapa lama SOT (Screen On Time) atau kondisi layar kita menyala sepanjang hari, kita mungkin kaget, bahwa rata-rata kita menatap layar smartphone di atas 3 jam setiap hari, dan survey menunjukkan sekarang ini rata-rata orang menatap layar 5 jam sehari.

Jaman Now Semua Orang Menatap Layar Smartphone

Jika dalam 24 jam sehari, 7 jam kita tidur, dan 17 jam dari waktu kita bangun, 5 jam diambil untuk melihat layar smartphone, berarti 30% atau sepertiga dari waktu aktif kita digunakan untuk menatap layar smartphone.

Tapi jangan berkecil hati, lama kita menatap layar smartphone juga biasanya diimbangi kita berkurang menatap layar yang lain, misal televisi. Jika kita bertanya kepada orang-orang yang sudah banyak menggunakan berbagai macam smartphone, mereka akan bisa merasakan dan mengatakan, bahwa layar smartphone yang satu berbeda dengan lainnya, dan efeknya juga terasa. Ada layar yang mudah membuat mata lelah, ada layar yang lebih nyaman dinikmati.

Untuk itu saya juga selalu mengatakan salah satu bagian terpenting memilih smartphone adalah kualitas layar, bahkan terkadang saya menganjurkan membeli smartphone yang layarnya lebih baik dengan prosesor yang sedikit lebih lambat, dibanding smartphone dengan prosesor lebih kencang tetapi layarnya kurang bagus, karena kebutuhan kecepatan maksimum prosesor digunakan tidak setiap saat, tetapi layar, selalu kita tatap.

Pada smartphone flagship sampai saat ini ada 2 bagian nilai yang biasanya dikejar, pertama kamera dengan mengacu ke DxOmark, dan kualitas layar dengan mengacu ke Displaymate. Menurut Displaymate, layar Super AMOLED Galaxy S9 | S9+ sekarang merupakan layar smartphone terbaik.

Semenjak Galaxy Note7 atau yang sekarang menjadi Galaxy Note FE, Samsung sudah membuat layar Super AMOLED Quad HD nya mendukung HDR, atau High Dynamic Range. Sebenarnya film-film bioskop dibuat dengan standar HDR, agar hasil warna gambar, clarity, perbedaan gelap terang kontras, lebih terasa dan gambar menjadi lebih hidup.

Saat kita memutar film yang mendukung format HDR di layar Galaxy S9, mata kita jauh lebih dimanjakan dengan gambar-gambar yang terlihat lebih menarik. Seringkali layar televisi kita sendiri terasa kalah bagus. Youtube, Google Play Movies, dan Netflix sudah menjadi sumber-sumber film / video dengan format HDR ini. Smartphone kita jika layarnya tidak mendukung fitur HDR ini, tidak akan bisa menampilkan film dengan format ini.

Konten HDR ini akan semakin banyak, layanan lain seperti Amazon, HBO, Vudu, memang belum masuk ke negara kita, tetapi mereka sudah bergerak ke arah sana, dan format video yang semakin tinggi untuk menghasilkan gambar yang lebih baik akan semakin umum walau untuk diputar di smartphone.

Dengan kecepatan internet yang semakin tinggi, video streaming juga akan dituntut menyajikan video dengan format tinggi. Di Youtube, dulu format 720 dirasa sudah besar, tetapi sekarang para kreator sudah menyajikan video dengan format 4K, bahkan 8K, atau format standard 1080p tetapi 60 fps. Dan sekarang semakin banyak yang berkreasi dengan HDR.

Mata kita tidak bisa membedakannya? Bisa, format film 4K yang naik ke Youtube dan kemudian diputar menjadi 1080 full HD, lebih baik kerapatan gambarnya dibanding jika sumber aslinya 1080 karena proses kompresi video di Youtube, dan layar-layar smartphone resolusi tinggi seperti Quad HD akan mendapatkan pilihan untuk memutar film dengan resolusi lebih tinggi dibanding layar Full HD secara otomatis.

Sebagian mungkin bertanya, apakah serius, benar bisa menikmati film dan video yang bagus di layar smartphone, bukan di layar besar seperti televisi?

Ada beberapa bukti yang bisa menjelaskan kalau industri smartphone memang mendorong konten yang biasanya kita nikmati pada layar besar televisi untuk bisa dinikmati di smartphone.

Sebenarnya layar smartphone dan layar televisi hanya berbeda ukuran, tetapi hal mendasar seperti teknologi layar dan resolusi tidak berbeda. Ukuran layar televisi yang berlipat-lipat lebih besar dari smartphone, harus dilihat dari jarak yang juga berlipat-lipat dari jarak mata kita memandang smartphone.

