Honor 9 Lite, Review

*Artikel ini sebelumnya pernah ditayangkan untuk UC-News

Honor, brand yang sebelumnya menjadi bagian dari Huawei, baru saja me-release 3 varian smartphone-nya di Indonesia, salah satunya versi yang paling affordable atau terjangkau adalah Honor 9 Lite. Device ini baru diperkenalkan Desember 2017 kemarin secara global, dan sekarang device ini siap hadir untuk Indonesia.

Harga yang ditawarkan menarik 2.499.000 rupiah dan selama masa promo bisa dibeli dengan harga 2.299. Kabarnya di negerinya sendiri China, dan di India, device ini menjadi pesaing serius untuk Xiaomi, bahkan jumlah penjualan smartphone Honor di China dikabarkan mengalahkan Xiaomi.

Sekilas unboxing dan melihat desainnya, mudah sekali untuk terpikat karena desain dan finishingnya yang menarik. Mari kita bahas lebih detail apa yang ditawarkan oleh smartphone baru ini.

Desain dan Layar

Secara global, tersedia 7 warna untuk Honor 9 Lite, tetapi tidak semua varian warna akan hadir untuk Indonesia, dan device review kita berwarna saphire blue. Warna birunya sangat menarik, karena Honor 9 Lite walau masuk smartphone terjangkau, bagian belakangnya terbuat dari kaca, finishing yang sekarang disukai oleh smartphone hi-end.

Finishing kaca yang reflektif ini membuat warna birunya benar-benar mengkilat, dan memantulkan semua bayangan seperti cermin hingga bisa terlihat lebih terang atau gelap tergantung bayangan yang dipantulkannya. Karena beningnya, kita bahkan bisa benar-benar mengaca.

Finishing Kaca Refelektif, benar bisa untuk bercermin

Warna biru, finishing berbahan kaca dan mengkilat, sangat mudah menarik perhatian, tetapi juga sangat mudah membekas sidik jari. Mereka yang ingin menggunakannya tanpa casing tambahan, harus rajin-rajin mengelapnya untuk tetap terlihat mengkilat. Bagi mereka yang tidak suka bekas jari tangan, pada paket bawaannya sudah disediakan sebuah casing polikarbonat.

Framenya sendiri di-finishing dengan tampilan metal warna senada, dengan pinggiran yang melengkung. Frame ini memegang kedua layar kaca dengan lengkung 2.5 D bagian depan dan belakang. Finishing frame yang melengkung ini membuat device nyaman digenggam tanpa terasa ada sudut yang tajam.

Jack Audio, Mic, Micro USB port, Speaker

Pada bagian bawah terletak port Micro USB, jack audio 3.5mm, lubang mono speaker dan mic. Pada bagian kiri bagian atas terletak slot SIM tray hybrid, kita bisa menggunakan dual SIM dual standby berukuran nano, atau single SIM dan tambahan memory card.

Sim Card Tray, Hybrid

Pada bagian frame kanan sejajar terletak tombol volume dan power. Di bagian belakang yang reflektif terdapat dual camera yang sedikit menonjol, secondary mic dan lampu flash. Fingerprint sensor terletak dibagian tengahnya.

Bezel bagian depan atas dan bawah lebih kecil dibanding kebanyakan smartphone tahun lalu, karena Honor 9 lite sudah menggunakan rasio layar baru 18:9 yang memanjang, dinamai Full View. Menariknya bezel kiri kanan juga terlihat sangat tipis, sehingga layar rasio baru terlihat lebih modern. Pada bezel bagian atas terdapat dua front camera, speaker kuping, dan light sensor.

Tampak Depan, Honor 9 Lite

Secara keseluruhan desain dan finsihing Honor 9 lite ini sangat menarik, terlihat malah lebih premium dengan finishing kaca yang reflektif dibanding finishing metal. Screen to body ratio yang mencapai 75.5% karena bezel yang tipis, membuat smartphone dengan layar 5.65 inci yang harusnya sudah masuk ukuran phablet  ini terasa masih pas ukurannya untuk digenggam Finishing kaca juga membuat beratnya tetap ringan hanya 149 gram, dan ketebalan 7.6 mm yang termasuk cukup tipis, menjadikan smartphone ini tetap mudah dikantungi.

Layar 5.65 inci Honor 9 Lite menggunakan panel IPS LCD, resolusinya sudah Full HD+ 2160 x 1080 dengan kerapatan 428 ppi. Layar dengan rasio 18:9 yang memanjang sering diartikan sebagai rasio layar kekinian, karena layar rasio baru ini selain bisa membuat body tetap ramping walaupun diagonal layar membesar, juga bisa menampilkan lebih banyak konten dalam satu layar, dan sudah mendukung format konten seperti film-film bioskop yang memanjang, sehingga tidak menyisakan lagi bar hitam besar di atas dan di bawah saat menontonnya.

