POW! Ada Internet 300 Mbps terjangkau gratis Android TV.

Internet adalah masa depan dan tulang punggung semua kegiatan, dari teknologi hingga ekonomi. Jumlah penggunanya naik signifikan setiap waktu, internet membuat jarak berbeda dari setiap negara tidak ada artinya lagi, setiap kejadian di belahan negara lain bisa langsung disadari negara lain. Internet mengubah kebiasaan dan perilaku, menghasilkan jutaan kesempatan baru, termasuk skala pekerjaan baru.

Ketidakhadiran internet disebuah negara atau daerah akan segera membuatnya tertinggal dari negara atau daerah lain. Internet sangat krusial.

Hal paling mudah membuktikannya, coba saja pengguna smartphone kehabisan kuota data, atau digunakan tanpa koneksi internet, ponsel pintarnya segera seperti kehilangan sebagian besar kepintarannya.

Karena krusial dan menjadi tulang punggung, layanan internet memang sebaiknya dibangun bersama-sama, agar bisa menjangkau lebih banyak orang dan daerah, memberikan pilihan bagi konsumen, dan saling memacu untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna.

Team XL Home Pow: Dave Ulmer, Bianca Hardini, Abhijit Navalekar

Belum lama ini di Bali, XL, salah satu operator telekomunikasi besar di Indonesia meluncurkan layanan baru XL Home Pow. Layanan baru ini menawarkan internet kencang (upto) 300 Mbps dengan harga lebih terjangkau, hanya 300 ribu rupiah per bulan, unlimited, tanpa batasan kuota. Dan yang berbeda, internet kencang ini bukan lewat wireless atau sinyal telepon, melainkan layanan koneksi lewat kabel fiber optic, seperti layanan lain yang sudah ada, misalnya IndiHome, MNC Play, First Media, dan lain sebagainya.

Mengapa harus fiber optic, bukankah XL penyedia layanan wireless? Cara koneksi internet ini baik wireless dan fiber optic memiliki keunggulan masing-masing. Wireless lebih mudah dalam jangkauan ke pengguna, tetapi sayangnya lebih terbatas dalam bandwith dan kestabilan. Untuk kecepatan internet yang lebih besar dan stabil, memang dibutuhkan sambungan via kabel, dalam hal ini kabel terbaik adalah fiber optic, karena menawarkan kecepatan dan hambatan yang sangat kecil.

Director Corporate Strategy & Business Development XL Axiata, Abhijit Navalekar mengatakan dalam beberapa bulan terakhir XL sudah menggelar jaringan kabel fiber optic ini agar pada saat diluncurkan siap untuk digunakan. Ketika ditanya apakah mungkin XL mengatasi problem yang sekarang terjadi dengan broadband jaringan kabel, dimana seringkali setiap daerah sepertinya sudah terbagi-bagi, misal perumahan A sudah oleh provider X, perumahan B oleh provider Z, dan menarik kabel layanan baru seringkali sulit. Ia mengatakan XL juga sudah memikirkan hal tersebut, walaupun tidak memberi jawaban secara detail bagaimana cara XL mengatasi problem ini, tetapi intinya ia mengatakan mereka akan persuasif dan berusaha maksimal agar setiap calon pelanggan bisa mendapatkan layanan XL Home Pow.

Dari sisi kecepatan dan harga yang ditawarkan, memang bisa dikatakan XL membuat terobosan, makanya layananya diberi nama lebih POW, atau bahasa milenialnya lebih nampol. Dengan harga yang sama 300 ribu rupiah, selama ini provider kabel internet hanya menawarkan kecepatan sekitar 10-20 Mbps saja, dan XL menawarkan kecepatan 300 Mbps, dimana layanan kecepatan ini biasanya hanya digunakan kantor atau korporat-korporat besar, karena harga berlangganannya yang cukup mahal bisa dalam hitungan jutaan rupiah per bulan.