Makanya ketika kita melihat televisi dari jarak seperti kita menatap smartphone, 25-30 cm, selain tidak seluruh bagian layar televisi bisa dilihat, kita akan melihat gambarnya juga kasar, karena ukuran setiap pixelnya lebih besar, sementara smartphone akan tidak terlihat pixelated.

Layar LED Televisi dilihat dari jarak dekat, pixelated

Karena dilihat dari jarak dekat, layar smartphone sekarang menggunakan kerapatan resolusi yang tinggi walau pada ukuran layar yang “kecil”. Jadi sebenarnya kita melihat ukuran layar yang “sama”, antara melihat layar televisi yang besar dari jarak lebih jauh, atau layar smartphone kecil tetapi lebih dekat.

Rasio layar kekinian pada smartphone yang sekarang tampak memanjang, sekitar 18:9, bukan hanya dibuat agar ukuran layar lebih besar bisa memiliki ukuran body tetapi kecil, tetapi salah satu sebabnya untuk bisa menampilkan format film bioskop yang kebanyakan memanjang. Layar kita yang lama akan menyisakan bar hitam yang cukup besar di atas dan di bagian bawah saat memutar film bioskop. Dengan rasio layar baru yang sekarang memanjang film-film bioskop lebih nyaman dinikmati tanpa bar hitam besar lagi, dan beberapa aplikasi streaming sperti Netflix bahkan iFlix sudah mendukung format baru ini.

Televisi di rumah kita dengan layanan TV kabel bahkan terasa lebih tertinggal, karena mereka sering memampatkan layar penjang film bioskop, ke rasio 16:9 televisi umum, sehingga proporsi menjadi aneh atau menyisakan black-bar pada bagian atas dan bawah layar.

Field Of View

Mengapa layar memanjang dan film bioskop dalam rasio memanjang terasa lebih imersif? Ini juga tidak lain karena mata kita sendiri memiliki FOV (Field ov View) yang lebih besar ke arah horisontal sekitar 210 derajat, dibanding arah vertikal yang 150 derajat.

Tata Suara Dolby Atmos

Sebelum era Galaxy S9 | S9+, walau layar smartphone Samsung di Galaxy S8, dan Note 8 sudah rasio memanjang dan support HDR yang bisa menikmati film-film bioskop dengan sangat baik, menyisakan satu kekurangan, suara speaker-nya mono. Cukup lantang, tetapi belum bisa menjadikan suasana mendekati pengalaman menonton bioskop yang hingga sekarang tetap ramai dikunjungi, selain karena layar besar, juga karena tata suara.

Kali ini Galaxy S9 | S9+ hadir dengan dual speaker, dan speaker ini bukan sekedar stereo saja satu di kiri (speaker kuping) dan satu di kanan, tetapi selain di tuned by AKG juga sudah dikemas dengan teknologi Dolby Atmos. Dolby Atmos ini tata suara yang sering kita temui di bioskop, dengan efek suara surround sesuai sumber suara dan menggelegar.

Dolby Atmos ini banyak yang mengira hanya sekedar suara stereo dan surround, seperti teknologi terdahulu untuk menghasilkan suara yang lebih hidup, sound system di rumah dipasangi sepasang speaker di depan, speaker di belakang dan sub-woofer, dan aksi pada film mengaktifkan berbagai speaker sesuai arah sumber suara. Ternyata Dolby Atmos sudah lebih dari itu.

Dolby atmos bisa menjadikan setiap suara menjadi audio track tersendiri, hingga 128 track suara dalam satu scene. Jadi suara bisa dipilah-pilah dalam sebuah adegan, misalnya suara peluru menembus kaca, suara kaca yang pecah berkeping, suara kayu yang tertancap peluru, suara teriakan pemain, dan lain sebagainya. Kemudian suara ini masing-masing ditempatkan sesuai channel dan asal sumber suaranya, sehingga dihasilkan suara spatial 360 3D.

Bioskop dengan layar memanjang dan tata suara 3D

Tujuan semua kerepotan ini agar penonton merasa berada di tengah scene atau adegan film. Ini mengapa kita betah menonton film action seperti laga super hero di bioskop, karena dengan layar lebar yang mengokupansi seluruh area pandang kita dan suara spasial 3D, membuat kita merasa ada di suasana pertempuran antara para super hero dengan musuhnya.

Dan sekarang tata suara spatial 3D ini coba dibawa ke sebuah smartphone.