Full View Display 18:9

Kualitas layar yang digunakan baik, terutama terlihat dari layarnya yang cerah, sudut pandang yang besar. Kecerahannya termasuk istimewa untuk smartphone budget, dalam kondisi maksimal tanpa auto brightness bisa mencapai 500 nits. Pengaturan layarnya termasuk komplit, mereka yang meyukai layar dalam kondisi warm yang lebih hangat kekuningan, atau cold yang lebih putih kebiruan bisa mengaturnya.

Terdapat juga pengaturan eye comfort, atau lebih dikenal sebagai blue light filter, yang bisa diatur skedul-nya untuk menyala dan mati jam berapa. Filter warna biru ini menjadikan layar lebih kuning, tetapi ditenggarai menyaring warna biru yang membuat otak kita selalu terjaga. Filter ini digunakan biasanya pada malam hari, supaya ketika malam kita masih menatap layar smartphone, tidak mengganggu produksi hormon melatonin yang membuat kita lebih mudah tidur.

Satu fitur layar yang jarang ada di smartphone mid-range adalah pengaturan resolusi. Pada Honor 9 lite ini resolusi layar masih bisa diturunkan ke HD+ 1440 x 720 , untuk lebih menghemat daya. Pengaturan ini bisa dilakukan langsung tanpa harus me-restart smartphone.

Layar dengan rasio memanjang ini juga bisa mengakomodir aplikasi yang masih menggunakan rasio lama 16:9, otomatis aplikasi-aplikasi akan bisa memenuhi ukuran layar yang baru.

Kinerja

Honor 9 lite menggunakan prosesor buatan Huawei, Kirin 659. Prosesor atau tepatnya SoC (System on Chip) ini terdiri dari 8 core (octa core) base on cortex A53. 4 inti dengan frekuensi tinggi 2.36 GHz, dan 4 inti untuk hemat daya di 1.7 GHz.

SoC ini dibuat dalam fabrikasi FinFET 16nm, yang berarti sudah lebih baru dari SoC mid-end lama yang masih 28nm. GPU yang digunakan oleh SoC Kirin standar dari ARM, Mali T830 MP2.

Kemungkinan sebagian orang masih tidak mengenal prosesor buatan Huawei ini, dari konfigurasi dan pengukuran kinerjanya, kira-kira Kirin 659 ini sejajar dengan Snapdragon 625.

Untuk RAM, menggunakan tipe RAM LPDDR3 sebesar 3GB dan internal storage 32 GB. OS yang didukung sudah Oreo 8.0 dengan User Interface khas Huawei yang terbaru, EMUI 8.0. EMUI ini mirip dengan tampilan iOS, semua aplikasi akan ditampilkan di halaman utama, tanpa app drawer seperti android native.

Untuk mengetahui kinerja perpaduan SoC, RAM, storage dan OS tersebut, dilakukan serangkaian benchmark untuk mendapatkan gambaran lebih utuh.

Geekbench 4

Benchmark ini mengukur kinerja CPU, inti proses yang bertanggung jawab terhadap proses kalkulasi. Geekbench mengukur kecepatan kinerja single processor dan multi processor. Hasilnya untuk single processor 932, ini di atas rata-rata kinerja single processor Snapdragon 625. Untuk kinerja multi processornya 3704, ini sedikit dibawah kinerja multi processor Snapdragon 625.

Hasil Benchmar Geekbench 4, Honor 9 lite

 

PC Mark Work 2.0

Benchmark ini mengukur smartphone untuk digunakan kegiatan umum sehari-hari, seperti berkirim email, membuat dokumen, edit foto, browsing, dan lain-lain.

Skor yang didapat 4882. Ini kira-kira setara dengan Xiaomi Mi A1 dan Moto G5plus.

PC Mark Work 2.0, Honor 9 Lite

3D Mark

Benchmark ini lebih khusus untuk GPU atau chip grafis. Hasilnya biasanya diasosiasikan untuk rendering grafis saat bermain game atau aplikasi grafis lain. Honor 9 line mendapatkan skor 721 untuk Slingshot unlimited. Hasil ini kira-kira standar untuk device mid-end. GPU yang digunakan Mali T-830 MP2. Cukup untuk bermain game-game standar. SoC yang digunakan juga sudah mendukung Vulkan, API grafis baru dari android dan cross platform yang membuat proses rendering lebih ringan tetapi lebih detail.