Mungkin ada yang berkata, tetapi layanan lain menawarkan internet sekaligus siaran TV kabel, bahkan hingga ratusan channel. Nah disini ada sisi menarik, saya justru berhenti berlangganan internet kabel rumah karena penyedia layanan internet mengharuskan kita mengambil layanan internet sekaligus layanan TV kabel, bahkan layanan telepon rumah. Banyaknya siaran TV kabel, seringkali hanya membuat kita berganti-ganti channel saja tanpa benar menikmati apa yang disajikan. Dan beberapa layanan yang kita ingin tonton hanya ulangan dari seri yang sudah kita saksikan kemarin, jika kita tertinggal sebuah serian, kita harus menunggunya lagi diputar ulang. Dan satu yang kurang asik, kualitas streamingnya kebanyakan hanya resolusi standar atau SD, sedangkan televisi kita sudah mendukung resolusi yang lebih tinggi, jadi gambar yang kita lihat tidak berubah kualitasnya dari siaran-siaran televisi-televisi pada umumnya yang menggunakan antena dan gratis. Akhirnya TV saya lebih banyak tidak menyala, hanya menjadi pajangan saja di ruang keluarga.

Saya pikir saya hanya sendiri, ternyata ketika bertemu banyak orang, mereka juga mengatakan hal yang sama, televisi di rumah jarang menyala, masing-masing anggota keluarga lebih asik menonton di layar smartphone-nya masing-masing. Nah lo!

Dave Ulmer dan Abhijit Navalekar

Dave Ulmer, seorang aktor yang juga pernah membintangi film Batman vs Superman ( IMDB ) , dan sekarang menjadi Head of XL Home Entertainment mengatakan hal yang sama. Menurutnya, Indonesia adalah negara di Asia yang paling kecil penetrasi TV Kabelnya, dan sekarang pola masyarakat, terutama kaum milenial sudah berubah dalam cara menikmati hiburan. Televisi di rumah tidak menyala sudah hal umum sekarang, siaran televisi dengan antena sudah tidak menarik untuk kaum penikmat internet, dan TV kabel yang berisi ratusan channel paling hanya disaksikan 5-10 channel saja, sisa layanannya menjadi mubazir.

Tambahnya, internet menawarkan cara menonton hiburan yang lain, setiap orang bisa menyaksikan apa yang dia mau tonton saja, jika itu film seri, tidak harus menunggu, hari ini mereka mau kebut menonton semua episode dalam satu season silahkan saja, tidak harus menunggu minggu depan. Mereka mau menonton konten lain yang ditawarkan Youtube, Netflix, iFlix, Hooq, dan banyak lagi penyedia layanan video dan film streaming, tinggal memilih. Ketiduran saat menonton, bisa diulang lagi. Hal yang tidak bisa ditawarkan banyak TV kabel atau televisi biasa.

Android TV Box

Untuk menunjang cara hiburan baru ini, pengguna layanan XL Home POW akan diberikan sebuah set top box Android TV secara gratis. XL pun berjanji, tidak ada biaya tambahan yang tersembunyi seperti ongkos pemasangan, sewa dokoder, dan lain-lain.

Menurut saya pemberian Android TV ini secara cuma-cuma sangat menarik, dan saya sudah mencoba device Android TV XL Home ini yang sudah dibuat di Indonesia, dirakit oleh PT Panggung di Sidoarjo, Jawa Timur.

Mari kita lihat lebih jauh apa yang bisa ditawarkan sebuah Android TV.

Hiburan adalah salah satu industri yang turut berkembang pesat di era sekarang. Dulu penikmat televisi di Indonesia hanya bisa menikmati satu acara saja, hanya TVRI. Itupun tidak ada acara 24 jam. Sekarang stasiun televisi jumlahnya beragam, lewat tv kabel, layanan tv digital, belum lagi mereka yang menggunakan parabola. Jadi wajar televisi di rumah membutuhkan bufet atau lemari khusus, yang di bawahnya penuh perangkat tambahan, dari berbagai macam dekoder hingga alat pemutar film seperti DVD playar, Blu Ray dan lain sebagainya, hingga laci-laci tempat menyimpan kepingan dvd dan berbagai remote.

Tetapi perhatikan televisi yang dijual sekarang, bentuknya semakin minimalis dan seringkali hanya butuh diletakkan di dinding saja. Pola hiburan sudah bergeser, kita sudah beralih ke konten di internet, lewat layanan streaming. Bahkan di Amerika saja yang pengguna TV kabelnya paling besar, setiap harinya jumlah penonton acaranya masih kalau oleh pemirsa Youtube.