Samsung Galaxy S9 | S9+ bukan smartphone pertama yang punya dual speaker, dan bukan smartphone pertama yang menggunakan tata suara Dolby Atmos. Tetapi tidak banyak smartphone yang memiliki konfigurasi dual speaker, dan Dolby Atmos sekaligus. Sebagian hanya memiliki dual speaker, dan sebagian hanya memiliki fitur Dolby Atmos untuk penggunaan dengan earphone.

Sepertinya hanya Samsung Galaxy S9 | S9+ yang memiliki konfigurasi layar memanjang, layar hi-res support HDR, sekaligus dual speaker dan Dolby Atmos. Ini menjadikannya smartphone yang bisa disebut sebagai next level entertainment smartphone.

Apakah mungkin sebuah smartphone bisa menyajikan tata suara Dolby Atmos hanya dengan dual speaker? Ternyata bisa.

Mungkin ada yang bertanya dan sudah menggunakan Galaxy S9 | S9+, “Saya menggunakannya, tapi tidak menyadari bahwa suaranya bisa spatial 3D seperti bioskop?”

Ketika digunakan untuk memutar video atau film “biasa”, dual speaker di Galaxy S9 | S9+ bisa menyajikan suara yang lebih baik dibanding speaker mono. Selain suara lebih kencang dan memiliki power lebih, speaker kuping yang menghadap ke depan, menyajikan suara percakapan yang lebih jelas.

Tetapi ketika kita drop down menu dan melihat ada logo Dolby dan menyalakannya, kita mendapatkan lagi tambahan power suara, dan karakter suara sedikit berubah. Pada logo Dolby ini bisa dipilih untuk mode auto, movie, music, dan voice, setiap pilihan memberikan karakter suara yang berbeda.

Menyalakan menu Dolby, memilih menu movie, dan memutar film memberikan pengalaman yang lebih dengan dual speaker, tetapi ternyata belum maksimal. Kita masih kehilangan suara spatial 3D dan karakter suara yang tepat. Untuk menikmati maksimal, kita membutuhkan film yang memang mendukung suara Dolby Atmos.

Hampir semua film-film unggulan Hollywood sekarang menggunakan tata suara Dolby Atmos.

Film-film terbaru dengan tata suara Dolby Atmos

Apa yang membedakannya ketika kita mendengar konten film Dolby Atmos di smartphone Galaxy S9 | S9+ ?

Beberapa scene ini sebagai contoh menariknya konten film dengan Dolby Atmos, dicoba pada perangkat Galaxy S9 | S9+  :

 

  •  Blade Runner 2049, saat Harrison Ford berbincang dengan Jared Leto di ruangan yang berair, terasa suara mereka bergema seperti kita ada di dalam ruangan tersebut. Jika fitur Dolby Atmos dimatikan, gema suaranya tidak terasa dalam lagi, lebih hanya fokus suara  percakapan.

Ketika gedung tempat bersembunyi Harrison Ford diledakkan, pecahan kaca terlihat dari kiri, demikian juga suara nya, termasuk gemuruh pesawat masuk dari lubang tersebut dari arah kiri.

 

  • Annihilation, saat Natalie Portman sebagai biologis berbicara di depan tangga kampus  yang banyak orang lalu lalang dengan rekan kerjanya Dan, ketika fitur Dolby dinyalakan, terdengar riuh rendah suara banyak orang disekitar, langkah kaki mereka mendekat dan menjauh, orang yang turun dari tangga, suara telepon terdengar di kejauhan, tanpa kehilangan detail percakapan mereka.

Ketika fitur Dolby dimatikan, suara orang-orang tersebut hilang, dan menyisakan percakapan antara mereka berdua saja. Kehadiran suara orang lalu lalang ini ternyata ber-efek membawa kita masuk lebih dalam seolah berada dalam scene lokasi kampus tersebut.

Kita mungkin pertamanya tidak menyadari, sampai ketika kita mencobanya dan memperhatikan lebih cermat, ternyata film-film dengan Dolby Atmos memang terasa lebih hidup, dan ketika dimatikan fiturnya kita baru menyadari banyak bagian dari suara yang hilang.

 

Film-film dengan dukungan tata suara Dolby Atmos bisa didapati pada layanan movie streaming.

Untuk mencoba sendiri, banyak klip-klip film di Youtube sudah support Dolby Atmos, dan kita bisa merasakan bedanya. Misalnya film yang akan datang:

  •  Avenger Infinity War, bisa dicoba versi Dolby Atmos-nya di sini: https://www.youtube.com/watch?v=dNwxvuR41gw , streaming dengan resolusi tertinggi, bandingkan kedalaman suara dan efek yang dihasilkannya dengan atau tanpa Dolby Atmos.