3D Mark, SlingShot Unlimitd, Honor 9 Lite

AnTuTu

Hasil skor AnTuTu versi 7 mendekati 90rb point. Hasilnya lebih tinggi dibanding device-device dengan Snapdragon 625, seperti Mi A1 yg skornya berkisaran di 77ribu-an. Benchmark ini mengukur gabungan skor CPU, GPU, Memory, dan UI.

AnTuTu v7, Honor 9 Lite

Daya tahan baterai – PCMark 2.0 Battery

Baterai Honor 9 Lite berukuran 3000mAh. Dengan layar yang terang, kemampuan baterainya belum seirit smartphone dengan SoC SD625, tetapi cukup digunakan untuk seharian, tergantung dari kecerahan layar yang di set dan operator yang digunakan.

Hasil pengukuran dengan PC Mark 2.0 Battery dengan kecerahan terukur 200 nits, 6 jam 38 menit. Sebagai pembanding, Xiaomi Mi A1 dengan baterai 3080 mAH memiliki skor 7 jam 38 menit.

PC Mark 2.0 Battery, Honor 9 Lite

Untuk menghemat baterai, background apps management dari Honor 9 lite cukup agresif, setelah cukup lama standby, aplikasi-aplikasi di background akan sebisa mungkin dicegah untuk berjalan, bahkan terkadang aplikasi chatting. Bagusnya manajemen aplikasi ini juga bisa di set manual, sehingga ada aplikasi yang terkadang tidak selalu kita butuhkan sering berjalan otomatis, bisa dicegah untuk otomatis jalan sendiri.

Charger yang disertakan sudah mendukung 10W, 5V 2A, kira-kira dibutuhkan hampir 2 jam untuk mengisi baterainya hingga penuh.

Catatan tambahan dalam kinerja, seperti yang diumumkan Huawei saat peluncuran Huawei Mate 10 dan 10 pro, kalau mereka menggunakan AI (Artificial Intelligence) untuk menjaga kinerja smartphone agar tetap optimal sepanjang waktu penggunaan, demikian pula tekonologi yang sama dibenamkan di dalam Honor 9 lite. Teknologi ini dibutuhkan, karena kebanyakan smartphone android seiring berlalunya waktu pemakaian yang lama, setelah berbulan-bulan atau setahun lebih, sering dirasakan melambat kinerjanya karena berbagai hal.

Keamanan Biometrik

Semakin pentingnya kebutuhan setiap orang akan smartphone, semakin sering terdapat data penting di dalamnya. Smartphone kita biasanya berisi gabungan data remeh-temeh dan data penting, seperti data pribadi, perbankan, pekerjaan, dan lain sebagainya. Sekarang ini kita merasakan pentingnya smartphone untuk selalu terkunci dengan aman, dan cara unlock smartphone yang dulu seperti pattern, PIN, atau password, dirasakan terlalu merepotkan untuk senantiasa di-input, karena seringnya kita membuka telepon. Survey mengatakan rata-rata setiap orang membuka smartphonenya 150 kali sehari. Jika kita masih berkutat dengan cara yang lama dalam mengunci smartphone, berarti 150 kali dalam sehari kita harus memasukkan password, betapa repotnya.

Untuk itu smartphone sekarang beralih kepada keamanan biometrik yang dianggap lebih mudah. Tentu saja cara pengaman lama seperti PIN dkk masih tetap bisa digunakan sebagai backup. Honor 9 lite memiliki fingerprint sensor di bagian belakang yang kinerjanya baik dan cepat.

Data lab Honor mengatakan hanya dibutuhkan 0.25 detik untuk men-unlock. Fingerprint sensor ini juga di backup security secara hardware dan AI, memungkinkan semakin lama digunakan untuk semakin cepat respon-nya. Kita bisa mendaftarkan 5 jari untuk data fingerprint.

Selain untuk unlock, fingerprint ini juga bisa digunakan untuk mengamankan folder data khusus, dan untuk membuka aplikasi tertentu yang kita set. Selain itu bisa digunakan juga untuk keperluan gesture, seperti memunculkan notifikasi tanpa harus men-swipe layar, mengambil foto selfie, dan lain sebagainya.