XL Home Android TV

Berbeda dengan dokoder dan berbagai peralatan tambahan hiburan  yang besar, Android TV hanya berukuran 10cm x 10cm x 2cm. Sangat kecil dan ringan. Bahkan alat ini tidak perlu terlihat, bisa diletakkan di balik televisi dengan perekat double tape. Sebagai pengendali, disediakan sebuah remote, berbeda dengan remote kebanyakan, remote ini bukan beroperasi dengan infra red, tetapi bluetooth. Jadi tidak perlu ada aksi mengarahkan in-line antara remote dan set top box TV android. Remote ini dilengkapi juga dengan mic, sehingga mode pencarian bisa dipermudah dengan perintah suara, tidak hanya bahasa Inggris, sudah mendukung perintah suara berbahasa Indonesia.

Android TV yang saya test ini sebenarnya masih beta, jadi mungkin saja nanti ada beberapa perbedaan yang kemungkinan hanya dalam bentuk update software dan UI yang diterima pelanggan umum.

Kelengkapan XL Home Android TV

Pemasangan set top box ini sangat mudah, tidak perlu tenaga ahli seperti dekoder dari layanan tv kabel. Di dalam boxnya terdiri dari unit set top box (STB), bluetooth remote with mic, baterai remote, charger, dan kabel HDMI.

Pada perangkat STB terdapat port USB, ethernet/LAN , AV, HDMI, dan power.

Ports pada STB

Hubungkan kabel HDMI ke televisi, sambungkan power untuk menghidupkan STB, dan pilih bagaimana kita hendak tersambung ke internet, bisa melalui kabel LAN ke router atau bisa lewat wireless seperti layaknya smartphone kita tersambung ke WiFi. Bahkan pertama kali saya mencoba, saya hanya menggunakan smartphone sebagai sumber tethering WiFi.

Pertama dinyalakan, kita akan diminta untuk memasukkan akun Google, karena STB ini benar-benar berbasis Android dari Google, yang dilengkapi OS yang saat hadir sudah Oreo 8.0. Bahkan seperti smartphone jika kita berbicara spesifikasi, STB ini juga demikian, diotaki oleh prosesor Quadcore berbasis Arm Cortex A53 buatan Amlogic S905X, GPU Mali-450, 2GB RAM, dan internal storage 8GB (demo test yang saya gunakan masih 4GB). Perangkat ini dibuat Askey, perusahaan dari ASUS. Perangkat STB XL Home Pow ini resmi disertifikasi google dan terpajang di website androidTV yang bisa dilihat di sini: https://sites.google.com/view/droid-tv/pay-tv-provider/xl-axiata-xl-home-pow .

Spesifikasi XL Home Android TV

Cara paling mudah lagi, STB akan mencari smartphone terdekat dan menawarkan untuk sync dengan memasukkan kode yang sama, maka akun google akan di copy ke STB. Tampilan antar muka STB android tv ini sederhana, langsung berisi aplikasi-aplikasi hiburan yang umum, seperti iFlix, Catchplay, Youtube, Google Play, dan lain-lain. Jika kita sudah memiliki akun misal layanan iFlix, maka otomatis iFlix pada STB akan teregister dengan akun yang sama.

Tampilan aplikasi Android TV

Nantinya XL Home POW akan memberikan free langganan untuk layanan iFlix, dan 1 bulan untuk Netflix. Layanan streaming lain tinggal kita pilih dan kustomisasi sesuai kebutuhan, misalnya Kompas TV, Sports Illustrated, Time, K-Pop, Fortune, YouTube, eSports, People TV, InStyle, Google play TV, dan banyak lagi

Pada halaman utama ini terdapat juga Kidz Mode, layanan ini nantinya berisi konten-konten yang sudah di filter khusus untuk anak-anak dan dianggap aman termasuk Da Vinci Kids dalam bahasa Indonesia. Layanan Kidz Mode ini akan menjadi salah satu layanan yang diunggulkan XL karena sekarang ini menurut Dave Ulmer siaran televisi sangat rentan mempengaruhi anak-anak dan banyak tayangan tidak sesuai untuk usia mereka. Kidz Mode ini akan dilengkapi fitur penguncian, sehingga orangtua bisa meyakini anaknya tidak berpindah channel dari siarang khusus anak-anak yang dilengkapi password.

Setelah mencoba perangkat STB XL Home Pow android TV ini selama hampir dua minggu, cukup banyak hal yang menarik yang ditawarkan perangkat mungil ini.