Menariknya saya melakukan test perbandingan memutar klip yang sama dari laptop dengan yang dilengkapi Dolby Advanced Audio, suara yang dihasilkan Galaxy S9 | S9+ terasa lebih hidup. Dengarkan theme nya ketika diputar sampai saat terakhir logo Avenger keluar, terasa kekuatan suaranya.

 

  • Jurrasic World Fallen Kingdom dengan tata suara Dolby Atmos bisa di coba di sini: https://www.youtube.com/watch?v=mEvIxCL6R3c&t=4s , sejak awal klip ini mulai dengan iringan lagu retro, antara suara percakapan dengan iringan lagu tidak saling menutupi. Setiap iringan suara lengkingan musik disetiap potongan adegan, terasa nyaring dan membantu membangun suasana lebih tegang, dan lenguhan T-Rex terasa bergema lebih kuat dan bergaung.

 

  • Leaf, ini demo suara spatial 3D dari Dolby Atmos, yang ternyata bisa dirasakan juga efek Dolby nya pada perangkat Galaxy S9 | S9+ yang bisa dicoba di link ini: https://youtu.be/qJA2U-YMvkk . Ketika daun di hutan jatuh dan berputar, demikian pula suara berputar menghasilkan efek surround pada smartphone.

Dolby Atmos tidak hanya bisa digunakan via dual speaker, tetapi juga melalui earphone atau headphone. Kualitas dentuman dan ketukan pada earphone berkualitas bagus seperti earphone AKG bawaan Galaxy S9 | S9+ akan terasa lebih powerful dibanding lewat dual speaker langsung. Tetapi perbedaannya suara spatial 3D yang membawa kita “masuk” lebih imersif ke dalam adegan film justru lebih terasa dengan dual speaker dibanding menggunakan earphone.

Seperti kita menonton bioskop di mana layar berada di depan, kita akan lebih merasakan suara lebih spatial bila berasal dari speaker di depan yang menyatu dengan scene film, dibanding suara di dalam telinga kita langsung saat menggunakan earphone.

Jadi pada dual speaker Galaxy S9 | S9+ ini saya lebih menemukan serunya menonton film dengan tata suara Dolby Atmos, dibanding smartphone lain yang Dolby Atmosnya baru bekerja saat menggunakan earphone. Saat film diputar dan kita memegang body smartphone pada bagian belakang, akan terasa getaran-getaran tambahan yang membuat tata suara menjadi lebih kuat.

Paduan layar dengan kualitas dan resolusi tinggi, support HDR, dan dilengkapi dual speaker dengan power yang cukup, dan tata suara Dolby Atmos, menjadikan smartphone Galaxy S9 | S9+ bisa dikatakan barometer baru, bahwa smartphone bisa menjadi device untuk menonton atau entertainment yang bisa diandalkan.

Untuk menikmati konten video atau film secara maksimal di Galaxy S9 | S9+, ini langkah yang harus dilakukan:

  • Set layar ke resolusi tertinggi, QuadHD+ 2960 x 1440

Dengan setting layar tertinggi ini kita bisa menampilkan film-film 4K dengan resolusi yang lebih rapat, demikian juga saat aplikasi-aplikasi film atau video streaming, termasuk Youtube akan mendeteksi bahwa resolusi layar kita tinggi dan dapat memutar film dengan resolusi tinggi. Misalnya saat layar kita di set “hanya” resolusi full HD+ 1080, maka video Youtube yang ditawarkan untuk diputar hanya bisa maksimum 1080p, sedangkan saat layar resolusi kita set di QuadHD+, video yang ditawarkan bisa 1440p.

Karena layar sudah mendukung HDR maka pilihan resolusi video ini akan menjadi lebih banyak, misalnya 1080p HDR. Settingan resolusi layar bisa di akses dengan setting/ display/ screen resolution

  • Setting spektrum warna ke AMOLED cinema

Film-film Hollywood dibuat dengan standar warna color gamut cinema DCI-P3, dengan memindahkan screen mode ke AMOLED cinema, kita bisa menikmati warna-warna gambar film yang sama dengan yang dirancang pembuat film. Screen mode ini memungkinkan kita menonton film sama warnanya dengan yang tampilan layar bioskop.

Perhatikan saat stasiun televisi kita memutar film bioskop standar Hollywood, kita akan merasakan tampilannya berbeda dengan apa yang pernah kita lihat saat di bioskop. Salah satu pembedanya adalah urusan spektrum warna ini.

Untuk memilih spektrum warna DCI-P3 ini, masuk ke: setting/ screen mode/ AMOLED cinema.