Fungsi Tambahan FIngerprint sensor, Honor 9 Lite

Keamanan biometrik lain yang sudah disiapkan Honor 9 lite, unlock dengan wajah, atau face unlock. Fitur ini belum bisa dicoba pada smartphone yang di test sekarang, menunggu update mendatang. Update dengan fitur unlock baru ini sedang bergulir sekarang, dan kabarnya pengguna Honor 9 lite di China dan India sudah mendapatkannya. Selangkah lagi fitur ini mampir untuk Honor 9 lite Indonesia.

Face Unlock pada update berikutnya, Honor 9 Lite

 

Quad Camera

Empat kamera, 2 buah di belakang dan 2 buah di depan, menjadi fiitur yang diunggulkan oleh Honor 9 lite. Baik kamera utama di belakang dan kamera di depan sama-sama kombinasi dari kamera RGB 13 MP dan 2 MP. Tujuan kamera kedua dengan focal length yang berbeda untuk membuat efek bokeh.

Fitur kameranya cukup lengkap photo auto, pro photo, video, pro video, HDR, panorama, light painting, time-lapse, filter, watermark, document scan dan good food. Untuk pro photo tersedia juga pengaturan shutter speed, dari 1/4000 hingga 8 detik. Pengaturan ISO dai 50 hingga 1600.

Semua 4 lensa kamera ini belum dilengkapi dengan OIS atau EIS, saat cahaya cukup gambar-gambar yang dihasilkan tidak mudah kabur, tetapi saat kekurangan cahaya sebaiknya tangan yang memegang kamera harus lebih steady.

Pada penangkapan video yang bergerak, ketidakadaan EIS ini membuat gambar mudah sekali lompat atau jitter, tetapi hal ini masih dianggap wajar, karena masih sedikit mid-end smartphone yang memiliki mode OIS atau EIS. Melihat perkembangan kualitas kamera pada smartphone sekarang ini yang cukup banyak lompatannya, tidak lama lagi fitur OIS atau EIS sepertinya akan hadir untuk kamera smartphone mid-end, bahkan low-end.

Bokeh

Untuk kamera belakang, kamera 13 MP RGB utama dilengkapi aperture f/2.2 dengan focal length 26mm, dilengkapi fitur wide aperture untuk menciptakan efek bokeh. Selain fitur wide aperture ini jika objek yang di foto manusia, ada menu potrait, yang bisa menggabungkan efek bokeh sekaligus dengan efek beauty. Konfigurasi beauty ini bisa mengenali gender, apakah wanita atau pria.

Mode Bokeh dan Beauty

Efek bokehnya sendiri bisa diatur baik sebelum dan sesudah foto diambil level blurnya. Tergantung serumit apa objek yang kita ambil hasil pemisahan objek depan dan belakang ini bisa bervariasi. Foto orang dengan cahaya yang cukup, hasilnya cukup rapi.

Bokeh pada Objek

Foto benda juga mudah dibuat efek bokeh nya, hanya terkadang kondisi dan kerumitan objek yang difoto menentukan apakah pemisahan objek yang tajam dan background yang blur bisa baik atau meleset. Setelah foto diambil, fokus juga bisa ditukar, tidak hanya objek di depan yang fokus, bisa juga malah kebalikan background yang fokus dan objek di depan yang blur.

Efek bokeh atau potrait menjadi kekuatan utama kamera dari Honor 6 lite, selama cahaya cukup, kamera kedua mampu memberikan efek-efek yang menarik. Tidak semua bokeh rapi dan terlihat natural, seringkali terlihat artificial bila terlalu berlebihan. Tapi kadang-kadang hasil foto yang diberikan memberi nuansa menarik.

Wide Aperture pada Objek Bergerak

Catatan tambahan untuk efek bokeh ini, jika kita memiliki background dengan banyak cahaya atau lampu, mudah sekali membuat efek bokeh menjadi bulatan-bulatan cahaya, yang sering dianggap menarik sebagai bagian dari efek bokeh yang lebih hidup. Ketika menu wide aperture atau bokeh diaktifkan (termasuk juga fitur beauty), maka ukuran kamera akan otomatis menjadi 8 MP, walau kita set standar foto sudah di 13 MP.

Secara umum kamera belakang jika berdiri sendiri, tidak terlalu bisa menghasilkan gambar dengan detail yang tajam, tetapi harap diingat smartphone ini masuk golongan mid-end, dan harus dimaklumi.

Warna yang dihasilkan bisa pop-up, tetapi kadang meleset, apalagi objek dengan warna merah. Warna merah ini memang salah satu ujung color gamut yang tidak mudah untuk ditangkap dengan baik bagi sebagian besar kamera smartphone.