Lost In Space, 1080p

  • Pertama kualitas siaran, perangkat ini sudah support resolusi hingga 4K. Seperti diceritakan di awal, siaran televisi standar sudah lama tidak berubah dalam hal resolusi sehingga mudah terlihat pixelated dan rasio yang sering dipaksakan, demikian juga TV kabel walau sudah mendukung resolusi HD, tetapi baru sebagian kecil channel saja. Android TV ini menyesuaikan resolusi tayangan dengan kecepatan koneksi internet kita. Walau saya belum mencobanya dalam jaringan XL Home POW 300 Mbps dan menggunakan provider lain dengan kecepatan fiber optic “hanya” 10 Mbps, tayangan yang ditampilkan STB sudah sangat jernih antara HD dan Full HD sesuai resolusi dari penyedia konten, bahkan untuk tayangan Youtube tidak perlu mengatur kita ingin menonton dalam resolusi berapa, diberikan resolusi tertinggi yang sesuai dengan kecepatan koneksi kita. Dengan resolusi yang lebih baik ini, kita bisa jauh lebih menikmati kualitas tayangan yang seharusnya kita lihat. Kebetulan provider internet yang saya gunakan juga tidak memberikan batas kuota, sehingga tidak ada keraguan untuk menyalakan televisi seperti layaknya menyalakan televisi dengan siaran lokal dari antena biasa, untuk menikmati berbagai film, video dari Youtube, Facebook, dan lain sebagainya. Ketika nanti XL Home Pow menjadi internetnya, tayangan 4K video streaming dari Netflix sepertinya akan lebih seru.

Cast dari smartphone ke STB Android TV

  • Kedua cast media, sebelumnya saya juga memiliki perangkat Google Chromecast versi kedua. Google Chromecast ini menjadi jembatan agar perangkat televisi kita menjadi android TV, baik dengan mirroring dari layar smartphone/ tablet/ PC , atau menyalurkan secara wireless tanyangan media ke layar televisi. Karena media disalurkan secara wireless, kecepatannya terbatas dibanding dengan kabel HDMI sehingga maksimal hanya HD 720 saja, jadi walaupun media misalnya film di smartphone kita sudah full HD, tetap akan ditayangkan dalam resolusi HD di televisi. STB XL Home Pow ini juga sudah bisa berfungsi sebagai Chrome Cast, jadi jika kita memiliki media yang ingin ditampilkan di televisi, kita tidak lagi membutuhkan televisi yang sudah support miracast, tinggal menekan icon cast yang tampil di layar smartphone/ tablet, maka galeri foto, video, film, yang ada di smartphone bisa langsung ditayangkan dengan gambar lebih besar di televisi. Sebagai informasi tambahan saja, Google Chromecast harganya sekitar 600-700 ribu rupiah di toko-toko online Indonesia.

Port USB untuk membaca konten di HDD atau Flash Disk

  • Ketiga, Media Player. Keterbatasan kuota dan kecepatan internet seringkali membuat kita yang sudah berganti ingin menikmati film-film digital dengan resolusi lebih baik, mendownload dan menyimpannya dalam hard disk atau flash disk untuk kemudian di putar di layar lebih besar. Beberapa perangkat televisi sudah support port USB untuk bisa memutarnya langsung, yang lain membutuhkan perangkat tambahan seperti media player atau menggunakan raspberry pi. Port USB pada STB XL Pow ini ternyata bisa berfungsi sebagai media player dari hard disk portable atau flash disk. Keterbatasannya hanya format HDD dan Flash Disk harus standar Fat32, belum bisa membaca format exFAT atau NTFS. Walaupun belum sempat mencoba, tetapi sepertinya seperti perangkat android lain, kita bisa mengatasi kekurangan ini dengan menggunakan aplikasi lain seperti total commander dan ekstensi tambahannya untuk membaca format ini. Cukup hubungkan dengan HDD atau flashdisk yang berisi video atau gambar, maka STB ini bisa menjadi playernya. Kita pun bisa memilih ingin memutarnya dengan aplikasi media player yang mana, karena basisnya android. Ingin menggunakan VLC, MX Player, BS Player, dan lain sebagainya, bebas.

STB sebagai Game Console

  • Keempat, game console. Karena base on android, banyak aplikasi game tersedia untuk bisa dimainkan dengan STB XL Home Pow ini, untuk kenyamanan bermain game bisa ditambahkan game controller baik via usb port atau bluetooth.