 

  • Video Enhancer

Samsung berharap semua video / film yang kita saksikan terlihat lebih menarik di layarnya, tetapi terkadang sumber video kita tidak resolusi tinggi atau tidak optimal. Video enhancer membuat video yang ditampilkan terlihat lebih baik dengan menaikkan kualitasnya secara otomatis, dengan warna yang lebih hidup dan kecerahan lebih.

Video enhancer ini akan mengenali aplikasi-aplikasi yang berusan dengan video, seperti Youtube, Netflix, iFlix, Google play movie, dan player-player video lainnya secara otomatis.

Aktifkan video enhancer di: setting/ advanced features, video enhancer

 

  •  Dolby Atmos

Untuk menikmati tata suara seperti yang diceritakan di atas, drop down menu dari atas layar smartphone, dan cari logo Dolby Atmos, aktifkan, dan pilih Movie.

 

Sekarang kita siap untuk menonton film-film dengan gambar yang bagus dan tata suara seperti bioskop. Pilih tempat yang tidak bising untuk bisa menikmati lebih detail tata suara Dolby Atmos, dan set level suara dengan level yang nyaman untuk kita dengarkan.

Untuk menikmati gambar yang penuh seluruh layar di Youtube, tinggal pinch to zoom, dan pilih resolusi Youtube setinggi mungkin sesuai kesanggupan kecepatan internet kita.

Untuk bisa menikmati film-film HDR resolusi tinggi dengan Dolby Atmos, misalnya pada Netflix atau layanan video streaming yang menyediakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, terutama kecepatan internet.

 

Icon HDR otomatis ditambahkan jika konten film support HDR

Saat kita memutar film HDR dengan aplikasi video bawaan Samsung, maka diujung kiri nama file otomatis akan ditampilkan icon HDR. Jika ingin mengetahui warna film HDR saat diputar di layar yang tidak mendukung HDR, lakukan screen capture, akan terlihat hasil gambar capture pucat atau wash out.

Jika kita men-download film-film 4K, HDR, dengan tata suara Dolby, dari situs-situs tertentu, biasanya ukurannya juga besar, bisa belasan hingga puluhan GB. Kita bisa meletakkan film-film ini di memory card yang di format dengan exFAT file system, karena FAT32 hanya terbatas sebesar 4GB untuk sebuah single file. Atau kita bisa meletakkannya pada portable HDD, dan menyambungnya ke smartphone dengan bantuan USB OTG converter.

Membaca Konten Film langsung dari Portable HDD via OTG

Menyambung portable HDD ke smartphone Samsung bisa langsung dilakukan tanpa perlu tambahan aplikasi, sedangkan untuk device android yang hampir pure android biasanya membutuhkan aplikasi tambahan seperti total commander dan extension-nya.

Film-film HDR biasanya tidak akan bisa diputar pada device non HDR, walaupun smartphone hi-end sekalipun, selain gambar bergerak terpatah-patah, warna gambar akan terlihat pucat, dan suara timbul tenggelam.

Untuk mencoba klip film 4K HDR bisa diunduh di sini : http://hdrsamples.com/

Jika codec suara tidak support, kita bisa menggunakan player pihak ketiga. Saran saya yang terbaik dan bisa mendukung hampir semua codec suara adalah MX Player. Bisa diundah gratis di Playstore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.mxtech.videoplayer.ad

Penutup

Keberadaan dual speaker dan Dolby Atmos terasa sangat membantu untuk menikmati konten video atau film, sekalipun belum mendukung tata suara Dolby Atmos sekalipun, video-video Youtube atau Facebook dari wawancara, review, cuplikan film, hingga klip video music terasa lebih enak dinikmati karena suara yang lebih bertenaga dan jelas.

Menggunakan dual speaker ini untuk memutar musik baik dari layanan streaming seperti Spotify, atau lag-lagu yang tersimpan di memory card juga terasa lebih jernih dan bertenaga. Seringkali bisa meniadakan kebutuhan untuk menggunakan eksterna speaker bluetooth.

Nah pertanyaan terakhirnya, mungkin tidak kita menemukan film Hollywood yang sudah 4K, support HDR, dan suaranya mendukung Dolby Stereo?

Jawabannya: Banyak. Selain lewat video streaming seperti di Netflix atau Vudu, banyak film blockbuster mendukung semua syarat ini. Salah satu film terbaru adalah Star Wars The Last Jedi.

Star Wars The Last Jedi, UHD, HDR, Dolby, 37 GB

Kita tidak akan menyesal menonton ulang di layar Samsung Galaxy S9 | S9+ sambil diiringi tata suara Dolby Atmosnya.

Selamat menikmati The Next Level Entertainment Smartphone !

 

Leave a Reply