Warna Merah yang pas memang sulit ditangkap kebanyakan kamera smartphone dengan tepat

Foto-foto dengan perbedaan kontras yang dinamis bisa menggunakan mode HDR, karena secara auto, kebanyakan area yang terang akan mudah di blow-up sehingga detail tidak lagi bisa tertangkap, misalnya awan, akan terlihat kosong putih saja. Menu HDR membantu perbedaaan kontras ini masih bisa ditangkap.

Mencoba menggunakan filter juga bisa menghasilkan gambar-gambar dengan warna yang unik. Secara umum fitur-fitur kamera di Honor 9 lite ini sudah cukup, tanpa harus menggunakan lagi aplikasi kamera buatan pihak ketiga.

Di dalam ruangan dengan penerangan lampu standar, kamera masih bisa digunakan tanpa perlu mengaktifkan lampu flash, tetapi gambar yang detail dan tajam akan semakin sulit dihasilkan.

Foto dalam penerangan lampu ruang

Ketika cahaya matahari tenggelam, foto lowlight mendapat tantangan khusus, tidak banyak detail gambar di area yang kekurangan cahaya bisa diambil. Menggunakan menu HDR objek bisa terbantu terlihat lebih terang, tetapi menghasilkan noise yang terlalu banyak.

Lowlight Honor 9 Lite

Lowlight dengan Mode HDR, Honor 9 Lite

 

Selfie

Jika kita bicara selfie kelas atas, smartphone Google Pixel2 dengan AI membawa standar baru bagaimana selfie potrait dari smartphone bisa memiliki standar baru. Tetapi tidak semua orang akan menyukai standar yang dibawa google, karena sementara ini selfie sebagian besar dilakukan oleh para wanita. Mereka membutuhkan efek beautify yang cantik, kulit muka yang terlihat cerah dan efek bokeh sebagai bonus.

Kamera depan atau selfie Honor 9 lite, terdiri dari lensa utama RGB 13 MP dengan aperture f/2.0 dengan focal length 28 mm, dan lensa tambahan RGB 2 MP.

Perpaduan dua lensa ini selain bisa memberikan efek bokeh, juga bisa melakukan selfie di tempat yang penerangannya lebih terbatas.

Bokeh Selfie

Secara keseluruhan selfie yang bisa diatur beauty levelnya, dan bokeh yang bisa didapat dengan mudah, akan memikat banyak wanita yang gemar melakukan selfie. Apalagi tersedia mode perfect selfie, dengan melakukan serangkaian pengambilan gambar wajah dari depan, samping, dan sedikit menunduk, pada menu perfect selfie, algoritma kamera akan mengukur seberapa banyak kulit harus diperhalus, mata harus dibesarkan, dan lain sebagainya, dan settingan ini akan menjadi algoritma bagi pengguna smartphone setiap melakukan selfie.

Algoritma Kamera Perfect Selfie Honor 9 Lite

 

Penutup

Semakin lama, smartphone mid-end terasa semakin baik standarnya, baik dari sisi spesifikasi hardware dan kelengkapan fitur software. Secara kosmetik desain, smartphone mid-end ini bahkan sudah dibuat dengan standar mendekati smartphone hi=end, tidak mudah dibedakan. Kala kita melakukan benchmark, smartphone mid-end ini sekarang ini adalah smartphone hi-end standar 2-3 tahun yang lalu. Komputasinya sudah cepat, dan untuk pemakaian sehari-hari yang tidak demanding sudah bisa mencukupi sebagian besar kebutuhan.

Honor 9 Lite, Warna Sapphire Blue

Honor 9 lite bisa membantu mendorong standar smartphone mid-end yang terjangkau, dalam artian akan semakin mendorong banyak brand lain untuk membuat standar yang sama, spesifikasi yang cukup dengan harga yang terjangkau, finishing yang baik, dan komponen yang bagus, seperti layar yang baik, dan kemampuan kamera yang cukup. Kehadirannya dengan quad camera, akan semakin mendorong smartphone mid-end untuk melengkapi diri dengan perpaduan dua kamera, karena sekarang sudah beredar pemahaman yang lebih umum di masyarakat, bahwa smartphone “kekinian” adalah yang memiliki rasio layar memanjang dan dilengkapi perpaduan dua kamera, baik salah satu bagian kamera di belakang atau depan, atau malah keduanya.

Merekomendasikan smartphone ini sebagai smartphone mid-end yang terjangkau bisa dikatakan mudah, dan sepertinya bisa memenuhi ekspektasi banyak calon pengguna.

    • Lucky on

      Kalau suara biasa tidak masalah, tetapi kalau mau record konser musik dengan dentuman bass yg besar, sepertinya belum support

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.