Smartphone sebagai remote STB Android TV

  • Kelima, asesoris tambahan. Selain remote bluetooth, kita bisa menambahkan juga multiple bluetooth device lain, misal keyboard, mouse, headphone, game pad,dan lain sebagainya yang dianggap bisa memudahkan untuk mengontrol aplikasi tertentu yang membutuhkan input lain. Untuk remote control kita tidak harus selalu bergantung dengan remote bawaan STB ini, tinggal meng-install aplikasi remote di smartphone, pairing, dan kita memiliki remote lain. Aplikasi remote android TV ini resmi buatan google dan bisa di-download di playstore di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.google.android.tv.remote

USB port bisa di-expand

  • Keenam, memperbesar storage. Seperti smartphone android yang kadang internalnya terbatas dan kita ingin menginstall banyak aplikasi bisa ditambahkan kartu memory. STB XL Home Pow ini tidak memiliki slot SD card, tetapi kita bisa menjadikan sebuah flashdisk sebagai bagian dari memory tambahan yang bisa di blend menjadi memory internal agar bisa diinstall banyak aplikasi. Walaupun slot USB yang tersedia hanya 1 buah, kita bisa menggunakan multiple USB port tambahan agar bisa menggunakannya dengan bermacam-macam device USB.
  • Ketujuh, multiple account. Jika hanya satu akun digunakan misal untuk Youtube, dan STB ini digunakan oleh banyak anggota keluarga yang kegemaran menonton konten Youtube yang berbeda, maka nantinya konten yang disarankan akan bercampur dan ter-sync dengan device lain sesuai pemilik akun. Untuk menghindari hal ini kita bisa menggunakan akun yang berbeda-beda untuk beberapa aplikasi yang diperlukan akun berbeda untuk menghindari tercampunya konten. Tetapi tidak berarti kita membutuhkan setiap akun untuk acara yang tidak butuh khusus ter-sync, misal iFlix, Hooq, dan lain sebagainya.

Torrent

  • Kedelapan, Torrent. Ya sampai saat ini torrent seperti dua sisi mata uang, bisa digunakan untuk berbagi konten legal atau tidak legal. Dan android TV bisa digunakan untuk meng-install bermacam-macam aplikasi hiburan berbasis torrent atau peer to peer seperti Kodi, Showbox, FreeFlix, dan lain sebagainya. Sama seperti smartphone android kita bisa melakukan sideload aplikasi sampai root, demikian juga android TV. Jadi Playstore bukan satu-satunya batasan “toko” aplikasi yang bisa digunakan. Mungkin ada yang bertanya, apakah aplikasi torrent ini legal? Saya pun dalam pembicaraan dengan Abhijit Navalekar menanyakan hal yang sama, dan ia mengatakan, pihak XL akan sangat mengikuti aturan pemerintah. Bila pemerintah melarang, mereka akan melakukannya, selama tidak ada larangan, mereka mengikuti apa yang tersedia di android TV.

Konklusi

Hiburan telah berubah, yang dulu dikuasai dan dikendalikan pemilik siaran, sekarang tidak lagi, penonton menentukan sendiri apa yang ia ingin tonton. Jika dulu televisi hanya lokal berdasarkan jangkauan jarak antena, sekarang siaran dari mana saja asal ada di internet bisa kita nikmati.

Internet sudah menjadi kebutuhan umum, apa yang dibutuhkan umum dan digunakan masal, makin lama seharusnya memang harganya semakin terjangkau. Kehadiran XL Home Pow bisa mendorong provider lain untuk terdorong menyediakan layanan internet cepat yang lebih terjangkau, karena semakin banyak kita bergantung kepada internet, semakin kita membutuhkan kecepatan yang baik, stabil, bisa diandalkan, dan diakses oleh lebih banyak orang. Hal yang buruk adalah mencoba memonopoli apa yang sangat dibutuhkan masyarakat sekarang, seperti layanan internet cepat. Dengan hadirnya XL Home Pow, semoga memberikan lebih banyak pilihan untuk masyarakat, yang sekarang ini bisa dikatakan masih terbatas untuk pilihan koneksi internet fiber optic dengan kecepatan tinggi, terutama di daerah-daerah.

Melengkapi paket layanan broadband dengan perangkat Android TV gratis menurut saya langkah bagus, membantu masyarakat kita beralih ke cara menikmati hiburan yang baru, dan membuat televisi yang sudah lama tidak dinyalakan berfungsi lagi. Mungkin juga acara-acara yang lebih berkualiatas yang bisa kita saksikan di internet juga mendorong acara-acara televisi kita yang saat ini cukup memprihatinkan berubah lebih kreatif dan baik, karena sekarang masyarakat memiliki pilihan lain.

Film-film bioskop baru juga bisa segera dinikmati dengan harga lebih terjangkau sekarang ini, misalnya disediakan Catchplay atau Google Movie. Jika masyarakat kita banyak yang berlangganan layanan RBT atau ring back tone, berarti mereka juga siap sebenarnya untuk membayar film resmi. Harga film-film resmi disewa untuk ditonton bersama dengan harga 19.000-25.000 rupiah tentunya jauh lebih murah daripada menonton di bioskop, dan rasanya bisa mengurangi keinginan orang untuk membeli lagi DVD bajakan, karena perbedaan kualitas.

Film Bioskop yang bisa disewa dari Google Movie

Pilihan film bioskop Catchplay

Hanya saja cara membeli atau menyewa film ini harus lebih mudah, dibanding hanya satu cara menggunakan kartu kredit atau saldo google play. Dave Ulmer pun menjanjikan, mereka akan berusaha mengintegrasikan cara pembayaran acara pay per view ini untuk sekaligus masuk dalam billing tagihan XL Home Pow, atau malah terintegrasi dengan pulsa XL pada smartphone.

Untuk mendaftar layanan ini XL Home Pow ini bisa mengunjungi situs www.LebihPOW.com , atau untuk mengetahui coverage areanya saat ini bisa mencoba menghubungi:

Email ke: mailto:XLhomefibercs@xl.co.id

Pengguna XL bisa menelepon ke: 820

Pengguna provider lain bisa menelopn ke: 08170123442

Selamat menikmati era baru internet cepat. Jangan bilang lagi internet cepat untuk apa ya 😀

 

11 replies on “POW! Ada Internet 300 Mbps terjangkau gratis Android TV.”

    • Lucky on

      Siaran acaranya? bisa saja sepertinya via HDMI kemudian dicabang atau di-broadcast, tetapi berarti channel acaranya tetap sama ya

  1. Halo kang Lucky Gadtorade! apakah 300Mbps ini ada fair usage policynya, soalnya kalo streaming film 4k bisa abis 12GB sendiri tuh???

  2. Yusuf Amri on

    Saya kira bener sama kaya indihome gan, sudah satu paket/layanan sama wifi nya, berarti XL POW ini sama kaya Chrome Cast sama stb2 android yg lain ya, dengan harga 300rb cuman dpt stb nya aja ya gan? berarti kita masih harus berlangganan internet lagi ya…

    • Lucky on

      300 rb sudah dengan langganan internetnya per bulan Oom. STB sudah “dipinjamkan”, tidak perlu bayar, hanya kabarnya tidak boleh hilang atau dikenakan biaya ganti.
      Nah sekarang entah sudah sampai mann ini layanan Pow.

  3. Saya sudah pasang XL Home fiber ini dan speednya sebenarnya jauh dibawah gembar gembornya yang up to 300Mbps di daerah saya di Tangerang. Speed downloadnya sering kali hanya dikisaran 40 Mbps dan hanya di waktu tertentu di siang hari bisa mencapai 90 Mbps. Menjelang sore speednya bisa drop menjadi 20-30Mbps.

    Kalau berdasarkan https://www.lebihpow.com/kebijakan-penggunaan :

    “Layanan kami beroperasi dalam jaringan Internet terbuka, yang berarti Anda berbagi akses dengan tetangga atau komunitas Anda. Dalam keadaan normal, hal ini seharusnya tidak memengaruhi akses Anda, namun Anda dapat mengalami pengurangan kecepatan karena pemakaian berlebihan, atau penyalahgunaan oleh orang lain dalam jaringan. ”

    Feeling saya up to 300 Mbps ada kemungkinan adalah speed yang dishare ke beberapa rumah jadi bukan pure 300 Mbps untuk 1 rumah saja.

    Jadi kalau ada tetangga kita yang pakai XL Home juga dan kebetulan sedang download atau upload, speed kita akan ngedrop. Semakin banyak pemakai XL Home yang kabelnya ditarik dari tiang yang sama kemungkinan speed akan ngedrop juga.

    Tapi so far setelah pakai 2 hari dengan speed rata2 40Mbps saya sudah sangat puas, apalagi rasio download & uploadnya 1:1. Ditambah lagi dengan harga yang tergolong murah dibanding kompetitornya plus dapat android tv box.

  4. Urbanus Mangambe on

    Sy mau pasang tpi di lokasi perumnas Bumi Sudiang Permai Makassar blum ada jaring. Jadi bgmana…????

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.